Translate

Tampilkan postingan dengan label Provokator PKW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Provokator PKW. Tampilkan semua postingan

30/01/17

Peran Suami dalam Membantu Ketaatan Istri

       Mengerti Kondisi dan Perasaan Istri
Pengertian Suami adalah Sesuatu Banget
Saat sedih, suami menghibur & menyenangkan hatinya.
Saat istri galau, suami bisa menguatkan hatinya.
Saat istri menangis, suami memeluknya.
Saat istri ingin curhat, suami mau mendengarkan keluh kesahnya.
Saat istri marah, suami bisa meredamkannya


25/12/15

Setelah Menikah

Setelah menikah, engkau tidak saja mendapatkan pasangan hidup, namun engkau mendapatkan kebahagiaan yang tidak akan bisa didapatkan tanpa menikah.

Dimulai dari pernikahan sampai akhir hayat nanti, pasangan hidupmu itu akan menjadi pendamping setia dan sabahat terbaik bagimu.

Dengan dia, engkau melewati kehidupan bersama, berbagi suka dan duka, merenda impian dan harapan, menghadapi setiap masalah dan rintangan.


Ketika engkau sakit, dia akan merawatmu dengan sabar. Ketika engkau sedih, dia akan menghiburmu dengan ikhlas. Ketika engkau lelah, dia akan menyemangatimu dengan penuh kasih sayang.


Saat engkau memerlukan pertolongan, dia akan mengupayakan semua yang bisa dilakukan untukmu. Saat engkau lemah, dia akan menguatkanmu. Saat engkau memerlukan nasehat, dia akan memberikan nasehat terbaik bagimu.
Saat berangkat tidur, dialah orang terakhir yang engkau lihat. Saat bangun tidur, dialah orang pertama yang engkau dekap. Saat engkau bepergian jauh, dia selalu ada di dalam hati dan pikiranmu.


Dia selalu memikirkan dirimu. Dia selalu berdoa untukmu. Dia selalu mengkhawatirkan keselamatanmu. Dia selalu merindukanmu.
Engkau telah menjadi dunianya dan dia telah menjadi duniamu.
Maka saat engkau bertengkar, ingatlah bahwa dia adalah kekasih hatimu, belahan jiwamu, lentera hidupmu. Jangan engkau lukai dengan perkataan, sikap dan perbuatanmu.


Selalu peluk istrimu, jangan menyimpan dendam dan kemarahan kepadanya. Maafkanlah kekurangannya. Pahami relung jiwanya. Selami dasar hatinya. Semoga kalian bahagia selamanya hingga ke surga.  Amiin

28/04/15

Mau Nikah....? (Wujudkan Mimpimu agar jadi Kenyataan)

Itu ucapan seorang anak muda...yang masih sangat muda menurut saya...karena dia baru semester I kuliah di UPN.  "Saya mau nikah pak...ngimpi kalee yaa....soale ga dapet ijin ortu".

Baru aja kuliah dah minta kawin....lho kalau dah ada yg disukai..? Memang sih...tapi masih dianggap anak kecil sama doi.  "Anak kecil looh...berani2nya ngomong kawin sama gue.....aku ini kakak kelasmu.!! gitu katanya

Begitu ceritanya lur...si anak muda ini tak patah semangat...dia berusaha menaklukkan perempuan yg barani melecehkannya.  Akan ku tunjukkan padanya...!!  Aku berani.!!

Lalu anak muda ini mengambil beberapa tindakan, supaya impian menikahnya ini bisa terwujud.

Naah...ngomong2 masalah mimpi ini, Minggu yll MM suteng sudah mempraktekkannya setelah pengajian MM

Berikut cara mengubah Mimpi menjadi kenyataan:
Buatlah Mimpi-mu itu sebagai Visi hidup
Jadikan Mimpimu sebagai visi atau tujuan hidup yang harus Anda capai bukan hanya sekedar mimpi belaka atau hanya sekedar berkhayal .
Membentuk Pola Pikir Positif serta Meningkatkan pengetahuan
Pola pikir kita harus bisa kita kendalikan dengan baik, biasakanlah untuk selalu membentuk pola pikir yang positif. Kenapa orang sering gagal dalam mewujudkan mimpinya?..hal itu dikarenakan mereka memiliki mimpi akan tetapi tidak mengimbangi mimpinya dengan pola pikir yang positif .



Buatlah susunan Rencana atau Strategi yang matang
Membuat rencana atau strategi yang matang tentang langkah langkah dan jangka waktu yang jelas yang akan anda tempuh untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata.

Buatlah Tujuan atau Mimpimu yg SMART
Smart maksudnya ialah:
  • Specific, tetapkan mimpimu dengan jelas (spesifik) dan mudah dicapai
  • Measurable, target mimpi yang dapat diukur dengan jelas
  • Achievable, target mimpi yang dapat dicapai dengan realistis
  • Reasonable, penetapan target mimpi yang mempunyai pijakan yang kuat untuk dapat dicapai
  • Time Based, menetapkan kurun waktu yang jelas untuk mencapai target.
Segeralah bertindak (action)
Sebaik apapun mimpi dan rencana yang telah di susun dengan rapi jika Anda tidak pernah mau untuk memulai melangkah melaksanakan tindakan yang bisa mengantarkanmu kepada target maka semua mimpi Anda mustahil akan bisa terwujudkan.
Yakinlah bisa berhasil
Miliki keyakinan yang kuat bahwa kamu bisa berhasil mewujudkan mimpimu.

Evaluasi
Sering-seringlah meng-evaluasi dan temukan kesalahannya dimana, lalu perbaiki

Teruslah berusaha dan jangan Putus asa
Singkirkan jauh–jauh hal–hal yang bisa membuatmu menjadi  down atau berputus asa.  Abaikan omongan miring dari orang orang yang ingin melecehkan atau membuat anda lemah melanjutkan perjuangan.

Berdo’alah & Pasrahkan semuanya pada Alloh
Banyak berdoa dan senantiasa meminta pertolongan kepada Alloh. Dan serahkan semuanya pada Alloh.

Semoga semua mimpi Anda menjadi kenyataan...Amiiin 


29/10/14

Falsafah Pernikahan

Teman saya yang belum menikah pernah berkata, "Saya takut menikah karena belum tentu sanggup menjadi suami yang baik".

Trus ada lagi teman saya yang lain, yang sudah nikah mengatakan, "Menikah itu enaknya cuma 10 persen, yang 90 persen uweeenak bangettt..."
Hmmmm...

Kedua pendapat diatas sama benarnya, sebab masing-masing punya sudut pandang berbeda.

Bagi yang sudah pada nikah kebanyakan berpendapat bahwa menikah itu indah... menyenangkan... dan menenteramkan jiwa.

Lalu,bagi yang belum nikah, mereka kerap dihantui kekhawatiran bahwa menikah itu sesuatu yang menakutkan, berat, penuh tantangan dan butuh biaya besar.

Mereka yang berpendapat seperti itu ya jangan disalahkan, karena mereka sendiri belum menjalaninya...iya to...

Terlepas dari perbedaan diatas, pernikahan memang suatu hal yang harus DISEGERAKAN.
Bahkan Rasulullah SAW dengan tegas mengultimatum agar laki-laki yang udah sanggup menikah untuk segera melaksanakannya (hadits riwayat Ahmad).

Pernikahan bukan hanya bertujuan untuk menghindarkan diri dari kancah maksiat, tetapi juga sebagai sarana dakwah sosial atau amar ma’ruf.

Ketika menikahi seorang wanita - untuk yang pertama kali, kedua, ketiga, atau keempat - seorang laki-laki telah memutar roda dakwah dengan mengeluarkannya dari image buruk.

Pernikahan insya Allah akan dapat diwujudkan jika dalam diri seseorang mengemuka empat faktor yang disebut-sebut sebagai "Falsafah Pernikahan". Keempat hal itu meliputi : niat, tekat, nekat dan dokat (bahasa prokem = duit).

Pertama, NIAT. Niat merupakan kuncinya ibadah. Baik buruknya hasil suatu pekerjaan sangat tergantung pada niatnya, demikian dikatakan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Nasa’i.

Niatlah yang awalnya menggerakkan kita untuk mengerjakan sesuatu. Niat yang disertai dengan komitmen dan tanggung jawab.

Sesiap apapun tapi belum berani berkomitmen dan bertanggung jawab, niat untuk menikah akan kembali mentah seperti semula.

Takut berkomitmen dan punya tanggung jawab membuat sebagian orang enggan menikah pada saat yang sudah seharusnya.

Karena itu, pernikahan hendaknya didahului oleh niat semata-mata mengharap ridho Allah untuk membentuk rumah tangga idaman, harmonis dan romantis, sakinah mawaddah wa rahmah.

Dengan niat yang ikhlas (tidak hanya mengedepankan dorongan nafsu), insya Allah pernikahan akan membawa rahmat yang menyuguhkan ketenteraman tiada tara.

Kedua,TEKAT. Niat saja belum cukup bila tidak dibarengi dengan tekat. Tekat merupakan kesungguh-sungguhan untuk melaksanakan niat dimaksud.

Tekat mendorong seseorang untuk mencapai kehendak hatinya, meskipun dalam pelaksanaannya berhadapan dengan berbagai tantangan.

Kalau seseorang telah bertekat menikah, sebenarnya
tidak ada lagi alasan yang bisa menghalanginya.

Tetapi kenyataan yang selama ini terjadi, yang telah menjadi fenomena di kalangan bujangan adalah keragu-raguan, pikir yang terlalu panjang dan kecemasan prematur yang sengaja ditumbuhkembangkan.

Akibatnya tekat yang seharusnya menjadi motor malah kalah duluan.

Ketiga, NEKAT. Supaya tekat dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata, maka perlu kenekatan.

Islam insya Allah tidak akan menyebar jika tidak ada kenekatan Rasulullah SAW dan pengikut-pengikutnya untuk mendakwahkannya di tengah-tengah kaum kafir Qurais jahiliyah.

Republik ini pun insya Allah tidak akan merdeka jika tidak ada kenekatan para pejuang melawan moncong senapan Belanda dengan bambu runcing.

Begitu pula, kita yang hidup hari ini pasti tidak akan ada jika saja ibu dan bapak kita dulu tidak nekat untuk menikah.

Itulah sekedar contoh. Ternyata nekat itu membawa pengaruh yang signifikan bagi perubahan.

Tentu saja dalam konteks ini adalah nekat yang masih dalam koridor syariat. Nekat yang penuh perhitungan. Bukan nekat-nekatan.

Karena itu, agaknya pernikahan akan terlaksana kalau calon pengantinnya (terutama yang laki-laki) memiliki kenekatan spiritualitas demi menjaga diri dari maksiat dan "menyelamatkan" saudara-saudara perempuan kita yang "menunggu".

Keempat, DOKAT (duit). Pernikahan lazimnya membutuhkan biaya. Untuk itu ketiga hal diatas perlu ditopang dengan yang keempat ini.

Setidaknya untuk mas kawin dan biaya pernikahannya. Terlalu naif rasanya bila biaya ini dihutang walaupun dihalalkan.

Nah, ketika bicara tentang uang ini, janganlah pikiran kita membayangkan bahwa pernikahan itu mahal. Butuh biaya besar.

Bahkan ada beberapa teman yang mengatakan, "Nikahnya sih gampang, ‘iuran’ bulanannya yang berat" atau "amma ba'du-nya itu lho...."

Ya ndak gitu laah... Ingat kisah sahabat Rasulullah yang bisa menikah hanya dengan mas kawin hafalan surat Al Ikhlas. Selain itu coba "nderes" kembali firman Allah dalam Al Qur’an :

"Dan tidak ada suatu makhluk pun di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberikan rezekinya.." Surat Hud ayat 6.

"Dan menikahlah dengan orang-orang yang sendirian (bujang) diantara kalian, dan orang-orang yang sholih dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mencukupi mereka dengan kefadholan Allah.." Surat Annur ayat 32.

Dan hadits Rasulullah :
"Ada tiga golongan yang pasti mendapatkan pertolongan Allah : pertama, orang yang membela agama agama Allah, kedua, orang yang menikah dengan niat menjaga agamanya, ketiga, budak mukatab yang ingin menebus dirinya agar merdeka dengan cara mengangsur" Hadits Riwayat Nasa’i juz 6

"Mencarilah rizqi dengan (melalui) pernikahan" Hadits Riwayat Dailami dalam musnad Firdaus.

Jelas sudah.. hayoo... siapa yang masih meragukan dalil-dalil diatas...

Beberapa ulama kita menjelaskan dengan doktrinnya "yang membagi rezeki itu Allah, tidak usah memikirkan
pekerjaan Allah itu, malah pusing sendiri... harus yakin dengan dalil"

Besar kecilnya biaya pernikahan itu tergantung bagaimana kita bisa menyiasatinya.

Artinya, pernikahan akan menjadi berat kalau dipandang sebagai beban dan akan menakutkan kalau dikaji-kaji rekapitulasi biayanya, apalagi bagi yang belum punya penghasilan tetap.

Jadi, persepsikanlah pernikahan sebagai ibadah yang menyenangkan.

Siapa yang masih ingat lirik lagu Doel Sumbang yang ngetop di era 90an :

Jangan berkata tidak bila kau jatuh cinta
Terus terang sajalah buat apa berdusta
Cinta itu anugerah maka berbahagialah
Sebab kita sengsara bila tak punya cinta

Rintangan pasti datang menghadang
Cobaan pasti datang menghujam
Namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu
Mengerti akan arti kehidupan

Marilah sayang.. Mari sirami
Cinta yang tumbuh di dalam diri
Marilah sayang.. Mari sirami
Agar merekah sepanjang hari

Sobat... ada pihak yang tidak setuju bahkan sangat menentang pernikahan dan menjunjung tinggi perzinahan...!
Menentang poligami dan melegalkan perselingkuhan...! MasyaAllah...!!!
Siapa lagi kalo bukan Iblis Laknatullah, musuh besar manusia...!

Pernikahan dapat mengguncang seluruh kerajaan Iblis dengan kekuatan lebih 25 skala richter...., sampai mereka berteriak "Celaka..!!! anak cucu Adam telah terjaga dua pertiga agamanya dari godaanku…!!!"

Pernikahan menjadi bencana besar bagi Iblis... Maka sudah semestinya jika Iblis berjuang mati-matian untuk menghalangi manusia agar tidak segera menikah, mengelabui pikiran manusia dengan bayangan-bayangan menakutkan, perhitungan-perhitungan yang "njlimet" sehingga manusia enggan untuk menikah.

Bulatkan tekat, BISMILLAH... saya akan menikah demi menjaga agama saya, Allah pasti menolong...
Sholat hajat dan istikharah, minta petunjuk kepada Allah agar menemukan jodoh yang barokah...

Memang jodoh itu kodar. Maka berdoalah dan berusaha…
Jangan hanya pasrah pada Lembaga Kodar... ehm...

Semoga Allah paring Barokah

Ustad Dave Arian Yusuf

31/08/14

Pilihlah Yg Baik Agama dan Akhlaqnya

"Perempuan itu di nikah atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya.  Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat" (H.R.Bukhori dan Muslim)

Dari hadits diatas Alloh dan Rasulnya memberikan petunjuk dengan memilih yang baik agamanya (dalam hal ini adalah paham agamanya dengan benar dan istiqomah dalam mengamalkannya).

Hal ini juga berlaku bagi wanita apabila memilih seorang pria, bahkan ada tambahan dengan penegasan dari sebuah Hadits:

"Kalau datang kepadamu seorang pria yg meminang yang kau senangi agama dan akhlaqnya, maka terimalah.  Kalau tidak, bisa terjadi fitnah diatas bumi dan kerusakan yang besar" (H.R Tirmidzi)

Dari hadits diatas dijelaskan bahwa apabila ada seorang laki-laki yg engkau senangi dan baik AGAMA dan AKHLAQnya maka diperintahkan untuk dipilih.

Kenapa kok dikatakan agama dan akhlaqnya.? Kenapa kok bukan agamanya saja atau akhlaqnya saja?

Karena apabila baik agamanya tetapi akhlaqnya tidak baik akan timbul kerusakan, dan begitu pula apabila akhlaqnya baik tetapi agamanya tidak baik maka akan timbul kesesatan.



30/08/14

Fakta Orang Menikah

Penelitian ilmiah mengenai latar belakang pria-pria berprestasi telah mengungkapkan fakta penting yaitu:..dibalik tokoh pria yang telah berhasil mencapai kekayaan luarbiasa dan menjadi terkenal dibidang sastra, industri, arsitektur dan berbagai profesi lainnya biasanya terdapat sosok seorang perempuan yang memberi motivasi dan pengaruh kuat. 

Hampir semua para pemimpin selalu didukung dan mendapatkan inspirasi dari seorang wanita.  Dan wanita yg dimaksud adalah Istri yang santun dan rendah hati, yg tidak mementingkan dirinya sendiri yang kehadiran dan kiprahnya tak banyak didengar publik.


23/08/14

Bahagia Berkeluarga

Pahamilah ayat dibawah ini:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum 21)

Ayat ini menyatakan bahwa tiap-tiap manusia itu ada jodohnya (azwaajan), maka agar tenang mereka (litaskunuu ilaihaa) Alloh manjadikan mereka ber kasih sayang (mawaddatan warohmah).  Inilah Anugrah dari Alloh bagi laki dan perempuan yang telah menikah sehingga timbul rasa simpati dalam pribadi mereka.

Dengan ayat tsb, timbul rasa cinta suami kepada istrinya dan sebaliknya. Sehingga mereka menyatu bisa merasakan nikmat oleh suami juga dirasakan oleh istri juga sebaliknya..

Rasa simpati dan cinta ini oleh karena ikatan perkawinan yang mempertemukan keduanya.  Ketika bertemu keduanya atau ber 'amal sholeh' keduanya membawa barokah.  

Bagi si perempuan/istri...ia merasakan telah menjadi bagian dari laki-laki/suami tersebut.  

Bagi si suami tsb juga sangat senang dan menambah cintanya, sehingga ia selalu berusaha memberi kemewahan dan membahagiakan istrinya.

Maka hilanglah hal-hal yg membedakan dan rintangan-rintangan diantara keduanya. Dan keadaan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah

Barokallohulakuma buat Fany dan Tya..

05/08/14

Hanya Org2 Pemberani Sanggup Menikah

Saya menemukan tulisan ini di Kompasiana yg ditulis oleh Ryan...
Mudah2an ada manfaatnya

"Menikah itu menghindarkan kita dari zina."
"Menikah itu akan membukakan pintu rezeki." 
"Menikah itu… dst dst."

Setelah selama ini menghadiri resepsi demi resepsi pernikahan dan melihat ekspresi pasangan pengantin yang dipenuhi kegembiraan, saya menemukan satu kalimat tentang pernikahan yang menurut saya pas (dengan tidak bermaksud menentang kalimat-kalimat di atas) :

"Menikah itu membutuhkan keberanian"

Keberanian?  Kenapa saya berpikir seperti itu?  Selama ini gambaran yang kita dapat tentang pernikahan adalah gambaran ideal yang manis-manisnya saja ibarat promo "Makan sepuasnya" padahal di bawahnya ada klausul kecil yang berbunyi "Syarat dan ketentuan berlaku" hehehe…

Oke, sila teruskan membaca tulisan saya ini, kenapa menikah membutuhkan keberanian :


  1. BERANI BERKOMITMEN
    Jujur saja, kebanyakan pria adalah makhluk yang tidak mau terikat oleh komitmen.  Pada dasarnya pria suka kebebasan.  Karena itu seorang pria yang memutuskan untuk menikah berarti dia sudah berani berkomitmen.  Berani berkomitmen di sini juga berarti berani mengucap janji suci pernikahan di depan orang banyak, dan berani mempertahankan sampai akhir apa yang sudah diucapkannya.

  2. BERANI MENGHADAP CALON AYAH MERTUA UNTUK MEMINTA ANAK GADISNYA
    Sepede apapun seorang pria, dia tetap down ketika harus menghadap ayah dari gadis pujaannya.  Sang ayah bisa memasang tampang sangar dan berwibawa bila ada laki-laki yang bermaksud melamar anak gadisnya.  Karena itu hanya laki-laki yang punya tekad kuat yang mampu menghadap ayah si gadis dan mengutarakan maksudnya tanpa ragu.

  3. BERANI MENERIMA ORANG LAIN DALAM KEHIDUPANNYA
    Bagi seorang wanita, menerima lamaran dari seorang pria juga membutuhkan keberanian. Keberanian untuk meninggalkan kehidupan sekitar dua puluhan tahun bersama orangtuanya untuk kemudian menjalani hidup bersama seorang laki-laki yang mungkin baru dikenalnya beberapa tahun terakhir.

  4. BERANI BERTANGGUNG JAWAB
    Dalam bahasa sederhananya kalimat ini berarti, "Berani ngasih makan anak orang".  Ya, ketika seorang pria memutuskan untuk menikah, seharusnya dia sudah berani bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan fisik isterinya.  Berani "Kerja keras.." dan berharap pertolongan Alloh (Red.)

Menikah memang sebuah pilihan, karena itu, "hanya orang-orang pemberani yang sanggup menjalaninya" kata seorang teman.  Untuk Anda yg single, jangan takut untuk menikah.  Meski datangnya keberanian berbeda-beda untuk setiap orang, jangan lupa bahwa :

"Buah paling enak dimakan ketika sudah matang, kopi paling nikmat disruput selagi masih hangat, dan es krim paling enak dinikmati ketika esnya belum mencair"

Artinya?  Yah, menikah paling afdol dilakukan selagi….......

12/05/14

Masih mencari yg cocok..?

Kalau motif kita mencari pasangan hidup adalah mencari orang yang cocok di semua bidang dan bisa cocok terus setiap saat – sepanjang waktu, sebaiknya dilupakan saja. Sebab itu bakalan tidak ada. Karena di dunia ini Allah ciptakan dengan segala sesuatu dengan perbedaan.

Sama dengan dunia ini, tidak ada sesuatu yang serupa, yang serupa adalah perbedaannya. Dan justru dengan MENIKAH ini, manusia diperkenalkan dengan kehidupan yang sebenarnya dan belajar hidup sesungguhnya, yaitu menerima perbedaan dan men-transformasikan perbedaan menjadi sebuah kebanggaan dan kekayaan.

Bukankah untuk mendapatkan anak, lelaki membutuhkan pasangan berupa lawan jenis yaitu seorang wanita? Inilah contoh yang jelas...



26/04/14

Pengalaman pribadi ttg nemui Jodoh (2)


Berikut ini penuturan P Taufik Bakso 'empal' sapi..tentang pengalaman beliau menemukan Jodohnya....

Saya dulu sewaktu bujang punya usaha yg InsyaAlloh hasilnya lebih dari cukup, kurang lebih 15 sd 20 jt perbulan. (2000 – 2004).  Tetapi saya tidak pernah bisa ‘nyelengin’ (red; menabung).  Hidup saya setiap hari selalu gelisah terutama malam hari…”kayak hidup tiada arti”. Rumah belum punya alias masih numpang ortu.

Saya selalu ingat nasehat P Kyai: “ Ora ono ceritane Joko Sugih…Golek’o Rejeki Kelawan Nikah..” 

Akhirnya saya berdoa pd Alloh minta istri yg cantik dan faham agamanya.  Meskipun ada bayang2 dihati: ….nanti setelah nikah apa usaha saya tetep lancer? Kalau ya…. tidak masalah, tapi kalau tidak…nanti bagaimana..? makan apa anak istri saya..?  Sampai saya berangan-angan, nanti kalau sudah nikah…jangan punya anak dulu sebelum punya rumah.

Tetapi saya ingat dalil yg disampaikan oleh seorang penasehat/mubalegh yg artinya begini: ..”setiap anak itu sudah ada rejekinya..”. “ Rejeki Alloh yg ngatur…syukuri pemberianNya”

Alhamdulillah…mungkin berkat kesabaran dan doa-doa saya pd waktu ‘melancarkan’ temen yg mau cari jodoh…saya carikan.

Singkat cerita…sudah dapat alias sudah pasti (90%) jodohnya…dilalah Alloh meng-qodar lain…entah karena apa, teman saya ini membatalkan pernikahannya hanya karena si calon gam au di pondokin…emaan luur..

Akhirnya  saya berdoa: “ Ya Alloh…kalau memang si…sebutnya namanya Indah…barokah bagi saya, agama saya dan masa depan saya…Qodarkanlah..(dia senang pd saya)”.  Bahkan kakaknya juga menawarkan pd saya….saya belum langsung jawab saat itu tapi minta waktu iskhoroh dulu….

Alhamdulillah….ternyata jodoh itu ga jauh2 yaa..alias ga lari kemana…pinangan dan lamaranku diterima….Subhanalloooh..!!!


Taufik Bakso ‘empal’ Sapi

25/04/14

Pengalaman pribadi ttg nemuin Jodoh

Awalnya sering ketemu gara-gara musyawaroh Asrama Muslim diNginden, kebetulan suami dulu juga panitia Asrama. Dari situ trusjadi tambah kenal, mungkin benar ya witing tresno jalaran sokokulino. (he2x..)

Singkat cerita akhirnya sampai acara asrama berakhir, dianya maen ke rumah, nach... setelah melewati ujian (kyak sekolah aja), Finally August 2007 kita nikah dech...

Makanya buat para Jomblowan-Jomblowati yang sekarang sedang mencari pasangan hidupnya, mungkin satu tips dari saya perluas pergaulan, jangan diem aja di kontrakan, pa lagi ntar lagi kan ada asrama juga di Nginden.. ^_^


sapa tau dapet Uhro ;)

15/04/14

Miskinun...miskinun

Miskinun..miskinun..!!.begitu nasehat mubalegh GG tempat saya mondok dulu. Artinya: Miskin..miskin bagi bujangan.!.  Bagaimana tidak miskin, dari segi pahala dibanding orang yg berkeluarga berbeda 70 derajat. Dari segi rejeki juga...pintu rejekinya masih belum dibuka oleh Alloh.  Tapi bagi yg sudah menikah..sugih reek..!

Rasullullah bersabda: Siroorukum 'azabukum..wa ;aroozilu mautakum azabukum...
Artinya: Sejelek-jeleknya kamu sekalian adalah bujangan kamu sekalian dan sejelek-jeleknya mati kamu sekalian adalah mati bujangan..! (Rowahu Ahmad)

Kemudian datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan tahu, lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata,"Antum allazina qultum kadza wa kadza? Ma Wallohu, Inni la 'ahsyaakum wa 'atqokum lahu lakkini asuumu wa'afliru, wasolli waarkudu, watawwadunnisaa' faman rogiba an sunnati falaisa minni"
Artinya: ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”.

03/04/14

cintailah orang yang kamu nikahi.


Seorang anak bernama Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah SAW) bertanya kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib; "Apakah engkau mencintai Allah?"
Lalu Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu (Rasulullah SAW, maksudnya)?"
Ali bin Abi Thalib pun kembali menjawab, "Ya".
Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai Ibuku?"
Lagi-lagi Ali bin Abi Thalib menjawab;"Ya".
Husain kecil kembali bertanya; "Apakah engkau mencintaiku?"
Ali bin Abi Thalib menjawab; "Ya".
Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya; "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?"
Kemudian Ali bin Abi Thalib menjelaskan; "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kakek dari ibumu (Nabi SAW), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT.”
 
Berkeluarga tak lepas dari masalah cinta. Dan begitu banyak perhiasan cinta dalam diri seorang anak manusia, seperti yang digambarkan Allah dalam ayatnya. Bahwa Allah menghiasi manusia dengan beberapa kecintaan mulai dari wanita, keturunan, harta benda, ternak dan kendaraan. Hal ini disampaikan dengan jelas dan arif dalam kitabNya ;
 
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imron:14)
 
Maka, ada istilah yang ngetop sebagai sebuah haluan sebelum pernikahan, yaitu menikahlah dengan orang yang kamu cintai. Rasanya, idiom ini tidaklah salah. Akan tetapi istilah ini juga tidak seratus persen benar. Cinta memang penting sebagai landasan berumah tangga, tetapi lebih penting lagi idiom yang kedua ini, yaitu cintailah orang yang kamu nikahi.
 
Beruntung bagi pasangan yang sedari awal menikah sudah berlandaskan cinta, sehingga sekarang tinggal meneruskan dan menjaga dengan terus mencintai orang yang Anda nikahi. Bagi yang awal penikahan belum dihampari dengan rasa cinta pun tetap masih beruntung, sebab belum telat untuk membangun keluarga bahagia dengan mencintai pasangan setelah menikah.
 
Bagi yang masih susah memulai mencintai orang yang kamu nikahi, simaklah dialog inspiratif di atas. Ketika kita mulai sadar bahwa semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT, segeralah mencintai Allah dengan sepenuhnya. Insya Allah cinta-cinta yang lain akan gemrudul menyusul bersamanya. Dan apa yang dikatakan Allah dalam mencari keluarga sakinah mawaddah warohmah bukan hal yang sulit. Bersama cintaNya semua bisa. Karena itu, didalam ajaran agama hal utama dalam memilih pasangan hidup adalah kefahaman agamanya. Sebab dengan kefahaman agama yang baik melempangkan jalan cinta kepada Allah dan cinta-cinta yang lain dengan indahnya, sederhana dan apa adanya.
 
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW bersabda: ”Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (Shohih Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

01/02/14

Pertanyaan Bapak/Wali Sesa'at Sebelum Ijab Qobul

Di suatu pagi yang cerah….sebuah rumah sedang berlangsung perhelatan Pernikahan, Jamuan telah dihidang dan para tetamu undangan telah berdatangan, Rupanya sedang berlangsung Akad Nikah
Seorang Bapak sebelum menikahkan anak perempuannya, bertanya

Bapak : “Nduk…sebelum bapak menikahkan kamu sebentar lagi dengan seorang laki-laki ini..Bapak pengen tahu…Apakah kamu betul-betul mencintai orang laki-laki ini?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu siap taat kepada orang laki-laki ini..walau kondisimu sedang keadaan capek/payah…walau kamu sedang tidak senang..?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu bisa mensyukuri pemberian orang laki-laki ini ..walaupun itu hanya sepiring nasi..?”  Karena nduk…beberapa detik lagi Bhaktimu pada Bapakmu ini akan segera berakhir….beberapa detik lagi ketho'atanmu pada Bapak akan segera beralih ke orang laki-laki ini.  Kalau kamu bilang TIDAK.. ga pa pa..!! Bapak akan batalkan semua ini.!!  Lebih baik kamu berterus terang dari pada kamu dibawa orang laki-laki yang kamu tidak bisa tho'at padanya.!
Anak Pr: Ya Pak…saya siap Tho'at pada mas Agus (nama orang laki-laki ybs).


Lalu si Bapak bertanya pula pada si orang laki-laki.
Bapak : Mas…Sebelum saya menikahkanmu dengan anak perempuan saya ini …saya akan bertanya padamu.…Apakah kamu nanti setelah menikah dengan anak saya…benar-benar bisa mencintai anak saya ini..?
Org Laki: Ya pak..saya benar-benar mencintainya
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa memaafkan kekurangan-kekurangan anak saya ini..?
Org Laki: Ya..bisa pak..
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa menerima anak saya apa adanya..?
Org Laki: Ya pak..bisa..

Bapak: Mas…Apakah kamu nanti jika keadaan susah/sulit  atau kedadaan senang tetap akan bersamanya dan mau menafkahinya..?  Sebab Mas…Kalau kamu bilang GA BISA..sekarang…saya Tidak akan marah…Saya akan batalkan semua ini…biarlah anak saya masih menjadi tanggungjawab saya.  Karena saya tidak mau pada orang laki-laki yang tidak bisa meramut pada istrinya..! Sebentar lagi kamu akan mengambil alih tanggungjawab saya  terhadap siti (nama anak si bapak)

09/01/14

Nikah Jangan (tunggu) Tua Yaaa...(surat dr seorang pertua)


Luuur,

Dulu itu ada pameo diseputar mahasiswi
Jika ada Mhsi yg disenangi....
Kalau masih Tingkat I (satu) dia akan berkata heh.."Siapa saya..?" Siapa luu..? berani2nya...
Kalau Tingkat II mulai: 'Siapa diaa.."
Udah Tingkat III : Siapa sajaa.."
Setelah Tingkat IV : Siapa mauu dapet hadiah deeh.."

Dibawah ini ada kutipan dari sebuah milist tentang ...Derita seorang Pertua

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari
neraka perawan tua..
Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis
lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten
dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun
pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan…
dan… seterusnya.

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah
melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan
kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku
melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya
aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang
dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan
kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak
ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita
lain menyertaiku dalam suamiku.

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara
suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun
mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna
(uda –minang) impianku, namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu
sementara umurku sudah mendekati 30 tahun.

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari
marapulai (penganten laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan
mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa yang aku
lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku
duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah
sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah…
sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si
fulanah itu taunya namaku

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok / trauma
yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan
bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah
perawan tua.

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara
waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak,
aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang mana aku
berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku,
aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku.

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: “hari ini telah datang
seorang marapulai untukmu, tapi aku telah menolaknya” dengan
spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan
kepadaku: “karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu
memerangi poligami”. Hamper aku berteriak di hadapan wajahnya: “
kenapa abang tidak menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua,
atau ke tiga, atau keempat.

Sekarang aku mengatahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah
satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan hikmah
yang lain???? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak
mengetahui.”
Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada
kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan
syarat ( ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari
neraka pertua, kami adalah manusia, kami merasakan, kami pilu,
lindungilah kami, sayangilah kami.
Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah…

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan
neraka pertua, aku berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti
ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia,
akan tetapi doronglah ia.

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di
sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda
kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka? Anggaplah dia
saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan
kesabaranmu..
Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan
akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: “lihatlah kepada
sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada
laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja,
pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti
memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami.

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam
tangan istrinya, perasaanku bergejolak, tapi tanpa manfaat???

Saudari kalian / Perawan tua

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk
menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan
rezki yang banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah
ia kepada siapa yang anda anggap mampu.

Lihat juga fatwa Syekkh bin Baz
Nasehat Syeikh Bin Baz bagi istri tersayang

Pada waktu sahur di salah satu malam sepuluh terakhir ramadhan tahun
1408 dalam program Tanya jawab ( Nur ala darb), Syeikh Abdul Aziz bin
Baz ditanya dengan satu pertanyaan, dimana pertanyaan itu datang dari
penanya di kota Bahah, ia berkata: saya memilik seorang istri dan
dikaruniai beberapa anak dari dia, sementara jiwaku berkeinginan kuat
untuk menikah lagi, setiap kali aku membicarakannya dengan istri ku
akan keinginan saya ini , maka istri berubah sikap dengan saya dan dia
mengancamku untuk pergi pulang kerumah orang tuanya dan meninggalkan
anak-anaknya itu, apa nasehat syeikh untuk saya dan untuk istri saya
wahai syeikh yang mulia?

Syeikh menjawab: “ takutlah kalian wahai hamba Allah perempuan (para
istri) dalam hal itu (poligami), sesungguhnya menikah lagi adalah hak
suami, istri tidak boleh menghalangi suaminya untuk menikah istri
kedua, ketiga, dan keempat. Yang telah menyariatkan poligami itu
adalah Allah dari atas langit ke tujuh, Dia mengatahui apa yang baik
untuk kondisi laki-laki dan kondisi wanita, oleh karena itu Allah
membolehkan dan menghalalkannya disebabkan (dalam poligami itu)
terdapat kemaslahatan yang banyak untuk diri istri sendiri:

1). terkadang suami orang yang pelit dan kikir, maka apabila ia
menikah dengan istri kedua, maka Allah membukakan tangannya untuk
memberi nafkah kepada istri pertama karena harus bersikap adil,

2). dan terkadang bermanfaat untuk suamimu, sehingga ia pun bisa
berbuat baik kepada janda kematian suami, atau janda cerai atau
perawan tua, maka dengan demikian anda akan mendapatkan pahala
disebabkan meridhoinya.

3). Dan terkadang Allah memberinya rezki keturunan anak laki-laki dan
perempuan dari pernikahannya itu, dimana pada masa depan tidak ada
yang berbakti dan membantumu kecuali mereka itu.

4). Boleh jadi suamimu tidak menyukai sebagian karakter dan tabiatmu,
ketika ia sudah hidup dengan istri kedua, maka baru jelas baginya
kelebihanmu ketika dia melihat kekurangan pada istri keduanya dalam
beberapa sisi, sehingga berubahlah penilaiannya kepadamu setelah
mencoba istri selainmu.

5).Ada perkara yang sangat penting dari itu semua, yaitu kebencianmu
terhadap pernikahan suamimu merupakan bahaya yang besar yang bisa
menimpamu, yaitu Allah akan menghancurkan dan menggugurkan amal
kebajikanmu disebabkan kebencian terhadap sebagian ajaran yang
diturunkan Allah. Perintah berpoligami sangat jelas bisa dibaca dalam
firman Allah :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (HAK -hak)
perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka
(kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang
demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS
An-Nissa’ : 3)

Membenci apa yang telah Allah turunkan menyebabkan kehancuran amal
kebajikan, Allah berfirman:

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa
yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan
(pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS Muhammad: 9)

(Sumber milist PM)