Translate

05/10/09

Tentang Perkawinan & Pernikahan


Banyak orang Indonesia yang merindukan kebahagiaan dalam perkawinannya, tapi tidak sedikit keluarga yang gagal dalam membangunnya.

Fenomena ini membuat sebagian orang takut untuk menikah, sehingga mereka lebih senang melajang dan menikmati kesendiriannya.

Sebelum kita memutuskan untuk memasuki pernikahan, kita harus mengerti dengan baik tentang APA, MENGAPA & BAGAIMANA kita menikah

APA ITU PERNIKAHAN?

Pernikahan adalah sebuah hubungan total antara dua lawan jenis yang terikat dalam semua aspek kehidupan mereka dalam kurun waktu selamanya, bukan srminggu, sebulan, setahun, atau sepuluh tahun.
Hubungan ini adalah mencakup hubungan intelektual, hubungan emosional, hubungan spiritual, hubungan social dan tentunya hubungan secara fisik.

Pernikahan tidak sama dengan hubungan kontrak.
Pernikahan adalah sebuah perjanjian tanpa syarat dan bukan untuk saling menuntut. Pernikahan harus berlandaskan CINTA yang ingin memberi kepada pasangannya

MENGAPA KITA MENIKAH?

Kita adalah mahluk sosial yang memerlukan kumunitas untuk hidup bertumbuh dan berkembang. Kita menikah membutuhkan seseorang yang bisa diajak bercengkrama ketika senang, menangis bersama ketika sedih, tertawa ketika gembira. Paling tidak kita masih memiliki seseorang yang peduli dan memperhatikan kita ketika usia telah lanjut dan anak-anak telah menikah meninggalkan kita.
Menikah juga salah satu misi Tuhan yang harus kita jalankan dalam memenuhi bumi ini dengan anak dan cucu kita. Sehingga harus kita sadari, kalau kita menikah maka kita sudah menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan oleh manusia.

BAGAIMANA SIH....KITA MENIKAH?

Pernikahan sehat harus berdasarkan CINTA antara kedua belah pihak yang sepakat untuk membangun sebuah hubungan total. Keterbukaan dan saling percaya adalah perekat dalam pernikahan dan hal ini dapat dijadikan dasar dalam membangun pilar-pilar kemunikasi di dalam pernikahan.
Masing-masing pihak harus mnegenali diri sendiri dan pasangannya. Kemudia kita juga mengetahui peranan masing-masing dalam pernikahan. Peran suami dalam keluarga adalah sebagai pemimpin, sumber dan pemelihara, sedangkan peran istri adalah sebagai penolong dan penopang dalam keluarga. Jangan lupa, peran penolong biasanya lebih besar dalam keluarga. Kita dapat melihat contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seorang wanita biasanya lebih mampu kerja rangkap mengasuh anak, sambil bekerja san tetap melakukan tanggungjawab rumah tangga dimana biasanya seorang pria akan kewalahan dalam melakukan pekerjaan yang sama tersebut secara bersamaan

ATAP KUANGAN YANG BERSATU

Kita harus mengayomi pernikahan dengan atap keuangan yang bersatu. Tanpa kesatuan dalam keuangan akan selalu membuka exit door dalam pernikahan. Perceraian selalu jadi momok dalam pernikahan

Salam

Alex Bernadi

PS: Bagi Anda yang INGIN mengetahui lebih lanjut seputar masalah pernikahan, serta meminta solusi dari problematika pernikahan Anda, kami menawarkan jasa konsultasi via phone/sms atau pertemuan langsung, silahkan contact: 081585 313 754

Beberapa bulan terakhir cukup banyak yang menghubungi saya sehingga menyita waktu dan pulsa, maka sejak saat ini dengan berat hati kami akan menerapkan fee atas jasa tsb, silahkan contact untuk mengetahui rate fee tsb. Terima Kasih

23/07/09

Yang Utama Dalam PerKAWINan

Terlepas dari benar tidaknya perkara KPK yang tengah hangat di sekitar kita, ada satu poin penting yang perlu menjadi perhatian kita bersama yaitu jejaring syaitan. Dalam hadits disebutkan bahwa wanita adalah jaring – jaring syetan, ketika keluar, syaitan selalu menghias-hiasi dan memuliakan wanita sehingga menarik perhatian lawan jenisnya. Kalau sekarang banyak wanita yang protes dengan keadaan tersebut, itu wajar dan syah – syah saja, karena Aisyah dulu pun sudah melakukannya. Kurang lebih dia berkata begini, ”Udah tahu wanita itu syaitan yang diciptakan untuk lelaki, tetapi kenapa juga masih berusaha mendekati.”

Nah, suatu waktu, Nasruddin Hoja berjalan – jalan bersama istri tercintanya. Sebagaimana biasa, begitu melihat wanita cantik, ia pun melirik. Sadar akan hal itu, istri Nasruddin Hoja protes, ”Itulah kerugian laki – laki, selalu merasa wanita lain lebih cantik dari istrinya.”

Merasa dirinya terpojok, Nasruddin Hoja tidak mau kalah, ”Malah terbalik, di situlah letak keberuntungan laki – laki. Selalu sadar akan perlunya mengagumi keindahan. Bukankah keindahan adalah bahasa Tuhan?!”
Entahlah, yang jelas demikianlah manusia zaman ini suka dipermainkan oleh pikirannya. Padahal syetan yang menungganginya. Cirinya sederhana, selalu mencari–cari alasan agar keinginan, hawa nafsu, dan perubahan memperoleh pembenaran. Dan lebih hebat lagi, tatkala alasan–alasan ini ketemu, ada yang meng-klaim diri objektif, alias bebas dari kepentingan serta vested interest. Padahal kanjeng Nabi sudah wanti – wanti, bahwa fitnah terbesar umat ini adalah wanita.

Dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan sesungguhnya Alloh menjadikan kalian sebagai khalifah di muka bumi, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat, maka takutlah terhadap (fitnah) dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita (karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Isroil adalah karena fitnah kaum wanita)” (Rowahu Muslim Hadits no 2742, Ahmad 3/22, at-Tirmidzi no 2192 dan Nasa’i)

Diriwayatkan pula oleh An-Nasa’i dengan tambahan, ”Tidaklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki daripada (fitnah) wanita.” (Juga diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhori dari Usamah bin Zaid)
Seribu macam alasan pembenaran bisa diperoleh. Sejuta alasan bisa ditemukan. Namun itu masih bersifat sepihak. Jelas–jelas sudah banyak contohnya, kalau salah memperlakukan seorang wanita.... hidup bisa berantakan. Urusan bisa jadi runyam, gara–gara tidak bisa mendudukkan posisi wanita sebagaimana porsinya. Sebab selain sebagai fitnah, wanita juga sebagai sebaik–baik perhiasan dunia yaitu mar’atus sholihah. Dua sisi ini harus diperlakukan sesuai matra dan waktunya. Salah situasi dan kondisi, adalah bom waktu yang siap meledak setiap saat. Wanita tidak boleh dijauhi, juga tidak boleh diakrabi, kecuali dengan pakem yang jelas.

Salah satu resep yang dianjurkan oleh Nabi SAW adalah menikah. Karena dengan menikah berarti telah terjaga setengah dari agama kita. Jika dipandang perlu, Nabi Muhammad SAW mencontohkan dengan poligami atau wayuh. Akan tetapi, tetap saja perselingkuhan bisa terjadi kepada siapa saja. Kapan saja dan dimana saja. Sekali pun dia sudah wayuh. Itu belum jaminan terhindar dari fitnah wanita. Sebab masih ada setengah yang lain yang perlu dijaga. Di situlah kesempatan syaitan masuk. Nah, yang terpenting dalam prinsip menikah yaitu menikahlah dengan orang yang kau cintai. Tidak penting dia cantik, tinggi, pendek, gemuk atau kurus. Yang penting kita cinta dia. Setelah itu, cintailah orang yang kau nikahi. Kenali, sayangi, hormati dan gembirakan – syukuri, sehingga kita temukan betapa mulianya makhluk yang diciptakan Allah sebagai pasangan hidup kita ini.


Dengan memuliakan pasangan hidup kita, berarti kita memuliakan diri sendiri. Dan memuliakan diri sendiri adalah jalan masuk untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki, sebagaimana orang jawa bilang; garwo – sigaraning nyowo – yaitu belahan jiwa. Seseorang yang rela bekerja sama dengan kita untuk menjaga diri, menghindari pelanggaran – pelanggaran dan untuk beribadah meraih surga bersama – sama.

Ketika kita bisa melalui tahap kedua ini – cintailah orang yang kau nikahi -, kita pasti tersadar apa maksud nasehat perkawinan tempo dulu yang sering berkumandang dengan lantang: pokok bolong. Namun, perkembangan peradaban telah mengikis patron itu. Orientasi kita bergeser karena adanya banyak pilihan. Namun sejatinya, pokok bolong itulah yang utama dalam perkawian. Apalagi kalo lampu mati....Pet..!
(sumbangan tulisan o/ Kusmono)

04/02/09

ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM

Seduluur..pembaca setia blog perkawinan bahagia...yg saya cintai
Mohon maaf....lamaaaa sekali tidak posting....Beberapabulan yll saya resign dari kantor saya..
saya full bisnsis aja....Tulisan berikut ini buat mba teeka...smoga cepat dapat gandengan...amiiin

ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM

1. Jodoh adalah Takdirnya Alloh.

Alloh telah berfirman dalam Alquran surat Ar-Ruum ayat 21
”Wa min aayaatihii ankholaaqolakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaihaa, wa ja’ala bainakum mawaddatan warohmah, inna fii zalika la aayaatin yatafakkaruun”

Artinya:
”Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh bahwa Alloh telah menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalanganmu sendiri, agar kamu sekalian tentram kepadanya, dan Alloh telah menjadikan diantara kamu sekalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya didalam demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang berfikir."

Penjelasan:
Ayat ini menjelaskan TENTANG PERJODOHAN, Bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah telah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu.

2. Menikah-lah Maka Rejekimu akan Lancar

Firman Alloh dalam Alquran surat Ar-Nuur ayat 32

”Wa ankihuulayaamaa minkum wassholihiin min ibaadikum wa imaaikum iyyakuunu fuqoroo’a yughnihimulloohu min fadlih. Waaloohu waasi’un ’aliim”

Artinya:
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."

Penjelasan:
Sebenarnya kita tidak perlu ragu lagi untuk menikah, dengan adanya janji Alloh dalam surat diatas kita sudah dipastikan rejekinya, ibarat sungai itu sudah ada jalurnya, lebarnya, dalamnya dan kecepatannya. Kita hanya tinggal berusaha menemukannya saja.

Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, "secara materi saya belum siap," saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, "berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?" Tak ada..!!!. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ahli. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga.. Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum siap..lah...Belum qodar lah (belum usaha..kok bilang qodar). Lagi nyicil..lah dll begitu sanggah mereka. Itu alasan yang paling mudah dijumpai.

15/10/08

Cinta Jarak Jauh


Beberapa saat yg lalu ada yang bertanya ke saya, apa suka dukanya memiliki calon istri yang dipisahi oleh jarak? Cowoknya di Batam doinya di kalimantan.

Mencintai seseorang yang dibatasi oleh jarak tentunya akan sangat merepotkan, apalagi yang tongpes..rasa rindu akan sangat menyiksa Anda untuk segera bertemu, apa akal?


Ada beberapa saran yg dapat saya anjurkan:

1. Anda harus mendapatkan ’cintanya’ sebab dengan berjauhan sangat mudah baginya terpengaruh org lain (cintanya pindah ke lain hati).

Caranya, Anda harus: 

• Memberikan perhatian lebih padanya dengan sering bertemu (yg tidak melanggar lho...) ajak adiknya atau temannya untuk nemenin supaya tidak nyepi, berikan hadiah kecil2an (bisa kartu ucapan atau buah yg di kemas menarik) tiap datang, supaya tidak melanggar, pemberiannya di ketahui pengurus/ortu (via pengurus).  Gunakan setiap pertemuan untuk mengetahui lebih dalam tentang cita-citanya, kesukaannya dll. 

• Pertemuan bisa diisi dengan nasehat agama/mengkaji qur'an-hadist (supaya tambah keimanannya). Semakin paham semakin tergerak hatinya untuk menikah 

• Tunjukkanlah Anda layak sebagai suaminya, berpikiran dewasa, mampu memimpin/ngemong, PD/mandiri 

• Lumpuhkan hatinya, dengan memberikan ’pandangan mata’ (baca kepribadiannya), jangan lupa, pujilah penampilannya, wajahnya atau apapun kejadian didirinya saat itu. 

• Tanyakan pada org yg dipercaya (ibu/bapak atau adik/sdrnya) minta pendapat mereka, ”apa yg pantas harus saya lakukan untuk meluluhkan hatinya?” 

• Ketahuilah, bentuk penolakan dia (belum mau saat ini) adalah cara dia untuk mengetes kekuatan cintamu (apakah Anda benar sungguh-sungguh???), kalau perlu buktikan!!, dengan menyampaikan lamaran 

• Niatkan semua yg Anda lakukan adalah karena Alloh, cari Sorga, ingin pahala, derajat yg tinggi di Sorga. 

2. Setelah melakukan usaha untuk mencapainya, berprasangka baiklah pada Alloh (kalau dia jodoh saya, dia tidak akan lari kemana...) Dengan berprasangka baik, kita akan tetap fokus kearah keberhasilan. Ikuti firasat anda. Perhatikan tanda-tanda. Dengarkan intuisi Anda, ini akan memicu tindakan terilhami anda.

3. Sabar dan pasrahkan semuanya pada Alloh.  Banyaklah berdoa dan sholat malam (termasuk istikhoroh).  Sabar adalah sebuah bentuk kekuatan, inilah harga yg harus Anda bayar, apakah Anda kuat menahan sampai hatinya tergerak..., sampai hatinya luluh.... dan itu tidak akan lama kalau anda sabar. Pasrah adalah setelah setiap usaha yg kita lakukan, pilihan apa yg kita inginkan, biarkan kekuatan Alloh akan membawanya pada anda.  Biarkan Dia (Alloh) mengatur peristiwa yg akan mewujudkan keinginan Anda.


Usaha lainnya, kamu supaya BERTINDAK secepatnya, yaitu dengan cara
1. Cepat datangi si dia dan melamar si doi langsung...perlu koordinasi sama pengurus setempat atau keluarganya 
2. Siapkan dana, terutama setelah melamar dan menanyakan mas kawin yg diminta..kamu harus persiapan dari sekarang...Kalau ternyata harga tinggi khan bisa dicicil 
3. Banyak2 berdoa & sholat malam...Pasrahkan semua pada Alloh..InsyaAlloh keajaiban akan terjadi dengan pertolongan Alloh 
4. Jangan lupa harus sering komunikasi dengan ortu (ibu) juga dengan doi..minimal sms 

Ayoo bertindak...!

Semoga membawa manfaat dan Barokah

25/07/08

PEASAN (tim) PERKAWINAN

Mengawali tulisan saya yang pertama ini, perkenankan kami mengucapkan: Barokallohulakum...! Pada pasangan mas Agus Slow dan Ratih yg telah melangsungkan pernikahannya pada minggu 20 Juli kemaren. Selanjutnya kami akan berkirim sebuah “pesan perkawianan” buat sedulur semua. Bukan sebuah bingkisan layaknya paket atau parcel, namun sebuah tips / nasehat terutama bagi pasangan muda, juga untuk semua muda/i yang akan memasuki dunia perkawinan.


Kunci Sukses Hubungan Pasangan

Ada banyak hal yang bisa pasangan lakukan untuk meningkatkan hubungan dan memberi ruang bagi kehidupan biologis yang lebih baik. Salah satu rahasianya adalah 4T: Time, Talk, Trust, dan Touch. 4T merupakan kunci terciptanya kepuasan hubungan tercapai, menjamin hubungan berkualitas dan sehat serta membuka kesempatan bagi pengayaan seksual.

Tidak dipungkiri setiap hubungan membutuhkan Time (waktu) agar hubungan terpelihara dan tumbuh subur. Satu dari keluhan pasangan adalah sedikitnya waktu untuk bersama yang disebabkan rutinitas sehari-hari seperti karir dan keluarga. Sekalipun jika mereka memiliki waktu bersama, pasangan merasa terputus karena mereka tidak tahu mengatasinya. Akibatnya tumbuh perasaan terpisah hingga berpengaruh pada kehidupan seksual. Jika ini yang terjadi, biasanya sulit memiliki waktu untuk mengatasi masalah ini ketika di rumah.

Practise makes perfect, biasakan memiliki waktu berdua bersama pasangan tanpa beban apapun termasuk waktu bagi aktivitas seksual. Artinya Anda tidak perlu terburu-buru hubungan intim hanya karena pasangan Anda kuatir kehilangan ereksi. Biarkan hubungan seksual tetap hidup dan bukan hanya terfokus pada hubungan intim. Keinginan dan kerja sama dengan pasangan itu penting. Perhatikan pasangan Anda secara umum bukan hanya seksual saja. Malam yang tenang dan sunyi dapat menjadi tonik bagi pasangan.

Talk (bicara), membuka pintu bagi keintiman untuk lebih saling berbagi sehingga memungkinkan ruang masing-masing pasangan berkembang. Penelitian menujukan pasangan yang sibuk hanya menghabiskan beberapa menit bicara setiap hari sehingga penting saling terhubung melalui pembicaraan. Banyak masalah seksual yang dialami pasangan diakibatkan pasangan enggan menyampaikan. Karena itu sikap terbuka dan berani berbicara dijamin dapat meningkatkan keintiman diantara pasangan.

Trust (percaya) biasanya tumbuh seiring dengan time (waktu) dan talk (bicara) karena sebuah hubungan bisa bertahan bila didasari pada kepercayaan. Percaya juga mejadi dasar tumbuhnya rasa aman satu sama lain dalam sebuah hubungan intim. Percaya juga mengurangi kekuatiran perlakuan kasar dan penolakan dan memungkinkan pasangan merasa santai dalam kehadirannya.

Touch (sentuhan, belaian, pelukan), kita dibesarkan dan disayang dengan cinta dan sentuhan kasih sayang orang tua dan keluarga. Penelitian menujukan bayi yang tidak mendapat sentuhan kasih sayang orang tua gagal bertahan hidup. Seperti halnya bayi, orang dewasa-pun membutuhkan sentuhan, sentuhan kasih sayang diantara pasangan baik di dalam maupun di luar tempat tidur karena hal ini merupakan bagian penting dalam hidup bersama.

4T ini sangat penting dilakukan dalam hubungan bersama pasangan sebagai dasar hubungan yang sehat dan lingkungan bagi keterbukaan, kejujuran dan kepuasan seksual. (selamat bulan madu..!)

13/06/08

Menyingkap Akar Sejarah Poligami



Poligami merupakan topik kajian yang selalu sengit diperdebatkan dalam diskursus fiqh munakahat Islam. Tak jarang sejumlah sejarawan melancarkan serangan telak bahwa Nabi Muhammad-lah yang pertama kali memprakarsai tradisi poligami. Jelas, tudingan macam itu terlalu mengada-ada. Sejarah membuktikan bahwa tradisi poligami sudah ada jauh sebelum Islam datang di kalangan suku-suku Arab pra-Islam, Persia, Yahudi, dan lain-lain. Tak hanya oleh suku-suku primitif, poligami juga beroleh tempat di kalangan suku-suku beradab.

Inilah cikal bakal silang pendapat poligami yang didedahkan Murthadha Muthahhari dalam bukunya, Duduk Perkara Poligami. Ia menggali akar poligami sejak perkembangannya yang paling purba. Bagaimana mungkin para sejarawan berkesimpulan bahwa Islam menumbuhsuburkan adat poligami, padahal usia poligami lebih tua dari usia Islam itu sendiri.

Sayang sekali, buku ini hanya hasil terjemahan satu bab dari The Right of Women in Islam (1981), bukan gagasan utuh Murthadha yang sangat erat kaitannya dengan polemik poligami. Inilah risiko yang mesti ditanggung akibat ketergesaan penerbit dalam mengejar target tema yang sedang santer diperbincangkan, tapi abai pada bagian-bagian yang "diduga" tak punya nilai jual.

Murthadha menyangkal poligami sebagai tirani, dominasi, dan perbudakan pria atas wanita. Muasal sejarah munculnya poligami bukan karena pria mendominasi wanita, lalu mereka merancang tradisi yang menguntungkan mereka. Kemunduran poligami juga bukan karena dominasi pria sudah mulai goyah.

Dalam konteks ini, ia menggunakan logika terbalik, kalau memang dominasi pria menjadi sebab poligami, kenapa Barat tidak menerapkannya? Padahal, di Abad Pertengahan, wanita Barat adalah wanita yang paling tidak beruntung di dunia. Seperti diakui Gustave le Bon bahwa pada zaman peradaban Islam, wanita diberi kedudukan yang persis sama dengan wanita Barat jauh hari kemudian. Setelah mempelajari sejarah zaman dahulu, tak ada lagi keraguan bahwa Islam mengajari kakek-kakek kita mengasihi wanita dan menghormatinya.

Kalau memang Islam menaruh hormat pada hak-hak wanita, kenapa hanya kaum pria yang boleh menikahi lebih dari satu istri (poligami), sementara wanita tidak? Murthadha merujuk sebuah riwayat ketika sekelompok wanita menghadap Sayidina Ali dan bertanya, "Mengapa Islam memperkenankan laki-laki punya lebih dari seorang istri tapi tidak mengizinkan wanita bersuami lebih dari seorang? Bukankah ini tidak adil?"

Ali menyuruh masing-masing dari mereka mengambil cangkir berisi air, lalu meminta mereka menuangkannya ke dalam mangkuk besar. Setelah cangkir-cangkir mereka kosong, Ali meminta mereka mengisi kembali cangkir dengan air dari mangkuk besar itu, dengan ketentuan mereka harus mengambil air yang tadi ditumpahkannya. "Air itu sudah tercampur, tak mungkin dipisahkan lagi," kata mereka. Maka, Ali berkata, "Bila seorang istri punya beberapa orang suami, ia akan melakukan hubungan seks dengan setiap suaminya, kemudian ia akan hamil. Bagaimana ia menentukan ayah anak yang dikandungnya?"

Murthadha hendak meluruskan pemahaman yang keliru terhadap tradisi poligami. Ia tak berpretensi memaklumatkan poligami lebih bermartabat ketimbang monogami. Ia hanya mempertanyakan, mengapa banyak orang mengecam keras poligami, sementara pada saat yang sama seks bebas dan homoseksual justru diperkenankan. Pria-pria modern bisa gonta-ganti pacar tanpa memerlukan formalitas mahar, nafkah, atau perceraian.

Bertrand Russell, pemikir yang paling keras mengecam poligami, dalam otobiografinya berkisah bahwa dalam hidupnya ada dua wanita setelah ibunya, yaitu Alys (istrinya) dan Lady Ottoline Morell (kekasihnya). Meski Russell tidak menyukai poligami, suatu hari filsuf itu jujur mengakui: "Mendadak saya sadar bahwa saya tidak lagi mencintai Alys." Kalau sudah begini, tentu poligami tak berguna lagi. Poligami atau tidak, hubungan perkawinan tentu bukan sebatas urusan seks.

DUDUK PERKARA POLIGAMI
Judul Asli : The Right of Women in Islam
Penulis : Murthadha Muthahhari
Penerbit : Serambi, Jakarta, Cetakan I, 2007, 154 halaman

By: Damhuri Muhammad (Alumnus Pascasarjana Filsafat UGM)

04/06/08

TIPS MEMILIH PASANGAN


Ingin hubungan Anda dengan pasangan lancar dan langgeng?, Bagaimanakah cara membangun kehidupan cinta yang sehat dengan Si Dia?. Berikut tips-nya:


* Bijaksana Memilih Pasangan.
Perhatikan karakter, kepribadian, nilai diri, kemurahan hati, cara berbicara, tindakan, serta cara bagaimana dia berhubungan dengan orang lain.

* Ketahui Pandangan dan Keyakinan Si Dia.
Tentu Anda tak ingin jatuh cinta kepada seseorang yang memiliki reputasi buruk di dalam hubungan percintaannya, bukan? Misalnya saja, Si Dia sering ketahuan tidak jujur dan kerap berbohong.

* Jangan Rancukan Seks Dengan Cinta.
Terutama di awal suatu hubungan, ketertarikan dan kesenangan melakukan hubungan seks sering disalahartikan sebagai cinta yang menggebu dari pasangan.

* Mengerti Kebutuhan dan Berdiskusi Secara Jelas.
Banyak orang, baik pria maupun perempuan, takut untuk menyatakan kebutuhannya. Ingat, kedekatan tak dapat berjalan baik tanpa kejujuran, dan pasangan bukanlah seorang paranormal atau ahli membaca pikiran.

* Saling Menghargai.
Baik di dalam maupun di luar hubungan cinta, sebaiknya Anda dan Si Dia saling memperlihatkan sikap yang layak dihargai masing-masing pasangan.

* Anda dan Si Dia Bisa Menjadi Tim Kompak.
Artinya, Anda berdua merupakan dua individu yang unik, yang mempunyai perspektif dan kelebihan-kelebihan yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini merupakan nilai plus dari suatu tim yang kompak dalam melakukan banyak hal berdua.

* Tahu Cara Mengelola Perbedaan.
Belajarlah cara mengatasi perasaan negatif yang tidak terhindarkan, yang disebabkan oleh perbedaan antara Anda dan si Dia. Menutup diri atau menghindari konflik juga bukan suatu cara mengelola perbedaan yang baik!

* Jangan Malu Bertanya.
Jika Anda tidak mengerti atau tak menyukai salah satu hal yang dilakukan si Dia, tanyakan kepadanya. Bicarakan secara terbuka dan kembangkan diskusi di dalam suasana yang positif, dan jangan pernah ber-asumsi.

* Atasi Masalah yang Timbul.
Sebagian besar kesalahan yang terjadi dalam suatu hubungan cinta, dapat dilacak dari munculnya rasa sakit hati, atau sikap yang merubah menjadi defensif terhadap pasangannya, sehingga terciptalah dua orang yang saling merasa asing atau bermusuhan.

* Belajar Bernegosiasi.
Oleh karena kebutuhan manusia dan tuntutan kehidupan selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu, maka hubungan cinta yang sehat dan baik dapat dinegosiasikan ulang setiap saat bersama si Dia.

* Mendengarkan Kekhawatiran dan Keluhan si Dia
Jangan berlakukan sikap menghakimi terhadap si Dia. Buka diri dan berikan empati kepada calon pasangan Anda.

* Berusaha Pertahankan Kedekatan.
Hubungan yang baik dan sehat, bukan merupakan tujuan akhir, tetapi merupakan proses jangka panjang yang perlu selalu dijaga dan dipertahankan, melalui perhatian yang konstan dan teratur.

* Miliki Pandangan Jangka Panjang.
Perkawinan merupakan kesepakatan bersama untuk menjalani dan menghabiskan kehidupan hingga hari tua nanti. Teliti lagi impian Anda dengan si Dia secara teratur, untuk memastikan Anda berdua berada di jalan dan jalur yang selalu sama.

* Seks yang Baik.
Seks itu sangat mudah dilakukan, tetapi menjaga kedekatanlah yang justru sulit. Kedekatan membutuhkan kejujuran, keterbukaan, penyingkapan diri, berbagi kekhawatiran dan ketakutan, demikian juga kesedihan, harapan serta impian. Jadi, jangan pernah pergi tidur dalam keadaan marah.

* Minta maaf.
Setiap orang bisa membuat kesalahan. Memperbaiki, atau berniat memperbaiki kesalahan, sangat penting bagi kebahagiaan Anda berdua, juga dalam hal perkawinan.

* Hindari Ketergantungan Berlebihan.
Tergantung kepada seseorang tidaklah buruk, tetapi sangat tergantung pada pasangan untuk hal-hal kecil merupakan celah ketidakbahagiaan bagi kedua pasangan.

* Jaga Harga Diri dan Rasa Percaya Diri.
Lebih mudah bagi seseorang untuk menyukai dan berada di dekat Anda jika Anda pun menyukai diri sendiri.

* Perkaya Hubungan Anda berdua.
Ciptakan minat-minat baru ke dalam hubungan cinta Anda agar hubungannya dengan Si Dia semakin kaya. Semakin besar gairah kehidupan yang Anda miliki dan berbagi bersama pasangan, semakin kaya hubungan Anda berdua.

* Kerjasama yang Baik.
Berbagilah tanggung jawab dengan pasangan. Hubungan cinta yang sehat akan berhasil hanya jika terjadi secara dua arah, yaitu dengan saling memberi dan menerima.

* Ketahui Pasang Surut Hubungan.
Di mana pun juga, setiap hubungan cinta pasti akan melewati pasang surutnya masing-masing. Melalui masa-masa sulit bersama pasangan, akan membuat hubungan Anda menjadi lebih kuat.

* Miliki Kepekaan Atas Hubungan yang Buruk
Jangan melarikan diri jika hubungan cinta mulai memburuk. Gunakan pengalaman buruk ini sebagai cermin untuk melihat ke dalam diri, agar bisa mengerti apa yang telah Anda berdua ciptakan dalam hubungan ini.

* Tak Ada Cinta yang Mutlak.
Jika Anda belajar cara-cara atau tips baru untuk berinteraksi dengan Si Dia, perasaan-perasaan cinta akan selalu bisa muncul dan muncul lagi, bahkan dapat lebih kuat dari sebelumnya.

Sumber : Kompas Online

14/05/08

Darimana Datang JODOH..?


Darimana Datangnya Jodoh?

Sewaktu masih menjadi Dharmapria (kerja sambil antar jemput bareng istri), saya menjumpai fenomena di kantor istri yang cukup unik. Ternyata, cukup banyak high quality singles, usia 25-30, yang belum memutuskan untuk menikah. Fenomena ini cukup unik karena pria-pria ini justru bukan dari kalangan penggemar dugem ataupun aktifitas hedonisme lainnya, tapi pria-pria ini justru datang dari lingkungan yang normal, bersih, dan beberapa bahkan religius, rajin ke masjid, pengajian, ataupun beramal..

Dikesempatan lain, ketika masih mbujang, saya cukup sering datang ke ‘pertemuan jodoh’ informal, entah pengajian supernisob di masjid yang rutin diselenggarakan tiap bulan oleh alumni Gunung Gede.. Ataupun sekedar pertemuan alumni yang ‘disalahgunakan’ untuk mencari jodoh. Ataupun acara-acara walimahan yang bisa membuat si Joko berdandan rapih harisabtu/minggu.

Masalah mengatur perjodohan ini pun semakin rumit, ketika saya dan ayang sudah menikah. Setelah menikah ini, cukup banyak juga teman/saudara yang nitip untuk dicarikan jodoh, biasanya mereka lebih percaya minta tolong ‘dicomblangkan’ dengan pasangan yang sudah menikah, -iyalah kalau sama-sama nyari, diembat juga nanti- dibandingkan yang belum terbukti.

Untungnya, saya pun punya teman-teman yang juga sudah menikah, sehingga memudahkan saya menukar database. Apalagi sekarang sudah jaman internet, si target bisa diidentifikasi dengan jelas. Percaya deh sama teknologi.

Nah menurut anda, mana tempat terbaik untuk menemukan jodoh anda? Apakah:
1. Kampus, teman, adik atau kakak kelas, ini statistically proven.
2. Pendatang baru di-kelompok, di semampir cukup banyak kakak2 kelas yang menyambar adek2 kelas yg manis-manis. Cukup banyak cerita seru dan intrik terjadi disini.
3. Forum Temu Barokah, pengajian yg menjurus ke perkawinan.

Atau mungkin anda termasuk orang yang percaya love at first sight? atau cinta bisa datang kapan saja.

Kalau saya?
Ayangku? dia kaka kelasku, beda 3 tahun, paling galak dan paling pintar di kampus. (dulu saya tertantang untuk menaklukkannya..he..he..he) Engga percaya? cek aja ke Bu Alex...he..he..he (emang berani..?).

Bagi Anda yg sudah menikah/manten baru/manten lama..Bagi dong tips anda menemukan jodoh?

Salam FUNtastic

3 Comment:

Abunawas wrote :
- BE YOURSELF, jadilah dirimu sendiri, kagak perlu dipermak-permak soale kalo ntar ketahuan belangnya bakalan kuciwa si gadis. Biasanya kalo si gadis bisa nerima berarti pengertiannya tinggi.


- MAKE YOURSELF DIFFERENT, itu yang bisa jadi daya tarik, jangan ikut korban mode, kebanyakan baca novel ato baca buku bagemana cara cari pasangan akhirnya bisa membosankan bagi si gadis (kek liat pilem Get Married)


- KAMPANYE, biasalah sebelum jadi pimpinan, selalu usahakan kampanye, biacarakan tentang visi dan misi dalam berumah tangga, target jangka pendek dan panjang. Syukur-syukur bisa kampanye WAYUH, kalo nerima berarti
pan syukur pol, bisa saling melancarkan dan pengertian.

Bagi-bagi tips kampanye:
- Ndak banyak yang bisa memahami dan mengerti filosofi hidup ane, biasa pan kampanye dolo : Perjalanan Hidup ane seperti kereta express, ada awal dan akhir yang jelas, saya ingin istri saya sebagai lokomotif pembantu jadi beban yang saya angkut semakin banyak, istri bukan sebagai beban, kalo jadi beban ya ditinggal, jadi semakin banyak istri semakin ringan ... tentunya untuk urusan sabilillah hehehe..

- Kalo bisa berlari kenapa harus merangkak, misal nyari lowongan direktur ato komisaris pertamina kalo ngga ada ya mending tidur hehehe.... itu yang mengubah hidup ane jadi sekarang, jadi kenal boss-nya siemens manufaktur
cilegon, bisa berdekatan dan ngobrol dengan konjen AS, dll


- Niru kerjanya palang sepor.... tidur kalo kerja, berdiri pas nganggur.
Elmu peninggalan Soichiro Honda -> The Power of Dreams, kalo nganggur ya plesiran.

Sejarah dapet jodoh:
Doi pan senengnya olahraga, lari-lari, senam, dll. Ane berbagi elmu bagaimana menjaga stamina, menjaga napas, denyut jantung biar ndak ngos-ngosan, coba bayangin orang kek inul bisa nari sambil joget kek kuda liar, ndak sembarangnya tuh staminanya. Elmu ane sedikit demi sedikit bisa diserap dan dipraktekkan, sekalian ama kampanye jadi calon suami hehehe... trus ane tawarin nikah.... eh gayung bersambut, mau si doi. kagak pake lama nikahan deh walaupun acaranya
sederhana dan seadanya soale ane pas ketiban bencana.

ALLOHUAKBAR... KHASBIYALLOH.. ALLOHUMMA MA'ANA


Miss Ika Artha wrote:

Pengalaman pribadi ttg nemuin Jodoh :

Awalnya sering ketemu gara-gara musyawaroh Asrama Muslim diNginden, kebetulan suami dulu juga panitia Asrama. Dari situ trusjadi tambah kenal, mungkin benar ya witing tresno jalaran sokokulino. (he2x..)

Singkat cerita akhirnya sampai acara asrama berakhir, dianya maen ke rumah, nach... setelah melewati ujian (kyak sekolah aja), Finally August 2007 kita nikah dech...

Makanya buat para Jomblowan-Jomblowati yang sekarang sedang mencari pasangan hidupnya, mungkin satu tips dari saya perluas pergaulan, jangan diem aja di kontrakan, pa lagi ntar lagi kan ada asrama juga di Nginden.. ^_^

sapa tau dapet UhRo ;)


Tambahan dari Bung Aziz:

Sekadar menambahi postingnya ibu Galih:
Tetep ditata niatnya.., Ngaji tuk cari ilmu.., cari pahala..,
Kalo memang bener2 cari jodoh dan siap dah ada medianya tim PKW.
Pepatah bilang, "Waitting trisn jalran teko kulinten" mungkin maksudnya adalah terbukalah pada orang di sekitar anda, latihlah komunikasi dengan orang lain. Lebih bagus lagi bila, anda bisa berkomunikasi dengan semua orang tanpa ada rasa canggung sesuai papan, mpan, adepan, meskipun baru pertama kenal. Kenali semua orang yang anda temui sak pol kemampuan.. berinteraksilah dengan mereka.. Jangan Cuek.. Biarkan mengalir dengan alami..
Jangan diam aja di dalam kos2an/ kontrakan


13/05/08

Cinta & Perkawinan


Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan

Cinta itu adanya didalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yg lebih.

Ketika pengharapan & keinginan yg berlebih akan cinta, maka yg didapat adalah kehampaan....tiada sesuatupun yg didapat & tidak dapat dimundurkan kembali.

Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur

Terimalah cinta apa adanya...

Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta

Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yg terbaik diantara pilihan yg ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.

Ketika kesempurnaan ingin kamu dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena kesempurnaan itu hampa adanya...

06/05/08

Mimpi Seorang jejaka……




Seorang jejaka menceritakan pada saya, cerita serunya... setelah beberapa saat dia ditolak 'doi'nya...ceritanya begini:

Semalam aku tiba-tiba terbangun sekitar pukul 2:00am – 3:00am dan agak sulit untuk tidur lagi karena memang aku tidur agak lebih awal semalam. Kemudian aku berpikir…ah ini kesempatan untuk berdoa, mumpung waktunya pas banget di 1/3 malam yang akhir. Lalu ahirnya aku berdoa ya…berdoa aja ga sholat malam soalnya hawanya dingin banget (maklum lagi di Pert hehehe…) dalam doaku itu ada satu bagian, dimana kusebutkan nama si “dia” (tau lah….) dan kuminta pada Allah :

Ya Allah jika memang pilihan saya ini yang terbaik untukku, agamaku, dan kehidupanku kelak semoga Engkau mendekatkan kami dan membuka hatinya untuk menerima cintaku serta memberi barokah kepada kami berdua, namun jika pilihanku ini tidak baik untukku, agamaku, dan kehidupanku kelak semoga engkau memalingkanku darinya dan memalingkannya dariku serta memberi ganti yang lebih barokah yang datang dari-Mu. Hamba Ridho dan ikhlas menerima semua keputusan dan kehendakmu walaupun mungkin tak sesuai keinginanku tapi hamba yakin Engkau akan memberikan yang terbaik untukku.

Walaupun aku sangat menginginkan “dia” tapi aku tetap meminta petunjuk kepada-Nya agar saya bisa mencintai seseorang tetap karena Allah bukan karena nafsu dan juga memohon yang terbaik dan barokah untukku yang datangnya dari Allah.

Saya sangat menyadari bahwa doa ini sangat mudah diucapkan tapi akan terasa sangat sulit untuk dijalankan manakala keinginan kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya, tapi saya pikir at least saya berusaha melibatkan Allah dan memohon perlindungannya dalam setiap langkah…..amiin.


Eh ceritanya belum selesai lho, setelah doa itu aku mencoba untuk tertidur lagi karena esok harinya aku teringat harus pergi ke kantor dan aku ga mau terkantuk2 dan ga konsen di kantor (padahal emang tiap hari susah untuk konsen……).

Setelah beberapa menit mencoba tidur akhirnya bisa juga aku tertidur dan dalam tidurku itu aku bermimpi bahwa si “dia” telah MENIKAH dengan orang lain dan dalam mimpiku itu dengan penuh rasa tidak percaya aku datang ke pernikahannya bersama temanku (aku agak lupa klo ga salah temen sekerja). Setelah datang aku memberi selamat kepada kedua mempelai dan setelah kulihat mempelai laki-laki ya ampuuuun masih mendingan aku kemana-mana dong…..(ge-er dikit gapapa kan….).

Pada saat datang ke pernikahan itu aku disambut pertama kali oleh seseorang, yang biasa aku panggil Pak Haji. Beliau ini seorang seorang jokam yang usianya sudah sepuh dan tinggal di Jogja bahkan boleh dibilang beliau ini awalul mu’minin yang membuka dan mengembangkan agama di Jogja, aku sangat mengenal orang ini dan dari kabar yang aku denger dari ortu ku di Jogja.

Pak Haji ini mau mengenalkan aku dengan salah satu wanita anak temennya, sebut saja wanita itu Dewi (bukan nama sebenarnya, karena saya juga sama sekali belum pernah ketemu dengan wanita ini). Sebenarnya sudah lama kudengar cerita ini tapi karena aku bener2 ga sempat pulang ke Jogja ahir2 ini, pernah sekali pulang bulan lalu sebelum aku berangkat ke Australia itupun hanya semalam di Jogja dan ga sempet kemana2 jadinya niat Pak Haji ini belum kesampaian. Kalo dengan bapaknya Dewi ini aku kenal banget dan kami memang dekat dan sering ngobrol juga karena memang kami satu kelompok sewaktu di Jogja namanya Pak Sutris.

Pak Sutris ini seorang pensiunan militer AD tapi orangnya baik dan enak diajak ngobrol dan lagi dia cukup kaya lho..mobilnya aja punya dua. Sewaktu di acara pernikahan itu aku ngobrol dengan Pak Haji ya….obrolan biasa dan standart banget ga ada yang spesifik dan semua berjalan begitu saja.

Aku sendiri bingung kenapa aku datang dalam acara pernikahan itu bahkan aku sempet cerita ke temenku kalau aku sebenarnya naksir sama mempelai wanita……dan yang lebih bikin aku bingung lagi kenapa ada Pak Haji dalam mimpiku.? sebelum semua pertanyaanku itu terjawab, aku keburu terbangun dengan jantung berdegup kencang dan tubuh panas-dingin (sok dramatis…..) seolah tak percaya dengan yang barusan aku alami, sambil mengucap istighfar aku berucap Ya Allah……..pertanda apakah ini..? Semoga mimpiku barusan hanyalah pertanda baik bagiku ..amiiin