Translate

Tampilkan postingan dengan label Ngetim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngetim. Tampilkan semua postingan

13/02/14

Menikah...Membikin Saya Tambah Semangat

Testimony lagee..

"Saya memutuskan menikah disaat Kuliah Mentok (ga selesai2)..Alhamdulillah dengan Nikah (dapet mbok rondo lur..) dan dapet anak Menjadikan SEMANGAT.  Sekarang saya sudah selesai S2 dan dapet pekerjaan/ maisyah yang barokah & cukup.."

(Rafik Fajar, Semampir)




Dengan Menikah Tambah Kaya

Ini salah satu testimony dari saudara kita,

"Sebelum menikah uang saya habis terus...tetapi setelah MENIKAH..uang saya tambah banyak.  Benar sekali kata Bapak (P. Alex. red) dengan menikah tambah kaya dan membawa barokah.."

(P Agus, Mie Ayam Mentari)

01/02/14

Pertanyaan Bapak/Wali Sesa'at Sebelum Ijab Qobul

Di suatu pagi yang cerah….sebuah rumah sedang berlangsung perhelatan Pernikahan, Jamuan telah dihidang dan para tetamu undangan telah berdatangan, Rupanya sedang berlangsung Akad Nikah
Seorang Bapak sebelum menikahkan anak perempuannya, bertanya

Bapak : “Nduk…sebelum bapak menikahkan kamu sebentar lagi dengan seorang laki-laki ini..Bapak pengen tahu…Apakah kamu betul-betul mencintai orang laki-laki ini?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu siap taat kepada orang laki-laki ini..walau kondisimu sedang keadaan capek/payah…walau kamu sedang tidak senang..?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu bisa mensyukuri pemberian orang laki-laki ini ..walaupun itu hanya sepiring nasi..?”  Karena nduk…beberapa detik lagi Bhaktimu pada Bapakmu ini akan segera berakhir….beberapa detik lagi ketho'atanmu pada Bapak akan segera beralih ke orang laki-laki ini.  Kalau kamu bilang TIDAK.. ga pa pa..!! Bapak akan batalkan semua ini.!!  Lebih baik kamu berterus terang dari pada kamu dibawa orang laki-laki yang kamu tidak bisa tho'at padanya.!
Anak Pr: Ya Pak…saya siap Tho'at pada mas Agus (nama orang laki-laki ybs).


Lalu si Bapak bertanya pula pada si orang laki-laki.
Bapak : Mas…Sebelum saya menikahkanmu dengan anak perempuan saya ini …saya akan bertanya padamu.…Apakah kamu nanti setelah menikah dengan anak saya…benar-benar bisa mencintai anak saya ini..?
Org Laki: Ya pak..saya benar-benar mencintainya
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa memaafkan kekurangan-kekurangan anak saya ini..?
Org Laki: Ya..bisa pak..
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa menerima anak saya apa adanya..?
Org Laki: Ya pak..bisa..

Bapak: Mas…Apakah kamu nanti jika keadaan susah/sulit  atau kedadaan senang tetap akan bersamanya dan mau menafkahinya..?  Sebab Mas…Kalau kamu bilang GA BISA..sekarang…saya Tidak akan marah…Saya akan batalkan semua ini…biarlah anak saya masih menjadi tanggungjawab saya.  Karena saya tidak mau pada orang laki-laki yang tidak bisa meramut pada istrinya..! Sebentar lagi kamu akan mengambil alih tanggungjawab saya  terhadap siti (nama anak si bapak)

30/01/14

Keseriusan & Keteguhan Hati Mampu Mengalahkan Batu Karang

Terkait dengan judul tsb....Persoalan ini masih seputar PERNIKAHAN.

Cerita ini pernah terjadi ...!

Dulu didaerah Sobosana ada seorang Dokter muda Muslimah yang berpraktek dan kerja di salah satu RS swasta terbesar.  Dengan parasnya yg ayu..insyaAlloh tidak sulit baginya untuk mendapatkan jodoh.  Tetapi hingga usianya yg 26 th belum ada juga seorang lelaki yg menyatakan cintanya dengan surat lamaran. Banyak pria2 yang 'pdkt' padanya dan menyatakan isi hatinya...tetapi mereka semuanya hanya berupa ucapan belaka...belum ada satupun yang menyatakan dengan SURAT LAMARAN


Ada seorang pemuda cah sobosana yang mengetahui hal ini.  Pemuda ini hanya tamatan SMA yang hidupnya biasa saja (keluarga petani). Sehari-hari ia bekerja membantu orangtua dan sore hari ia Amal sholeh ngajar ngaji di Masjid dekat rumahnya.  Cah sobo adalah pemuda yang taat beribadah dan banyak membantu orang lain (banyak amal sholehnya).

Akhirnya setelah melalui beberapa pengamatan dan info2 dari tim pkw dan orang lain, Cah sobo tertarik dengan dokter muda muslimah tsb.  Setelah beberapa minggu cah sobo melakukan ibadah sholat istikhoroh, dia bermimpi dan mendapatkan ilham...dan dalam hati ia berkata.."saya harus melamar mba dr ini..".  Setelah mengutarakan niatnya pada tim pkw...langsung SL (surat lamaran) di tandatangani...tinggal tim pkw bekerja.

Tim pkw memang agak ragu/khawatir meneruskan SL ini.  Setelah melakukan musyawaroh bahkan sampai tingkat daerah diputuskan untuk tetap menjalankan SL tsb pada ybs.  Alhamdulillah ...tidak sampai satu minggu SL jawaban sudah ditandatangani oleh sdri mba dr.

Walimahan berjalan lancar....tetapi tim2 pkw masih penasaran...Kenapa sih..mba dokter muda ini mau menerima lamaran seorang pemuda tamatan SMA..?

Mau tau Jawabannya...?? ikuti saja blog ini yaa

25/04/13

Perkawinan erat hubungannya dengan AGAMA

Allah menyuruh mengawini seorang perempuan bukan saja karena cantiknya, banyak harta kekayaannya dan tinggi kedudukannya, tapi ialah yang baik iman dan akhlaknya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, mungkin kecantikan itu akan membinasakan, janganlah kamu mengawini mereka karena harta kekayaannya mungkin harta kekayaan itu akan menyebabkan mereka durhaka dan keras kepala. Tetapi kawinilah mereka karena agamanya (iman dan akhlaknya). Budak perempuan yang hitam, tetapi beragama, lebih baik dari mereka yang tersebut di atas”. (HR Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amr

Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari).

06/04/13

Wawancara Badrun dengan P Midun


BADRUN: "Saya mau nikah pak… tapi belum ada modal?"
P. MIDUN: “Nikah aja…kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau
               buka toko!.
                “Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera….Kebalik tuuh.
                Ayoo segera nikah, biar segera dimapankan, dikayakan, disejahterakan oleh Alloh”

BADRUN: "Tapi saya masih belum lulus kuliah pak?".
P. MIDUN: “..Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah.?!.

BADRUN: "Tapi saya belum punya kerjaan tetap pak?".
P. MIDUN: “Kebanyakan TAPI-nya kamu itu..! .Nggak penting punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan..!!

BADRUN: "Ada yg bilang..Nikah muda itu bahaya lho pak, psikis pasangan muda kan labil?".
P. MIDUN: “..Mangkanya buruan nikah, biar segera stabil..!!

BADRUN: "Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?"
P.MIDUN: “Pacaran itu pasti rawan maksiat. Tapi kalo Nikah…rawan rohmat..!

BADRUN: "..Calon saya udah sayang banget ma saya pak".
P.MIDUN: “Katakan pada calonmu itu, "Aku akan Buktikan cinta sejati ku dengani "qobiltu..!!!"  

BADRUN: "Pak, saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial?".
P.MIDUN: “Lhooo.., kenapa nikahnya yg ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yg dipercepat.?!


BADRUN: "Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu pak"
P.MIDUN: “Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa   tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun khan.?. Kalo nikahnya umur 20. Usia40-an sudah bisa gendong cucu tuh :)

P.MIDUN: “Saya nganter istri dulu ya…ini berpahala, lho. Kalo sama pacar? Jawab sendiri dah..!

Setelah P MIDUN pulang dari nganter istrinya…wawancara berlanjut

BADRUN: "Pak…saya sering liat.. ada orang dewasa yg nggak nikah2?"
P.MIDUN: “Lelaki dewasa yg belum juga berani nikah..kemungkinannya hanya ada 2: terlalu banyak maksiat, atau kejantanannya perlu dipertanyakan.

BADRUN: "Pak, saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masa’ baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?".
P.MIDUN: “Heh, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, istri, juga mertua sekaligus?.

BADRUN: "Saya mau fokus di karir dulu pak".
P. MIDUN: “Astaghfirulloh, masih nggak percaya juga dengan firman Alloh?.
Nikah itu ngundang rezeki, baca deh QS An Nuur ayat 32. Udahlah, pokoknya orang keren
adalah orang yg nggak suka cari2 alasan..!!

BADRUN: "Pak, modal nikah itu berapa sih?"
P.MIDUN: “Yaa..seringan mungkin. Sesederhana mungkin… Muslimah mulia adalah yg ringan maharnya. Resepsi sesederhana mungkin. Undangan, sehemat mungkin.
Jangan boroskan duit buat resepsi.

BADRUN: "Pak, adakah penelitian yg membuktikan nikah itu bikin kaya?"
P.MIDUN: “Ooo..Buanyak. Lihat P Wahyudi…P Suharto..!  Mangkanya sempetin nderes ngaji, nggak baca status facebook doank :)

BADRUN: "Kenapa ya… ada yg usai nikah tapi ekonominya malah kesulitan?"
P.MIDUN: “Yg usai nikah dan lebih bahagia…Buanyaak lho. Jadi yg salah bukan nikahnya, tapi   faktor orangnya.  Dasar kamu..kenapa yg jeleeek dijadikan contoh, lihat tuuh mas Ali, mas Aan, pak Yos…setelah menikah rejekinya di gerojok Alloh :)

BADRUN: "Kalo belum ketemu jodoh gimana, pak?"
P.MIDUN: “Jodoh itu, sebagamana rezeki. Rezeki memang ditangan Alloh, tapi kalo nggak  dijemput ya bakal ditangan Alloh teruuus.  Perhatikan tuuh burung-burung keluar sarangnya  cari makan…siapa yg beri dia makan?..Alloh..!!

BADRUN: "Lha cara jemput jodoh itu gimana pak?"
P. MIDUN: “Masya..Alloooh…Gitu aja masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe, Kalo  udah ada yg disenengin…lapor tim PKW…biar dilancarin.

BADRUN: "Kenapa sih pak… dari kemaren ngomporin nikah mulu?"
P.MIDUN: “Karena saya pingin anak2 muda sebahagia kami, hehe. Kalian itu ya..
"Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2".
Ini nih pikiran anak muda yg pesimis. Asal tahu saja nih ya, di luar sana ada banyak banget yg nikah tapi kuliahnya makin lancar, yg nikah dan karirnya makin cepat, yg nikah dan usahanya makin melejit, yg masih muda tapi dapat jodoh yg hebat, yg masih muda tapi udah diizinin ortunya nikah.. Kira2 apa yg bedain kalian dg mereka?.

P.MIDUN: “Beneeer, mereka kreatif cari solusi, bukan cuma kreatif cari alesan :).
    “Mereka semangat cari jalan keluar, bukan cuma bisa ngeluh sambil fb-aan :)

P. MIDUN: “Daripada pingiin, buruan berbenah, dan segera nikah :)

P.MIDUN: “Nikah ituuuu, menenangkan lhoo. Juga menyenangkan. Beneran.!  Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan :)

Daripada protes terus dan tersinggung, panas-dingin, mending berbenah, mending berubah, mending berusaha dan berdoa, semoga bisa tergapai cita-citanya…. nikah walo masih muda..Amiin!  SAPASLB



05/04/13

Sungguh sangat Berharga punya pasangan taat Agama

Pada dasarnya kecantikan, kedudukan dan kekayaan bersifat lahiriah. 

Sedangkan ketaatan beragama bersifat lahir dan batin. 


Berasal dari kepahaman hati dan tampak dalam amalan.
Kepahaman membungkus setiap sifat dan gerak – gerik dalam keseharian.

Oleh karena itu, sungguh sangat berharga mempunyai pasangan yang taat beragama.



Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani )

AKU, KAU & KUA

ada AKU, ada KAU, ada KUA.... Jadikan ajaaa..!


Istikhoroh

Hidup adalah pilihan. Semua orang rasanya setuju dengan statement itu. Karenanya di dalam agama diatur dengan runtut, lewat amalan sholat sunat Istikharah. Biasanya, orang gethol melakukannya pas nyari pasangan hidup. Entah kenapa, seolah istikharah identik dengan nyari jodoh. Padahal tidak begitu seharusnya. Atau urusan lain yang berat – berat. Selain itu, seperti angin lalu. Doanya pun, yang lumayan panjang tergerus. Dulu hafal, sekarang tidak dijamin lagi. Walau sudah jelas manfaat, fungsi dan prakteknya, tidak serta – merta tanpa bias. 

Beberapa hari menjelang tutup tahun 2012, seorang teman curhat dan minta doa agar digampangkan jodohnya. Sebelum saya mengamininya, saya bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi. What’s going on Bro? Rupanya si kawan ini terjebak antara dua pilihan, memilih adiknya apa kakaknya. Calon mertua sih oke – oke saja, gak ada masalah. Asal anaknya mau, baik si kakak ataupun si adik, silahkan saja. Rupanya si kawan lebih senang memilih adiknya. Tetapi sayang bertepuk sebelah tangan. Yang dipilih merasa keberatan dan mendorong pilih kakaknya saja. Sayang si kawan ini tidak sreg dengan kakaknya. Mbullet dan mbules. Proses pun berlarut – larut tak kunjung jeda. Dan si kawan dibuat pusing karenanya. 

Maka pertanyaan saya pertama yang meluncur pun standar, “Sudah Istikharah?”
Jawabnya, “Sudah.” 
“Lho, kalau sudah kenapa pusing?”
“Kan saya minta –(milih) adiknya, tetapi yang mau malah kakaknya.” 
“Coba kamu baca lagi doa istikharah yang kamu baca itu?”
“Emang kenapa?”
“Oalah Bro, Bro,,, Kan sudah jelas disitu, kalau memang gak baik buat kita, Allah supaya jauhkan dari kita dan menggantinya dengan yang baik.”
“Kan saya mintanya supaya dia barokah bagiku. Kalau gak mau jadi mau, kalau gak suka jadi suka.”
“Sebentar, kamu tahu kan? Apa – apa yang kamu anggap baik belum tentu baik menurut Allah, dan apa – apa yang kamu benci belum tentu jelek. Kamu hafallah dalil itu.”
“Kan qodar bisa dirubah dengan doa!”
“Betul……”
“Kan nasehat sebagian dari sihir!” 
“Betul…… Sekarang yang kamu lakukan apa?”
“Istikharah.”
“Doa yang kamu baca?”
“Doa istikharah.”
“Berarti kamu bertolak belakang dalam doamu.”

Hening sejenak, kawan tersadar dengan kekeliruannya.

“Harusnya sholat hajat ya?”
“Aku tidak menyarankan begitu. Mau sholat hajat, mau sholat istikharah, mau sholat tahajud, boleh – boleh saja. Tetapi lihatlah secara menyeluruh apa sebenarnya yang kamu inginkan dan apa yang kamu lakukan. Dan secara umum coba fahami lagi lebih seksama hal – hal kecil yang sering terlewatkan. Sebagai bentuk pemahaman terhadap hukum – hukum Allah secara menyeluruh. Karena antara satu dan lainnya saling terkait, saling memperkuat dan tidak mungkin saling jegal. Hanya kesembronoan kita saja, itu bisa terjadi.”
“Maksudnya?”
“Orang tidak sadar dengan apa yang dia perbuat. Tetapi mengharapkan di luar yang dia lakukan. Kalau aku jadi kamu, maka saya akan kawin dengan kakaknya dan melupakan adiknya.”
“Kenapa bisa begitu?”
“Karena saya yakin dengan doa istikharah itu. Dan saya tidak melihat wajah kedua anak itu, ha, ha, ha,,,,,,”
“Tetapi, aku lebih suka dengan adiknya.”
“Itulah masalahmu. Tidak percaya dengan doa sendiri. Bagaimana Allah akan mengabulkannya, kalau kamu sendiri mengingkarinya?”
“Saya yakin Allah akan mengabulkan doaku.”
“Keyakinan tanpa pengamalan, tak berguna banyak Kawan. Karena kamu tidak bisa membuktikan. Kalau kamu masih seperti itu, saya hanya bisa mendoakan semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu. Amin.” 

Banyak di antara kita terjebak dalam kubangan serupa. Apa yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang diminta. Cerita kawan saya, adalah salah satunya. Contoh lainnya, banyak orang minta kefahaman tapi tidak mau mencarinya. Boro – boro deres, ngajinya saja malah berkurang. Tapi keukeuh minta difahamkan oleh Allah. Banyak yang berdoa minta sehat, tetapi malas berolah raga. Banyak yang berdoa minta kaya, tetapi tidak mau bekerja dan berusaha. Nah, kembali ke masalah di atas, mari kita simak riwayat sholat istikharah berikut ini.

Jabir bin Abdillah ra. berkata: adalah Rasulullah SAW mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Qur-an. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik di dalam agamaku, kehidupan/perekonomian dan akibatnya terhadap diriku atau Nabi i bersabda: …di dunia atau akhirat - sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, kehidupan/perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan ia dariku, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah keridhoanMu kepadaku.” 

Istikharah adalah bentuk kepasrahan bulat - bulat kepada Allah. Totalitas. Lihat saja artinya, istikharah adalah minta kepada Allah suatu kebaikan (al-Khairah) atau minta pilihan yang terbaik kepada Allah (al-Khayaroh). Atau gampangnya minta dipilihkan. Dan coba simak baik – baik doanya. Resapi maknanya. Disitu dituturkan, jika baik segerakanlah, gampangkanlah dan barokahilah. Jika jelek, jauhkan dia dan gantilah dengan yang baik yang Allah ridho. Pada awal doa adalah pernyataan kepasrahan dan ketidakberdayaan seorang hamba. Jadi apakah tepat, dengan istikharah kita ingin merubah qodar Allah, memaksakan doa kita? 

Si Kawan tadi tidaklah sepenuhnya salah. Dia hanya tersihir oleh buaian cinta, yang konon sering membutakan dan menulikan. Maka, segudang ilmu yang dia miliki seperti tanpa guna menghadapi dahsyatnya gelombang asmara. Memang sudah banyak di antara kita yang meninggalkan sunah ini dalam memilih/dipilihkan perkara. Nah, sebagai penyemangat saya kutib sabda Rasulullah berikut. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Salah satu kebahagiaan anak Adam adalah menyerahkan pilihannya kepada Allah dan keridhaannya terhadap ketentuannya. Salah satu kesengsaraan anak Adam adalah meningggalkan istikharahnya kepada Allah dan menolak ketentuannya.” (Rowahu Ibnu Hibban).

04/02/09

ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM

Seduluur..pembaca setia blog perkawinan bahagia...yg saya cintai
Mohon maaf....lamaaaa sekali tidak posting....Beberapabulan yll saya resign dari kantor saya..
saya full bisnsis aja....Tulisan berikut ini buat mba teeka...smoga cepat dapat gandengan...amiiin

ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM

1. Jodoh adalah Takdirnya Alloh.

Alloh telah berfirman dalam Alquran surat Ar-Ruum ayat 21
”Wa min aayaatihii ankholaaqolakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaihaa, wa ja’ala bainakum mawaddatan warohmah, inna fii zalika la aayaatin yatafakkaruun”

Artinya:
”Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh bahwa Alloh telah menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalanganmu sendiri, agar kamu sekalian tentram kepadanya, dan Alloh telah menjadikan diantara kamu sekalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya didalam demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang berfikir."

Penjelasan:
Ayat ini menjelaskan TENTANG PERJODOHAN, Bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah telah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu.

2. Menikah-lah Maka Rejekimu akan Lancar

Firman Alloh dalam Alquran surat Ar-Nuur ayat 32

”Wa ankihuulayaamaa minkum wassholihiin min ibaadikum wa imaaikum iyyakuunu fuqoroo’a yughnihimulloohu min fadlih. Waaloohu waasi’un ’aliim”

Artinya:
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."

Penjelasan:
Sebenarnya kita tidak perlu ragu lagi untuk menikah, dengan adanya janji Alloh dalam surat diatas kita sudah dipastikan rejekinya, ibarat sungai itu sudah ada jalurnya, lebarnya, dalamnya dan kecepatannya. Kita hanya tinggal berusaha menemukannya saja.

Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, "secara materi saya belum siap," saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, "berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?" Tak ada..!!!. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ahli. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga.. Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum siap..lah...Belum qodar lah (belum usaha..kok bilang qodar). Lagi nyicil..lah dll begitu sanggah mereka. Itu alasan yang paling mudah dijumpai.

06/05/08

Jodoh & Perceraian

Tulisan saya ini adalah respon atas pertanyaan Mas Nanu.

Nanu: saya mau tanya beberapa hal, temen saya sempat bertanya apa itu jodoh???
lalu saya jawab jodoh itu orang yang akan jadi pasangan hidup kita.


AB: Lebih tepat kalau dikatakan jodoh itu orang/sesuatu yang menjadi pasangan hidup kita. Jodoh adalah bagian dari rejeki, dia seperti juga rejeki-rejeki yang lain spt mobil, pekerjaan, dsb. Hal ini akan mudah dipahami kaitannya dengan cerai atau bukan jodoh.

Nanu: lalu dia kembali bertanya "apakah orang yang menikah itu berarti jodohnya??"
saya jawab "ya".

AB: Betul, ikatan nikah itulah yang menjadikan istri kita sebut sebagai jodoh. Kalau belum dinikah berarti belum jodohnya.

Nanu: lalu dia bilang " mengapa ada orang yang bercerai??? , apakah itu dinamakan jodoh??" , "mengapa allah memberikan jodoh itu kalau akhirnya harus bercerai???", "apakah itu berarti bukan jodohnya??" padahal dalam surat ar-rum 21, "......Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri....."

AB: Kita bicarakan dulu Surat ar-Ruum ayat 21. Ayat ini menjelaskan bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu. Adapun istri itu bisa hanya satu dan sampai mati, tidak bercerari itu adalah suratan takdir. Berkat usaha dan rejeki orang itu seperti itu, sudah qodarnya begitu. Namun ternyata jika setelah menikah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, sampai kemudian bercerai karena sebab-sebab tertentu itu syah-syah saja. Artinya tidak berdosa. Sebab cerai itu halal, dan ada aturan kenapa mesti dicerai seperti jika aturan Allah – Rasul dilanggar. Jadi justru akan menjadi petaka bagi manusia jika tidak ada cerai, sebab kalau ada hal-hal yang keluar dari hukum kemudian tidak bisa bercerai berarti dosa. Untuk menghindari dosa itulah maka dalam islam diperbolehkan (halal) bercerai.

Jadi kalau sudah bercerai berarti itu bukan lagi jodohnya. Biar gampang anggap saja seperti kita membawa air, ketika mau kita minum terus tumpah ke tanah. Atau air itu direbut orang. Padahal kita udah siapkan dari rumah untuk bekal di jalan kalau haus. Apa yang kita lakukan agar hilang haus kita? Ya mencari air di tempat lain yang punya air. Ingat, perceraian bisa juga disebabkan karena kematian. Jadi kalau kita mengingkari adanya perceraain berarti kita mengingkari kematian. Berarti juga mengingkari qodar.

Kenapa Allah memberi jodoh, kemudian bercerai? Sebab Allah ingin memberi cobaan kepada hambanya untuk mengetahui seberapa besar iman seorang hamba tsb. Lihat Surat Ankabut ayat 2. Jadi yang perlu dipahami bersama bahwa ayat-ayat nikah dan ayat-ayat cerai itu sebagai bagian dari skenario Allah kepada hambanya. Dan kita tahu bagaimana menyikapi adanya skenario Allah yang sudah tertulis 50.000 tahun sebelum kejadian langit dan bumi ini. Tentunya dengan usaha dan doa.

Tidak seperti yang kita lihat di masyarakat umum, sebenarnya perceraian yang diperbolehkan itu jika terjadi pelanggaran terhadap aturan Allah dan Rasul. Seperti istri kita nggak mau ngaji lagi, istri kita ketahuan berzina, suami ringan tangan, atau masalah lain sepanjang bisa diterima oleh pengatur/pengurus. Sebab sudah jelas diterangkan islam melarang icip-icip (kawin cerai hanya bertujuan merasakan berbagai varietas perempuan). Dan juga tidak boleh karena alasan tidak suka lagi, seperti udah bosen, pengin cari yang lebih muda lagi atau alasan hawa nafsu yang lain. Jawaban lugasnya kenapa orang bercerai karena mereka tidak bisa lagi melaksanakan hudud Allah rasul dalm rumah tangganya.

Nanu: dia juga sempet menanyakan apa hukumnya menikah kalau keduanya sudah sama-sama cukup usia dan sudah mapan, tapi dia masih ragu karena merasa belum siap untuk menikah....

AB: Secara umum nikah sunnah hukumnya. Jika seperti kasus di atas, yang wajib adalah kedua orang tuanya untuk segera menikahkan. Dan anak berkewajiban taat kepada orang tuanya selama tidak maksiat. Selain itu, nikah diperlukan guna menjaga dan menyempurnakan agamanya. Orientasi inilah yang sangat penting diingat dan dilakukan – yaitu menyempurnakan keimanan dan memperbanyak pahala, menghindari dosa.

Dalam hadist diterangkan;

1. tidak ada yang lebih bermanfaat setelah kemianan seseroang kecuali menikah.

2. ketika telah menikah anak adam berteriaklah syaitan, telah sempurna 2/3 keimanan anak adam.

3. pahala sholat orang yang menikah lebih afdhal 72 kali dari pada bujangan, dsb.

Adanya keraguan itu karena godaan syaitan. Untuk menghilangkannya banyaklah berdoa dan berserah diri pada Allah. Tawakal adalah sebaik-baik jalan dalam menjalani semua kehidupan ini. Jika masih belum hilang hidupkanlah semangat perang fi SB dalam menempuh bahtera rumah tangga. Jangan biarkan hidup dalam kesia-sian dalam mencari pahala dan surga.

Jika masih ragu, berarti sifat kemunafiqan mungkin telah bersemayam di diri anda. Perbanyaklah dzikir kepada Allah SWT.

02/08/07

Jodoh Masa Depan

Setiap muda/i InsyaAlloh pasti menginginkan (Jodoh) yang terbaik dalam hidupnya. Cuma keinginan ini berbeda dari satu orang ke orang lain Dan orang sama dalam waktu & keadaan yang berbeda:

Pertanyaannya : Apa Modal usaha Anda untuk Mencapainya..?

Pendapat saya

Usia 20 - an : menggampangkan 'perjodohan', Lebih mengutamakan Karir

Usia 30 - an : mulai sadar 'ketinggalan kereta, Mulai agak cemas & membenarkan komentar teman yg dulu dianggap mengganggu

Usia 40 - an : (kalau masih belum kawin juga) Tinggal penyesalan belaka karena semakin kurang kandidat menarik (sebab sudah digandeng orang lain)

USAHA BRO : Harus gigih, Jangan menutup diri, Perluas pergaulan ditempat yang baik2, Ikuti kegiatan yg mungkin akan mempertemukan Anda dengan si dia ( spt, acara keakraban).

Berkenalan/berteman dulu - cocok - Jadi sahabat - Lama2...Jadi sahabat istimewa
Sebelum kesabet orang - UDAH..SIKAAAAT...!
(Leila CH)

20/07/07

Latihan MENCARI JODOH

Apakah anda pernah mengalami, ketika ingat seorang teman, tiba-tiba teman tadi menelpon. Ketika berniat menjalankan bisnis, tiba-tiba ada kesempatan bisnis yang datang tidak terduga. Hampir semuanya terjadi diluar kesadaran. Itulah namanya Likes attract likes, pikiran dan perasaan kita, akan menarik hal-hal yang berkesuaian kedalam hidup kita.

Pertanyaannya, bisakah hal ini kita lakukan dalam mencari jodoh? Dalam hal keinginan kita untuk menikah, pertanyaannya: "what do you really want?" . Langkah pertama adalah mengidentifikasikan hasrat kita (identify your desire). Mengidentifikasikan apa yang sebetulnya kita inginkan. Nah, ini yang gampang-gampang susah. Biasanya ketika ditanya "jadi sebetulnya kamu mau apa?", mulut langsung terkunci, pikiran jadi blank. Atau sebaliknya, nyerocos tanpa henti dari A sampai Z, sampai gak jelas mau apa. Nah, supaya jelas gunakanlah "clarity through contrast worksheet".

Caranya? Pertama, tentukan dulu di "prominent area" apa Anda ingin identifikasikan hasrat Anda ini. Misalnya, dalam area karir, keuangan, kesehatan, keluarga atau perkawinan juga boleh, kalau mau. Katakan Anda akan membuat worksheet untuk jodoh, maka ambil selembar kertas, tulis judulnya: Kondisi Perjodohan Idealku. Ini contoh saja, Anda bisa kreatif sedikit lah. Misalnya kalau soal asmara, tulis saja: calon istri idealku, dsb.

Di bawah judul, buat tabel dua kolom. Kolom sebelah kiri sebut saja kolom "contrast". Di kolom ini cantumkan hal-hal yang Anda tidak mau terjadi. Karena manusia memang aneh. Ketika disuruh mengungkapkan hal-hal yang gak disukai biasanya lebih gampang. Tuliskan satu item untuk satu baris. Misalnya kalau dalam hal jodoh: 1. Ragu menikah/masih banyak pertimbangan, 2. Terlalu banyak pilihan, 3. Kurang pede, 4. Takut, 5. Pengen lebih, dst. Gampang kan? Sounds familiar? Hehehe … maaf ya, saya gak maksud nyinidir siapa2. Tuliskan sebanyak yang Anda mau.

Kemudian, baca setiap item. Dan kemudian tanyakan: "Jadi, apa yang kamu inginkan? Nah, lalu tulis jawabannya di kolom sebelah kanan, kita sebut saja kolom "clarity". Misalnya item 1: Masih banyak pertimbangan. Ini tidak Anda inginkan, jadi tanyakan: "Jadi, apa yang kamu inginkan?", nah tulis jawaban Anda, misalnya: "Prioritas saya adalah yang paham & pribadinya menarik". Jawaban ini yang kita tulis di kolom clarity, dan kemudian jangan lupa coret kalimat di kolom contrast. Selesai satu item, ulangi untuk setiap item yang sudah Anda tulis.

Akhir dari langkah pertama ini, Anda akan memiliki daftar apa yang sebetulnya Anda inginkan. Anda bisa membuat beberapa worksheet sesuai prominent area yang sedang ingin Anda kerjakan.

Nah, setelah jelas keinginan Anda. Langkah kedua adalah memberi perhatian dan perasaan atas keinginan tadi, sehingga vibrasi nya akan semakin kuat. Saya menganjurkan untuk memodifikasinya. Dengan membuat "Desire statement". Nah, ambil kertas kosong lagi. Hehehe … saya lupa mengingatkan ya, Anda harus sediakan alat tulis dan kertas banyak2. Kemudian tulis desire statement Anda dalam tiga bagian. Alinea pertama, adalah opening sentence, tuliskan: "Saya sedang dalam proses menarik segala sesuatu yang perlu saya lakukan, ketahui, dan miliki untuk menarik ......."Nah, titik2 nya silahkan diisi sesuai judul prominent area yang sedang Anda kerjakan. Misalnya, dari contoh di atas adalah "jodoh ideal saya".

Bagian kedua adalah batang tubuh (body) desire statement itu sendiri. Disini Anda mulai berikan perhatian dan perasaan. Anda tuliskan kembali poin-poin keinginan yang sudah Anda identifikasikan di clarity through contrast worksheet, kedalam kalimat-kalimat positif yang penuh emosi. Caranya dengan menggunakan kata-kata seperti: "Saya sangat senang, bahwa ...…", "Saya sangat bahagia dan bersemangat, mengetahui bahwa ..….". Dan semacam itu. Contoh? Misalnya: "Saya sangat bahagia dan bersemangat bahwa bila jodoh saya itu orangnya paham dan pribadinya menarik", dsb. Rasakan emosi nya sewaktu Anda menuliskan. Bagian ini bisa terdiri dari beberapa alinea sesuai jumlah desire yang sudah Anda identifikasikan.

Bagian ketiga adalah penutup. Tuliskan satu alinea yang menjadi closing sentence, misalnya: "Alloh akan menetapkan dan menggerakkan apa yang perlu terjadi untuk terwujudnya hasrat saya". Anda mungkin kurang sreg dengan bunyi kalimatnya. Menurut saya, ya Anda harus sreg dengan apa yang Anda tuliskan, jadi silakan dimodifikasi sendiri. Point nya adalah memberi perhatian dan perasaan pada point2 yang sudah Anda identifikasikan.

Bagian ketiga adalah "allowing". Ya meskipun Anda memiliki hasrat yang membara, namun jika masih ada keraguan yang kuat, sama saja anda tidak akan berhasil. Umumnya yang membatasi adalah keraguan bahwa apa yang sudah Anda tulis akan ditarik kedalam hidup Anda. Tapi tenang, karena sekali lagi saya memberikan kita cara praktis. Nah, kalau Anda masih punya cukup persediaan kertas, ambil selembar lagi, dan siaplah menulis "allowing statement". Tujuannya adalah menyingkirkan keraguan Anda.

Caranya? Pertama biarkan keraguan Anda muncul melalui pernyataan "tapi .…" dan "karena .…". Biasanya setelah membaca Desire Statement Anda muncul berbagai keraguan, tuliskan saja. Misalnya, keraguan Anda adalah: "Tapi … saya saat ini tidak punya uang sama sekali, karena … saya nyaris bangkrut .…". Tulis. Berapapun banyaknya keraguan Anda, tulis semua. Paling tidak selesai latihan ini, Anda jadi lebih pandai menulis, hehehe … Kemudian, atas pernyataan yang sudah Anda tulis, sampaikan pertanyaan: "Adakah di dunia ini orang yang (dalam kondisi seperti Anda), namun bisa mencapai (kondisi ideal Anda)?".

Misalnya dalam contoh ini, maka pertanyaannya adalah: "Adakah di dunia ini, orang yang nyaris bangkrut, namun kemudian bisa memiliki seorang istri yg faham dan menarik pribadinya?". Ingat baik-baik, apakah ada orang yang seperti itu. Saya yakin pasti ada. Nah, Jawab pertanyaan tadi secara tertulis. Misalnya, "Di dunia ini, banyak sekali orang yang pernah hampir bangkrut, namun bisa bangkit dan menikah dengan pasangan idealnya …". Anda akan rasakan bahwa keraguan Anda tidak beralasan sama sekali, karena ada orang lain yang pernah dalam kondisi seperti Anda namun bisa mewujudkan hasrat yang Anda inginkan.

Demikian beberapa latihan yang pernah saya baca dari buku Law of Attraction nya Michael J. Losier. Tentu tidak sampai disitu saja, ada beberapa latihan praktis lagi yang akan semakin memperkuat vibrasi untuk menarik yang Anda inginkan. Misalnya dengan membuat "book of proof", dimana Anda catat semua kejadian yang menjadi bukti bahwa pertolongan Alloh itu ada. Kemudian membuat "appreciation and gratitude statement", dimana setiap hari Anda menulis jurnal yang isinya rasa syukur dan apresiasi Anda atas kejadian-kejadian positif yang mulai terjadi pada diri Anda. Sekecil apapun.

Relatif mudah bukan? Nah kini Anda siap mencoba membuktikan pertolongan Alloh secara sadar. Selamat mencoba.

09/02/07

Biodata


Teman-teman, blog ini saya rencanakan untuk membantu sdr/i menemukan jodohnya, saya perkenalkan (berkerudung):
Nama : Cahyaningtyas Nugraheni (panggil tyas/ulil)
Umur : 27 tahun (maret '80)
Pendidikan : S1 Fisip periklanan UNS
Pekerjaan : Karyawati Perusahaan swasta di Solo
Hobby : Travelling, menulis & Ngemsi
Mencari : Jejaka, 25-30 th jujur setia bertanggungjawab, siap nikah, lancar 5 bab
Hubungi : Moderator (Tim PKW)