Translate

Tampilkan postingan dengan label Keluarga Bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Bahagia. Tampilkan semua postingan

30/01/17

Peran Suami dalam Membantu Ketaatan Istri

       Mengerti Kondisi dan Perasaan Istri
Pengertian Suami adalah Sesuatu Banget
Saat sedih, suami menghibur & menyenangkan hatinya.
Saat istri galau, suami bisa menguatkan hatinya.
Saat istri menangis, suami memeluknya.
Saat istri ingin curhat, suami mau mendengarkan keluh kesahnya.
Saat istri marah, suami bisa meredamkannya


25/12/15

Setelah Menikah

Setelah menikah, engkau tidak saja mendapatkan pasangan hidup, namun engkau mendapatkan kebahagiaan yang tidak akan bisa didapatkan tanpa menikah.

Dimulai dari pernikahan sampai akhir hayat nanti, pasangan hidupmu itu akan menjadi pendamping setia dan sabahat terbaik bagimu.

Dengan dia, engkau melewati kehidupan bersama, berbagi suka dan duka, merenda impian dan harapan, menghadapi setiap masalah dan rintangan.


Ketika engkau sakit, dia akan merawatmu dengan sabar. Ketika engkau sedih, dia akan menghiburmu dengan ikhlas. Ketika engkau lelah, dia akan menyemangatimu dengan penuh kasih sayang.


Saat engkau memerlukan pertolongan, dia akan mengupayakan semua yang bisa dilakukan untukmu. Saat engkau lemah, dia akan menguatkanmu. Saat engkau memerlukan nasehat, dia akan memberikan nasehat terbaik bagimu.
Saat berangkat tidur, dialah orang terakhir yang engkau lihat. Saat bangun tidur, dialah orang pertama yang engkau dekap. Saat engkau bepergian jauh, dia selalu ada di dalam hati dan pikiranmu.


Dia selalu memikirkan dirimu. Dia selalu berdoa untukmu. Dia selalu mengkhawatirkan keselamatanmu. Dia selalu merindukanmu.
Engkau telah menjadi dunianya dan dia telah menjadi duniamu.
Maka saat engkau bertengkar, ingatlah bahwa dia adalah kekasih hatimu, belahan jiwamu, lentera hidupmu. Jangan engkau lukai dengan perkataan, sikap dan perbuatanmu.


Selalu peluk istrimu, jangan menyimpan dendam dan kemarahan kepadanya. Maafkanlah kekurangannya. Pahami relung jiwanya. Selami dasar hatinya. Semoga kalian bahagia selamanya hingga ke surga.  Amiin

10/06/15

Suami istri

Laki-laki yang sudah menikah disebut suami, perempuan sudah menikah disebut istri. 

Suami dan istri adalah dua makhluk yang tidak sama, tetapi satu dengan lainnya harus saling melengkapi. Kedua belah pihak harus saling mengerti dan memahami, bahwa mereka adalah makhluk unik yang berbeda dalam banyak sifat serta karakter.


Yang terpenting dalam menjalani kehidupan suami istri adalah berusaha saling

mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing.  Maka ber-

komunikasilah dengan baik

Selamat Berbahagia buat Prima & Putri...
Barokallohulakumaa..

05/06/15

Keluarga Bahagia

Dalil kunci keharmonisan dalam berumah tangga., yaitu “Hunna libasun lakum wa antum libasun lahunn” – QS Al-Baqoroh 187. Artinya; “Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian (para suami) adalah pakaian bagi mereka (para istri).”

Merujuk pada pola kalimat di atas adalah model kalimat majemuk - setara. Artinya hubungan antara suami isteri adalah hubungan kesetaraan - saling membutuhkan. Tidak bisa berdiri sendiri. Atau yang satu lebih rendah dari yang lain. Penyebutan pertama dengan kata hunna (para istri) ini hanya ingin menunjukkan kaitannya dengan Surat An-Nisaa ayat 34 bahwa lelaki adalah pemimpin bagi wanita. Dengan pemahaman demikian, maka tidak akan tumpang tindih dengan dalil-dalil yang lain.

Kemudian penggambaran pakaian adalah penggambaran yang paling gamblang dan sederhana. Dan kita mafhum bagaimana fungsi pakaian yang biasa dipakai manusia. Pakaian berguna untuk beribadah.


Pernikahan adalah untuk menyempurnakan agama. Syaitan berteriak gagal ketika seorang pria mengucapkan ijab kabulnya. Sebab sudah sempurna agamanya 2/3 atau separohnya.

Pakaian berguna untuk menutup aurot/rahasia. “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu, dan pakaian indah untuk perhiasan.“ [QS. al-A’raaf : 26] Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Pakaian berguna untuk perhiasan.  Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri. Jangan terbalik, saat keluar rumah istri atau suami tampil menarik agar dilihat orang banyak.  Sedangkan giliran ada di rumah suami atau istri berpakaian seadanya, tidak menarik, awut-awutan, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun padanya.  Suami-istri saling menjaga penampilan pada masing-masing pasangannya.

Pakaian berguna untuk sebuah identitas. Identitas diri kalau sudah bersuami dan beristri.  Identitas/kepribadian yang menggambarkan eksistensinya sekaligus membedakannya dari yang lain. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur,an: “Yang demikian itu lebih mudah bagi mereka untuk dikenal …”. (Q.S. al-Ahzâb (33): 59). 

Pakaian berguna untuk pelindung, melindungi dari segala kemungkinan buruk.  Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya.  Seperti itu pula fungsi suami-istri yaitu saling melindungi dan menenteramkan, bukan menindas atau menciptakan ketakutan.  Selain fungsi dimaksud, pakaian juga perlu dirawat, dijaga, dicuci, diseterika dan diberi pengharum agar enak dan menyenangkan ketika dipakai, kapan saja.

Menariknya lagi, ayat ini diturunkan berkaitan dengan bab puasa. Artinya apa? Di luar kebutuhan dasar hidup yang lain, kebutuhan yang satu ini adalah kuncinya. Jangan pura-pura tidak butuh dan acuh tak acuh.  Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dan ini menjadi dasar hubungan paling hakiki antara suami dan istri. 

Selamat Berpuasa
Selamat berbahagia buat Pandu & Uris.....Barokallohulakuma..

05/04/15

Menikah adalah untuk Menyempurnakan Agama

Disadari atau tidak, dasar sebagian besar orang berumah tangga adalah untuk menyempurnakan agamanya. Hal inilah yang perlu diwanti – wanti, dicermati terus guna membangun sebuah rumah tangga yang bahagia.

Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seorang hamba menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah  pada separo sisanya.” (Rowahu al-Baihaqi)

Sebagai start awal dan dasar tindakan, maka ke depannya harus dipahami terus dan dilestarikan, jika dalam perjalanan biduk rumah tangganya melenceng atau keluar jalur dari tujuan utamanya: untuk menyempurnakan agama. Bagi pasutri yang tidak meletakkan niat menyempurnakan agama ini sebagai hal yang utama dan number one, maka sebaiknya harus segera dikoreksi. Taruhlah hal ini sebagai prioritas utama. Sebab kesempurnaan agama yang dimaksud bukanlah kesempurnaan agama satu pihak saja. Kesempurnaan agama suami thok atau kesempurnaan agama istri thok.  Melainkan kesempurnaan agama bagi kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Jadi, kalau yang merasa diuntungkan hanya sebelah pihak saja berarti kurang sempurna. Harus dua – duanya. Ya, baik dari suami maupun istri. Dan keadaan saling menguntungkan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah karenanya.

Dari Abu Huroiroh ra. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga manusia yang Allah pasti menolong mereka, yaitu mujahid di jalan Allah, budak yang berniat melunasi pembebasannya, dan orang yang menikah karena ingin terjaga.” (Rowahu at-Tirmidzi, ia berkata ini hadits hasan shohih).

Karena dasar menyempurnakan agama itu bersifat universal, multi aspek, maka ia tidak menafikan adanya pilihan – pilihan lain dalam memilih calon pasangan. Boleh pilih yang cantik rupawan, boleh memilih yang model kebarat – baratan, boleh yang kriting, dsb, asal suka dan agamanya oke punya. Juga boleh memilih yang kaya, bisnisman, enterpreneur, dsb yang penting punya agama yang paten. Boleh juga memilih yang ningrat, berpangkat, dsb asal tetap ditunjang agama yang baik. Atau bahkan gabungan dari ketiganya cantik, kaya dan ningrat dengan kualitas pemahaman agama yang akuntabel. Orang jawa bilang bobot, bibit, bebet. Namun pilihan – pilihan itu ada konsekuensi dan problematikanya, sehingga Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.

Dari Abu Huroiroh ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Pada dasarnya kecantikan, kedudukan dan kekayaan bersifat lahiriah semata. Sedangkan ketaatan beragama bersifat lahir dan batin. Berasal dari kepahaman hati dan tampak dalam amalan. Kepahaman membungkus setiap sifat dan gerak – gerik dalam keseharian. Singkatnya dengan mempunyai kepahaman agama yang baik, seperti bertindak di saat yang tepat, tempat yang tepat dan sasaran yang tepat. Jadi tidak pernah meleset. Oleh karena itu, sungguh sangat berharga mempunyai pasangan yang taat beragama.

Dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan al –Hakim)

Maka, ketika pergi ke peraduan, saya sering mengingatkan istri akan tujuan berumah tangga yang sedang kami bina. Ia tidak bertujuan mencari kedudukan, juga bukan kepangkatan dan juga bukan untuk memproduksi kekayaan dan kecantikan, melainkan ingin mencari surga selamat dari neraka. Hal itu tertulis jelas di dalam Surat Lamaran yang dulu pertama kali saya buat kukirim kepadanya. Dan eloknya, istri saya masih menyimpannya dengan rapi di dalam document file miliknya. Ketika kutanya kenapa? Dia menjawab, “Untuk mengingatkan kelak kalau kita lupa.” Karenanya di akhir dialog sering saya mensyukurinya – jazaakillaahu khoiro – mau menjadi istri saya. Dan hadiah tak terduga pun selalu hadir setelahnya. Anda tahu kan?



12/01/15

Laki-laki (Suami) yang Baik

Share dari Pengajian Pemantapan Cak Emir.....

Suami yang baik itu adalah:

1. Mencintai istrinya dengan cinta dari Alloh (Cintanya karena Alloh)
    Kalau istrinnya salah..mau mengingatkan/menasehati

2. Menerima istrinya apa adanya

3. Memberi makan istrinya, dengan apa yang dia makan

4. Memberi pakaian istrinya, apa yg dia pakai (maksudnya, pakaian perempuan lho ya)

5. Bisa memberi nasehat pada istrinya dengan cara baik

6. Bisa menghargai usaha baik istrinya

7. Selalu mendoakan istrinya supaya bisa menjaga dan mendidik anak-anaknya

8. Bisa meng-gauli istrinya dengan baik

9. Bisa Husnuzdon bila melihat sesuatu yang tidak disukai dari istrinya

Karena ada Dalil berikut:
Allah berfirman, “Dan gaulilah mereka istri dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisaa : 19)

10. Bisa memaafkan kekurangan istri

Hai para Suami....Sudahkah Anda seperti itu..?


25/12/14

Kehidupan Berumah Tangga..

Terus terang, tulisan ini terinspirasi berat sebuah lagu Vierra yang berjudul Bersamamu. Pertama kali mendengar liriknya, terbayang – bayang kebiasaan  yang sering saya lakukan kepada istri; memandangi wajahnya. Maka, tak pelak saya sering memutar ulangnya. Dan begitulah nyatanya, ada perasaan senang campur bangga ketika melakukannya. Apalagi ketika mendapati wajah istri berseri. Simaklah liriknya;

Memandang wajahmu ceria,
Membuatku tersenyum senang,
Indah dunia.

Tentu saja kita pernah,
Mengalami perbedaan,
Kita lalui.

Dalam perjalanannya sebuah rumah tangga tak terlepas dari perbedaan dan perselisihan. Seiring berjalannya waktu dan kedewasaan - antara suami dan istri, kadang perbedaan dan perselisihan itu bisa dilewati dengan baik. Dan itu akan tampak dalam wajah keseharian yang berseri – seri. Bercahaya. Enak dipandang. Dan aura menyejukkan. Kuncinya, saling pengertian dan selalu mengontrol diri agar tidak serabutan dalam bersikap dan bertindak. Coba cermati kembali Sabda Nabi SAW berikut ini.

Dari Abu Huroiroh ra. ia berkata, “Dikatakan kepada Rasulullah SAW manakah perempuan yang baik?” Beliau menjawab,”Yaitu perempuan yang menyenangkan pada suami ketika dipandang, dan mentaatinya ketika diperintah dan tidak menyelisihi di dalam diri dan hartanya dengan apa – apa yang dibenci oleh suami.” (Rowahu an-Nasaa’i Kitabun Nikah)

Banyak orang yang memahami dalil ini dengan sikap yang kurang proaktif. Lebih banyak menunjuk hidung pihak lain daripada mengoreksi diri sendiri. Banyakan menuntut. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa hadits ini ditujukan khusus buat para isteri.  Sebab obyek yang dibicarakan memang jelas, yaitu kriteria perempuan yang baik. Adalah kewajiban istri agar selalu enak dipandang suami. Berdandan, bersolek, macak untuk sang suami. Itu adalah kewajibannya, tanpa mau tahu bagaimana membuat istri bisa enak dipandang dan bagaimana cara memandangnya. Bagaimana mau berdandan kalau tidak ada perlengkapan buat berdandan. Bagaimana istri mau enak dipandang, jika sudah berdandan mau kerja, eh sang suami minta dilayani. Walaupun istri mau melayani tapi suasananya pasti tidak sedap dipandang. Sebab istri merasa terpaksa, entar dosa, nggak taat suami dan beban terlambat, buru – buru, macet serta kena marah atasan.

Disinilah letak proaktif yang sejatinya merupakan tugas para suami yang tak kalah besar dan menentukan itu. Dan itu semua tersirat dalam redaksional di atas. Apalagi jika dikaitkan dengan tanggung jawab dan kepemimpinan seorang suami. Jadi, jangan serta - merta menyalahkan istri, ketika sang suami menjumpai istrinya berwajah muram, tak enak dipandang. Barangkali, sebab itu semua adalah kelakuan kita - para suami - yang telah membuatnya durja. Pulang terlambat nggak memberitahukan.  Ada acara mendadak tak kirim kabar. Atau punya agenda lain tersembunyi, padahal sudah ada janji dengan istri. Dan masih banyak contoh kecil yang lain. Atau – tanpa sengaja – melukainya bahkan mungkin sampai menganiayanya. Tapi kita sering tak merasa.  Dalil itu sering menutupinya sehingga tuntutan didahulukan sebelum tuntunan diberikan. Padahal Rasulullah SAW memberikan teladan, Dari Aswad ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Aisyah ra., “Bagaimana Nabi berbuat - bertindak – tanduk di dalam rumahnya?’ Aisyah ra. menjawab, “Beliau ada dalam kerepotan keluarganya, maksud Aisyah yaitu, melayani keluarganya, maka ketika datang waktu sholat Beliau keluar untuk sholat.” (Rowahu al-Bukhori K. an-Nafaqoot)

Kembali pada syair di atas, kata – kata itu mengingatkan untuk bersyukur kala menghadapi situasi yang menyenangkan. Mendapati wajah isteri ceria adalah anugrah. Menenteramkan hati. Adalah sebuah rejeki mendapati wajah isteri berbinar. Laksana rembulan sejuk bersinar. Dan selanjutnya pun jadi tahu, jika melihat wajah isteri tidak berpadu – padan dengan keceriaan, biasanya ada yang tidak beres dengannya. Disitulah letak kebahagiaan selanjutnya. Memandang wajah isteri adalah cermin situasi yang tengah melanda rumah tangga yang sebenarnya. Seraya membuka komunikasi untuk segera menyelesaikannya. Maka seolah nyambung, lagu itu diakhiri dengan referen;
…………………
Ku kan setia menjagamu, bersama dirimu…dirimu,
Sampai nanti akan slalu bersama dirimu…,


Ya, begitulah seharusnya kehidupan berumah tangga. Ada perbedaan. Ada perselisihan. Ada riak dan dinamika kehidupan yang harus dimainkan. Tak lain, semua itu adalah jalan menuju kebahagian itu sendiri.  Sebagaimana Allah firmankan dalam KitabNya, Dan gaulilah mereka istri dengan baik.” (QS An-Nisaa : 19). Pituah yang padat, penuh dan berisi. Tinggal kita memainkannya dalam kehidupan sehari – hari sesuai dengan situasi dan kondisi. Yang semua itu juga atas perkenanNya.(Ustad Fauzun)
Barokallohulakumaa buat Bimbi & Farrah

05/12/14

Suami adalah Jembatan ke Sorga bagi Istri

Alloh berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita),An Nisaa 34

Dia adalah pemimpin buat kaum wanita, yang harus ditaati dan dihormati

Suami adalah jembatan untuk masuk surga atau neraka bagi istri

30/08/14

Fakta Orang Menikah

Penelitian ilmiah mengenai latar belakang pria-pria berprestasi telah mengungkapkan fakta penting yaitu:..dibalik tokoh pria yang telah berhasil mencapai kekayaan luarbiasa dan menjadi terkenal dibidang sastra, industri, arsitektur dan berbagai profesi lainnya biasanya terdapat sosok seorang perempuan yang memberi motivasi dan pengaruh kuat. 

Hampir semua para pemimpin selalu didukung dan mendapatkan inspirasi dari seorang wanita.  Dan wanita yg dimaksud adalah Istri yang santun dan rendah hati, yg tidak mementingkan dirinya sendiri yang kehadiran dan kiprahnya tak banyak didengar publik.


23/08/14

Bahagia Berkeluarga

Pahamilah ayat dibawah ini:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum 21)

Ayat ini menyatakan bahwa tiap-tiap manusia itu ada jodohnya (azwaajan), maka agar tenang mereka (litaskunuu ilaihaa) Alloh manjadikan mereka ber kasih sayang (mawaddatan warohmah).  Inilah Anugrah dari Alloh bagi laki dan perempuan yang telah menikah sehingga timbul rasa simpati dalam pribadi mereka.

Dengan ayat tsb, timbul rasa cinta suami kepada istrinya dan sebaliknya. Sehingga mereka menyatu bisa merasakan nikmat oleh suami juga dirasakan oleh istri juga sebaliknya..

Rasa simpati dan cinta ini oleh karena ikatan perkawinan yang mempertemukan keduanya.  Ketika bertemu keduanya atau ber 'amal sholeh' keduanya membawa barokah.  

Bagi si perempuan/istri...ia merasakan telah menjadi bagian dari laki-laki/suami tersebut.  

Bagi si suami tsb juga sangat senang dan menambah cintanya, sehingga ia selalu berusaha memberi kemewahan dan membahagiakan istrinya.

Maka hilanglah hal-hal yg membedakan dan rintangan-rintangan diantara keduanya. Dan keadaan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah

Barokallohulakuma buat Fany dan Tya..

15/08/14

Tugas Suami

Allah berfirman, ”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).” (QS an-Nisa 34).

Salah satu tugas yang harus dijalankan suami dalam meraih kebahagiaan ini adalah
1. Memberikan nasehat kepada istri. dengan irama baik, pait madu dan lemah - lembut. Papan empan adepan. Melihat situasi dan kondisi. Boleh dengan bercanda. Gaya yang ringan dan lucu.  Atau waktu   khusus, pas berduaan. Atau pas pergi ke peraduan. Jangan hantam kromo.
2. Memberikan teladan yang baik. Dari tingkah – laku, unggah - ungguh, tata krama, bahasa tubuh – lebih baik dp omongan (bahasa verbal)

Rasulullah SAW bersabda, ”Saling menasehatilah kalian mengenai perempuan, sebab perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu memaksa meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya maka ia tetap bengkok. Maka saling menasehatilah kalian dengan perempuan.” (Rowahu al-Bukhari dan Muslim)

28/05/14

Berbahagialah

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh beruntung/berbahagia orang yang masuk islam, diberi rizki cukup dan Allah menjadikan qona’ah (menerima/merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan.” (Rowahu Muslim).

Rasulullah SAW bersabda,
“Beruntunglah/berbahagialah orang yang diberi petunjuk kepada islam, dan hidupnya pas-pasan dan dia bersikap qonaah.”

Rasulullah SAW telah bersabda, “Di antara kebahagiaan anak adam itu ada tiga, dan di antara kesengsaraan anak adam itu ada tiga. Di antara kebahagiaan anak adam adalah istri yang sholihah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik pula. Dan di antara kesengsaraan anak adam adalah istri yang jahat, tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang jelek.” (Rowahu Ahmad)

Ibnu Asaakir dan Imam Nasa’i meriwayatkan; “Ada empat perkara yang termasuk kebahagiaan, yaitu istri yang sholihah, anak – anak yang baik, lingkungan tempat bergaul yang baik dan rejekinya berada di negeri sendiri.”

03/04/14

cintailah orang yang kamu nikahi.


Seorang anak bernama Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah SAW) bertanya kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib; "Apakah engkau mencintai Allah?"
Lalu Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu (Rasulullah SAW, maksudnya)?"
Ali bin Abi Thalib pun kembali menjawab, "Ya".
Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai Ibuku?"
Lagi-lagi Ali bin Abi Thalib menjawab;"Ya".
Husain kecil kembali bertanya; "Apakah engkau mencintaiku?"
Ali bin Abi Thalib menjawab; "Ya".
Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya; "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?"
Kemudian Ali bin Abi Thalib menjelaskan; "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kakek dari ibumu (Nabi SAW), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT.”
 
Berkeluarga tak lepas dari masalah cinta. Dan begitu banyak perhiasan cinta dalam diri seorang anak manusia, seperti yang digambarkan Allah dalam ayatnya. Bahwa Allah menghiasi manusia dengan beberapa kecintaan mulai dari wanita, keturunan, harta benda, ternak dan kendaraan. Hal ini disampaikan dengan jelas dan arif dalam kitabNya ;
 
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imron:14)
 
Maka, ada istilah yang ngetop sebagai sebuah haluan sebelum pernikahan, yaitu menikahlah dengan orang yang kamu cintai. Rasanya, idiom ini tidaklah salah. Akan tetapi istilah ini juga tidak seratus persen benar. Cinta memang penting sebagai landasan berumah tangga, tetapi lebih penting lagi idiom yang kedua ini, yaitu cintailah orang yang kamu nikahi.
 
Beruntung bagi pasangan yang sedari awal menikah sudah berlandaskan cinta, sehingga sekarang tinggal meneruskan dan menjaga dengan terus mencintai orang yang Anda nikahi. Bagi yang awal penikahan belum dihampari dengan rasa cinta pun tetap masih beruntung, sebab belum telat untuk membangun keluarga bahagia dengan mencintai pasangan setelah menikah.
 
Bagi yang masih susah memulai mencintai orang yang kamu nikahi, simaklah dialog inspiratif di atas. Ketika kita mulai sadar bahwa semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT, segeralah mencintai Allah dengan sepenuhnya. Insya Allah cinta-cinta yang lain akan gemrudul menyusul bersamanya. Dan apa yang dikatakan Allah dalam mencari keluarga sakinah mawaddah warohmah bukan hal yang sulit. Bersama cintaNya semua bisa. Karena itu, didalam ajaran agama hal utama dalam memilih pasangan hidup adalah kefahaman agamanya. Sebab dengan kefahaman agama yang baik melempangkan jalan cinta kepada Allah dan cinta-cinta yang lain dengan indahnya, sederhana dan apa adanya.
 
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW bersabda: ”Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (Shohih Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

25/02/14

Apakah Anda Masih Bujangan..? Mau Titip Doa..? Silahkan

Assalaamu alaikum Wr Wb

Mohon maaf poro sedulur...

InsyaAlloh tgl 3 sd 12 maret 2014 saya akan ke Baitulloh melaksanakan Umroh, maka saya mohon pamit untuk tidak posting dulu selama beribadah.  Lama juga yaa....yah blog ini belum punya kontributor lain siih.

Jadi tentunya belum ada postingan selama saya pergi.  O..ya, jika Anda (Muda/mudi/bujangan) ingin sy doakan di depan Baitulloh sana....silahkan kirim email/doa Anda yaa.  InsyaAlloh akan saya bacakan.  Ajkk telah berkunjung.

Wassalaamu alaikum
Salam Perkawinan

H. AB

06/09/13

Ber-Keluarga

Keluarga, terbentuknya diawali dengan suatu prosesi yang disebut perkawinan.
Yaitu bertemunya dua sejoli untuk berjanji setia menyempurnakan agama dan saling menjaga dengan prinsip saling menghormat dan taat di dalamnya.



21/05/13

Menikah itu Sunnah Nabi

“Wahai bani Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk mesjid (untuk beribadah) dan makan minumlah tetapi jangan berlebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”(QS.Al-A’raf [7]:31).

Dari Anas bin Malik ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata, ”Saya akan selalu shalat malam terus menerus. Yang lain berkata, ”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun”. dan yang lain lagi berkata, ”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya”.

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”..!
 

25/04/13

Perkawinan erat hubungannya dengan AGAMA

Allah menyuruh mengawini seorang perempuan bukan saja karena cantiknya, banyak harta kekayaannya dan tinggi kedudukannya, tapi ialah yang baik iman dan akhlaknya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, mungkin kecantikan itu akan membinasakan, janganlah kamu mengawini mereka karena harta kekayaannya mungkin harta kekayaan itu akan menyebabkan mereka durhaka dan keras kepala. Tetapi kawinilah mereka karena agamanya (iman dan akhlaknya). Budak perempuan yang hitam, tetapi beragama, lebih baik dari mereka yang tersebut di atas”. (HR Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amr

Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari).

06/04/13

Wawancara Badrun dengan P Midun


BADRUN: "Saya mau nikah pak… tapi belum ada modal?"
P. MIDUN: “Nikah aja…kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau
               buka toko!.
                “Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera….Kebalik tuuh.
                Ayoo segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan oleh Alloh”

BADRUN: "Tapi saya masih belum lulus kuliah pak?".
P. MIDUN: “..Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah.?!.

BADRUN: "Tapi saya belum punya kerjaan tetap pak?".
P. MIDUN: “Kebanyakan TAPI-nya kamu itu..! .Nggak penting punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan..!!

BADRUN: "Ada yg bilang..Nikah muda itu bahaya lho pak, psikis pasangan muda kan labil?".
P. MIDUN: “..Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil..!!

BADRUN: "Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?"
P.MIDUN: “Pacaran itu pasti rawan maksiat. Tapi kalo Nikah…rawan rohmat..!

BADRUN: "..Calon saya udah sayang banget ma saya pak".
P.MIDUN: “Katakan pada calonmu itu, "Aku akan Buktikan cinta sejati ku dengani "qobiltu..!!!"  

BADRUN: "Pak, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?".
P.MIDUN: “Lhooo.., kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat.?!


BADRUN: "Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu pak"
P.MIDUN: “Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa   tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun khan.?. Kalo nikahnya umur 20. Usia40-an sudah bisa gendong cucu tuh :)

P.MIDUN: “Saya nganter istri dulu ya…ini berpahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah..!

Setelah P MIDUN pulang dari nganter istrinya…wawancara berlanjut

BADRUN: "Pak…saya sering liat.. ada orang dewasa yg nggak nikah2?"
P.MIDUN: “Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah..kemungkinannya hanya ada 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan.

BADRUN: "Pak, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masa’ baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?".
P.MIDUN: “Heh, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

BADRUN: "Saya mau fokus di karir dulu pak".
P. MIDUN: “Astaghfirulloh, masih nggak percaya juga dengan firman Alloh?.
Nikah itu ngundang rezeki, baca deh QS An Nuur ayat 32. Udahlah, pokoknya orang keren
adalah orang yg nggak suka cari2 alasan..!!

BADRUN: "Pak, modal nikah itu berapa sih?"
P.MIDUN: “Yaa..seringan mungkin. Sesederhana mungkin… Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin.
Jangan boroskan duit buat resepsi.

BADRUN: "Pak, adakah penelitian yg membuktikan nikah itu bikin kaya?"
P.MIDUN: “Ooo..Buanyak. Lihat P Wahyudi…P Suharto..!  Mangkanya sempetin nderes ngaji, nggak baca status facebook doank :)

BADRUN: "Kenapa ya… ada yg usai nikah tapi ekonominya malah kesulitan?"
P.MIDUN: “Yg usai nikah dan lebih bahagia…Buanyaak lho. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi   faktor orangnya.  Dasar kamu..kenapa yg jeleeek dijadikan contoh, lihat tuuh mas Ali, mas Aan, pak Yos…setelah menikah rejekinya di gerojok Alloh :)

BADRUN: "Kalo belum ketemu jodoh gimana, pak?"
P.MIDUN: “Jodoh itu, sebagamana rezeki. Rezeki memang ditangan Alloh, tapi kalo nggak  dijemput ya bakal ditangan Alloh teruuus.  Perhatikan tuuh burung-burung keluar sarangnya  cari makan…siapa yg beri dia makan?..Alloh..!!

BADRUN: "Lha cara jemput jodoh itu gimana pak?"
P. MIDUN: “Masya..Alloooh…Gitu aja masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe, Kalo  udah ada yg disenengin…lapor tim PKW…biar dilancarin.

BADRUN: "Kenapa sih pak… dari kemaren ngomporin nikah mulu?"
P.MIDUN: “Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe. Kalian itu ya..
"Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2".
Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah.. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?.

P.MIDUN: “Beneeer, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan :).
    “Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-aan :)

P. MIDUN: “Daripada pingiin, buruan berbenah, dan segera nikah :)

P.MIDUN: “Nikah ituuuu, menenangkan lhoo. Juga menyenangkan. Beneran.!  Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan :)

Daripada protes terus dan tersinggung, panas-dingin, mending berbenah, mending berubah, mending berusaha dan berdoa, semoga bisa tergapai cita-citanya…. nikah walo masih muda..Amiin!  SAPASLB



05/04/13

Sungguh sangat Berharga punya pasangan taat Agama

Pada dasarnya kecantikan, kedudukan dan kekayaan bersifat lahiriah. 

Sedangkan ketaatan beragama bersifat lahir dan batin. 


Berasal dari kepahaman hati dan tampak dalam amalan.
Kepahaman membungkus setiap sifat dan gerak – gerik dalam keseharian.

Oleh karena itu, sungguh sangat berharga mempunyai pasangan yang taat beragama.



Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani )

Janji Pertolongan Alloh


Rasullulloh SAW bersabda: "Ada tiga manusia yg Alloh pasti menolong mereka, yaitu mujahid dijalan Alloh, budak yg berniat melunasi pembebasannya dan orang yg MENIKAH karena ingin TERJAGA" (Rowahu at-Tarmidzi, ia berkata hadits hasan shohih)