Sejelek-jeleknya kamu sekalian adalah Bujangan kamu sekalian...dan Sejelek-jeleknya Mati adalah Mati Bujangan..!(Sabda Nabi Muhammad SAW). Maka sebelum Mati..segeralah MENIKAH...Karena Menikah itu Sunnah Nabi. Menikah bisa mendatangkan Rejeki lebih banyak. Menikah menambah pahala. Menikah adalah Ibadah dan jalan untuk mencapai Sorga..!
Translate
13/12/14
Saya ingin Nikah....Tapiii....
11/11/14
Jodoh Kuasanya Alloh
Alloh maha Kuasa...
31/10/14
Saling Memaafkan
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang diriku ada di TanganNya, tidaklah seorang lelaki memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak, melainkan yang ada di langit murka terhadapnya hingga suaminya rela kepadanya.”
Bagaimana kalau ditolak tapi tidak marah?
pola komunikasi yang baik antara suami dan istri, sebagai praktik wa ‘aasyiruuhunna bilma’ruf.
Saling memaafkan
Jika sudah ada komunikasi sebelumnya, layaknya sebuah komitmen, tentu akan ringan bagi keduanya. Istri tidak merasa berdosa dan suami tidak naik darah. Dalil yang seram pun menjadi begitu indah kala tahu hak dan kewajibannya.
22/09/14
Menunda Menikah...Beresiko!
26/04/14
Pengalaman pribadi ttg nemui Jodoh (2)
25/04/14
Pengalaman pribadi ttg nemuin Jodoh
15/04/14
Miskinun...miskinun
16/03/14
Perjalanan Umroh (Madinah)
15/03/14
Perjalanan Umroh (Makkah)
Alhamdulillah....segala puji bagi Alloh ...dengan berkahNya kami bisa melaksanakan Umroh pada awal Maret 2014 ini dengan lancar.Amiin
Karena pesawat kami langsung ke Mekkah sehingga Miqot Umroh dilakukan diatas pesawat atau diatas ya lamlam (kira kira 15 menit sebelum mendarat). Dengan sholat sunnah 2 rokaat dan melafalkan "Labbaik Allohumma Umrotan" niat Umroh telah syah dijalankan. O ya sebelumnya telah mandi junub dulu yaa dan telah berganti pakaian ihrom.
Setelah sampai di hotel Olayan (300M) depan MH kami berjalan kaki untuk Thawaf dan Sa'i. Jangan Lupa baca doa masuk Masjid dan Doa melihat Ka'bah yaa
Hafalin Doanya yaa...karena supaya tidak repot...Untuk doa yg panjang seperti di setelah Sholat di Belakang Maqom Ibrohim dan di Soffa ...bawa catatan aja. O Ya doa TITIPAN teman-teman sedulur semuanya telah saya bacakan di belakang maqom Ibrohim ini...Ini adalah salah satu tempat Makbul juga. Mudah2an semua doa doa poro sedulur di kabulkan Alloh SWT...Amiiin
Setelah ibadah Sa'i Soffa Marwa ditandai dengan tahallul/cukur kemudian Lukar (lepas Ihrom).
Selanjutnya hari tersisa di Mekkah kami gunakan perbanayak ibadah di MH seperti, Thawaf sunnah, Sholat wajib, sholat sunnah, sholat lail, sholat di hijir Ismail termasuk mencari tempat mustajab untuk berdoa yaitu di Multazam dan Baca Qur'an serta Zikir/berdoa..Untuk Hajar Aswad Alhamdulillah..kami bisa membantu Isnan Putra bungsu kami untuk bisa menciumnya.
Hari terakhir di Mekkah sebelum ke Madinah kami melakukan Thawaf Wada'
Demikian sekelumit perjalanan Umroh kami di Mekkah...Mudah2an Teman2 semuanya juga akan di panggil Alloh untuk bisa beribadah di tempat yg Poool Ini...Amiiin
30/01/14
Keseriusan & Keteguhan Hati Mampu Mengalahkan Batu Karang
Cerita ini pernah terjadi ...!
Dulu didaerah Sobosana ada seorang Dokter muda Muslimah yang berpraktek dan kerja di salah satu RS swasta terbesar. Dengan parasnya yg ayu..insyaAlloh tidak sulit baginya untuk mendapatkan jodoh. Tetapi hingga usianya yg 26 th belum ada juga seorang lelaki yg menyatakan cintanya dengan surat lamaran. Banyak pria2 yang 'pdkt' padanya dan menyatakan isi hatinya...tetapi mereka semuanya hanya berupa ucapan belaka...belum ada satupun yang menyatakan dengan SURAT LAMARAN
Ada seorang pemuda cah sobosana yang mengetahui hal ini. Pemuda ini hanya tamatan SMA yang hidupnya biasa saja (keluarga petani). Sehari-hari ia bekerja membantu orangtua dan sore hari ia Amal sholeh ngajar ngaji di Masjid dekat rumahnya. Cah sobo adalah pemuda yang taat beribadah dan banyak membantu orang lain (banyak amal sholehnya).
Akhirnya setelah melalui beberapa pengamatan dan info2 dari tim pkw dan orang lain, Cah sobo tertarik dengan dokter muda muslimah tsb. Setelah beberapa minggu cah sobo melakukan ibadah sholat istikhoroh, dia bermimpi dan mendapatkan ilham...dan dalam hati ia berkata.."saya harus melamar mba dr ini..". Setelah mengutarakan niatnya pada tim pkw...langsung SL (surat lamaran) di tandatangani...tinggal tim pkw bekerja.
Tim pkw memang agak ragu/khawatir meneruskan SL ini. Setelah melakukan musyawaroh bahkan sampai tingkat daerah diputuskan untuk tetap menjalankan SL tsb pada ybs. Alhamdulillah ...tidak sampai satu minggu SL jawaban sudah ditandatangani oleh sdri mba dr.
Walimahan berjalan lancar....tetapi tim2 pkw masih penasaran...Kenapa sih..mba dokter muda ini mau menerima lamaran seorang pemuda tamatan SMA..?
Mau tau Jawabannya...?? ikuti saja blog ini yaa
05/04/13
Syukur dapat istri Solihat
Allah berfirman, ”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).” (QS an-Nisa 34). Rasulullah SAW bersabda, “Yang paling utamanya (melebihi emas dan perak) adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri yang beriman yang membantu suaminya atas keimanannya.” (Rowahu Ibnu Majah dan at-Tirmidzi) Pro: D di S
15/12/09
Cinta Sejati (sebuah teladan Khadijah)

Sesungguhnya seorang perempuan berkata “Ya Rasulullah saya adalah tamu perempuanmu,” kemudian dia menyebutkan pahala bagi laki – laki di dalam urusan jihad dan jarahan kemudian dia berkata,’Kemudian apa bagi kami dari demikian itu?” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sampaikanlah kepada orang yang kautemui dari kaum wanita sesungguhnya taat kepada suami dan mengetahui/mengakui hak – hak suami membandingi dengan yang demikian itu, akan tetapi sedikit dari golongan kamu yang mengerjakannya. (Rowahu ath –Thobroni Fi az-Zawaajir)
Saya pernah mendengar perbincangan sekelompok orang, kalau mereka menggolongkan kaum wanita sebagai warga kelas dua. Saya juga masih suka mendengar dari kaum kartini ini, katanya perempuan itu masih dalam alam jajahan pria. Bahkan saya juga banyak mendengar, bincang – bincang, kalau kaum hawa itu dinomorduakan. Hak – haknya tidak sama dengan laki – laki. Entah apalagi, yang jelas keluh – kesah tentang tuntutan persamaan gender, katanya, emansipasi atau apalah…… sejenis itu. Bahkan yang membuat saya sedih, issue itu dijuruskan ke ranah religious. Islam, katanya, juga agama yang masih merendahkan kaum wanita. Apalagi dengan santernya poligami. Secara aklamasi, hal itu dijadikan sebuah ayat suci. Bukti utama, yang shahih untuk melegalkan opini mereka. Subhanallah.
Itu semua adalah suasana yang sentimentil. Penuh emosi. Tak berdalih.
Oleh karena itu, sebelum jauh melebar ke mana – mana, ada hal mendasar yang perlu diketahui bersama. Guna untuk menjawab gossip itu semua. Kalau perlu merubuhkan dogma itu. Nggak perlu ayat atau dalil yang muluk – muluk. Satu hal saja, yaitu bagaimana sih…. para wanita memandang diri mereka sendiri? Apakah mereka merasa direndahkan? Atau mereka merasa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kaum lelaki? Hal ini sangat penting, sebab sebanyak apapun dalil yang disampaikan, tentu percuma & tak berguna, selama mereka masih meyakini paradigma bahwa wanita itu warga kelas dua. Karena pada dasarnya memang masih banyak wanita yang memposisikan dirinya seperti itu, nomor dua, tertindas, terlindas dan dikebiri hak - haknya. Alih – alih ekspresi ketidakpuasan sesa’at. Dan itulah yang akhirnya diperolehnya.
Tidak dulu, tidak pula sekarang. Pola pikir dan perilaku seperti itu sudah bukan hal baru lagi. Sejak dulu kala sudah ada. Terbukti hadits di atas. Pertanyaan di dalam hadits yang disampaikan seorang perempuan ke Nabi SAW tak lain adalah – kalau dalam bahasa sekarang – tuntutan persamaan gender. Walau ditengarai juga sebagai bentuk fastabiqul khoirot. Namun, nuansa ke-jealousan-nya lebih menonjol. Dengan tegas Nabi SAW memberikan jawaban yang pas bahwa persamaan hak itu dilakukan dengan menjalankan kewajibannya sesuai dengan peran dan kondisinya masing – masing. Sesuai ‘dapukan’nya. Sak pol kemampuannya. Berdasar kodratnya. Itu sudah sama nilainya. Jadi, tidak harus mengerjakan hal serupa untuk memperoleh kedudukan dan pahala yang sama. Cukup dengan melaksanakan tugas masing – masing, itu sudah mencukupi. Sayangnya, manusia - kata orang jawa, itu sawang – sinawang. Orang perempuan ngelihat menjadi laki-laki itu lebih baik dan lebih enak. Laki – laki juga melihat kalau jadi perempuan itu lebih baik dan lebih senang. Seorang guru, melihat menjadi dokter itu enak. Demikian juga dengan dokter, melihat profesi guru itu kayaknya lebih enak. Begitu terus. Tanpa henti. Sampai orang itu menemukan kesadaran dan kemampuan bersyukur setiap saat, bahwa apa yang diberikan dan dipilihkan Allah itu adalah yang paling baik dan sempurna. Allahu akbar.
Demikian juga dalam bangunan Rumah Tangga. Pengertian dan pengakuan atas hak – hak dan kewajiban masing – masing adalah hal yang utama. Jangan berharap terjalin hubungan yang baik jika tidak dibarengi pengakuan dan pemahaman hak dan kewajiban masing – masing dengan baik. Suami mengakui hak istri. Istri mengetahui hak suami. Suami membantu istri. Istri membantu suami. Bahu – membahu.
Tatkala suami di rumah, suami menjadi pemimpinnya. Tatkala suami pergi, istri menjadi pimpinan rumah tangganya. Dan ketika suami pulang, istri menyerahkan kembali esensi kepemimpinan kepada yang berhak. Estafet yang indah. Mata rantai yang romantis. Komunikasi yang harmonis.
Maka, seorang istri jika bisa taat suami, menjadi jenderal yang baik di rumah suaminya, dan mengetahui hak – hak suami, maka itu membandingi pahala jihad. Nggak perlu mengangkat pedang. Nggak perlu jauh – jauh menempuh perjalanan. Toh hasilnya sepadan.
Kesadaran dan pemahaman seperti inilah yang perlu dimiliki setiap pasangan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya masing – masing. Demi menemukan persamaan hak yang sebenarnya. Bukan persamaan peran.
Bagaimana kalau keadaannya terbalik?
Lihatlah Khadijah. Waktu itu Nabi yang berusia 25 tahun, menikah dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Seorang janda kaya. Dan dari Khadijah inilah Nabi mendapatkan 5 keturunan. Sampai akhirnya Khadijah wafat.
Cermatilah bagaimana Khadijah merelakan semua hartanya untuk berjuang suaminya. Bagaimana seluruh jiwa - raganya mendukung penuh niat luhur suaminya. Menghibur tatkala sedih. Melindungi tatkala terancam. Menyediakan perbekalan, tatkala diperlukan untuk dakwah. Semata – mata karena mengetahui akan hak dan kewajibannya. Istri lebih banyak kerja daripada suami. Atas dasar kasih dan sayang. Keluhuran budi. Semua kekurangan yang ada pada diri suami menjadi tak berarti lagi. Yang dilakukan Khadijah adalah apa yang bisa saya berikan kepada suami saya? Bukan tuntutan apa yang diberikan suami saya kepada saya. Dan apa yang didapatkan? Sebuah cinta sejati. Tulus dan murni. Cinta suci, yang tak lekang ditelan waktu. Sampai – sampai hal itu membuat cemburu istri – istri Nabi setelahnya. Sebab tak ada cinta dan kasih terindah sebagaimana diperani Khadijah. Padahal Khadijah sudah lama dan tidak ada lagi di dunia.
Pengakuan hak, bukan hanya sekedar tahu. Ia bukan hanya pengetahuan. Tapi lebih kepada penghayatan dan praktik nyata. Ketika sudah dihayati dan diamalkan, maka buahnya akan kita petik dan rasakan bersama. Dan ini bukan hal yang mudah sebab Nabi sudah mengingatkan – hanya sedikit yang mampu melakukannya!.
14/05/08
Darimana Datang JODOH..?
Darimana Datangnya Jodoh?
Sewaktu masih menjadi Dharmapria (kerja sambil antar jemput bareng istri), saya menjumpai fenomena di kantor istri yang cukup unik. Ternyata, cukup banyak high quality singles, usia 25-30, yang belum memutuskan untuk menikah. Fenomena ini cukup unik karena pria-pria ini justru bukan dari kalangan penggemar dugem ataupun aktifitas hedonisme lainnya, tapi pria-pria ini justru datang dari lingkungan yang normal, bersih, dan beberapa bahkan religius, rajin ke masjid, pengajian, ataupun beramal..
Dikesempatan lain, ketika masih mbujang, saya cukup sering datang ke ‘pertemuan jodoh’ informal, entah pengajian supernisob di masjid yang rutin diselenggarakan tiap bulan oleh alumni Gunung Gede.. Ataupun sekedar pertemuan alumni yang ‘disalahgunakan’ untuk mencari jodoh. Ataupun acara-acara walimahan yang bisa membuat si Joko berdandan rapih harisabtu/minggu.
Masalah mengatur perjodohan ini pun semakin rumit, ketika saya dan ayang sudah menikah. Setelah menikah ini, cukup banyak juga teman/saudara yang nitip untuk dicarikan jodoh, biasanya mereka lebih percaya minta tolong ‘dicomblangkan’ dengan pasangan yang sudah menikah, -iyalah kalau sama-sama nyari, diembat juga nanti- dibandingkan yang belum terbukti.
Untungnya, saya pun punya teman-teman yang juga sudah menikah, sehingga memudahkan saya menukar database. Apalagi sekarang sudah jaman internet, si target bisa diidentifikasi dengan jelas. Percaya deh sama teknologi.
Nah menurut anda, mana tempat terbaik untuk menemukan jodoh anda? Apakah:
1. Kampus, teman, adik atau kakak kelas, ini statistically proven.
2. Pendatang baru di-kelompok, di semampir cukup banyak kakak2 kelas yang menyambar adek2 kelas yg manis-manis. Cukup banyak cerita seru dan intrik terjadi disini.
3. Forum Temu Barokah, pengajian yg menjurus ke perkawinan.
Atau mungkin anda termasuk orang yang percaya love at first sight? atau cinta bisa datang kapan saja.
Kalau saya?
Ayangku? dia kaka kelasku, beda 3 tahun, paling galak dan paling pintar di kampus. (dulu saya tertantang untuk menaklukkannya..he..he..he) Engga percaya? cek aja ke Bu Alex...he..he..he (emang berani..?).
Bagi Anda yg sudah menikah/manten baru/manten lama..Bagi dong tips anda menemukan jodoh?
Salam FUNtastic
3 Comment:
Abunawas wrote :
- BE YOURSELF, jadilah dirimu sendiri, kagak perlu dipermak-permak soale kalo ntar ketahuan belangnya bakalan kuciwa si gadis. Biasanya kalo si gadis bisa nerima berarti pengertiannya tinggi.
- MAKE YOURSELF DIFFERENT, itu yang bisa jadi daya tarik, jangan ikut korban mode, kebanyakan baca novel ato baca buku bagemana cara cari pasangan akhirnya bisa membosankan bagi si gadis (kek liat pilem Get Married)
- KAMPANYE, biasalah sebelum jadi pimpinan, selalu usahakan kampanye, biacarakan tentang visi dan misi dalam berumah tangga, target jangka pendek dan panjang. Syukur-syukur bisa kampanye WAYUH, kalo nerima berarti
pan syukur pol, bisa saling melancarkan dan pengertian.
Bagi-bagi tips kampanye:
- Ndak banyak yang bisa memahami dan mengerti filosofi hidup ane, biasa pan kampanye dolo : Perjalanan Hidup ane seperti kereta express, ada awal dan akhir yang jelas, saya ingin istri saya sebagai lokomotif pembantu jadi beban yang saya angkut semakin banyak, istri bukan sebagai beban, kalo jadi beban ya ditinggal, jadi semakin banyak istri semakin ringan ... tentunya untuk urusan sabilillah hehehe..
- Kalo bisa berlari kenapa harus merangkak, misal nyari lowongan direktur ato komisaris pertamina kalo ngga ada ya mending tidur hehehe.... itu yang mengubah hidup ane jadi sekarang, jadi kenal boss-nya siemens manufaktur
cilegon, bisa berdekatan dan ngobrol dengan konjen AS, dll
- Niru kerjanya palang sepor.... tidur kalo kerja, berdiri pas nganggur. Elmu peninggalan Soichiro Honda -> The Power of Dreams, kalo nganggur ya plesiran.
Sejarah dapet jodoh:
Doi pan senengnya olahraga, lari-lari, senam, dll. Ane berbagi elmu bagaimana menjaga stamina, menjaga napas, denyut jantung biar ndak ngos-ngosan, coba bayangin orang kek inul bisa nari sambil joget kek kuda liar, ndak sembarangnya tuh staminanya. Elmu ane sedikit demi sedikit bisa diserap dan dipraktekkan, sekalian ama kampanye jadi calon suami hehehe... trus ane tawarin nikah.... eh gayung bersambut, mau si doi. kagak pake lama nikahan deh walaupun acaranya
sederhana dan seadanya soale ane pas ketiban bencana.
ALLOHUAKBAR.
Miss Ika Artha wrote:
Pengalaman pribadi ttg nemuin Jodoh :
Awalnya sering ketemu gara-gara musyawaroh Asrama Muslim diNginden, kebetulan suami dulu juga panitia Asrama. Dari situ trusjadi tambah kenal, mungkin benar ya witing tresno jalaran sokokulino. (he2x..)
Singkat cerita akhirnya sampai acara asrama berakhir, dianya maen ke rumah, nach... setelah melewati ujian (kyak sekolah aja), Finally August 2007 kita nikah dech...
Makanya buat para Jomblowan-Jomblowat
sapa tau dapet UhRo ;)
Tambahan dari Bung Aziz:
Sekadar menambahi postingnya ibu Galih:
Tetep ditata niatnya.., Ngaji tuk cari ilmu.., cari pahala..,
Kalo memang bener2 cari jodoh dan siap dah ada medianya tim PKW.
Pepatah bilang, "Waitting trisn jalran teko kulinten" mungkin maksudnya adalah terbukalah pada orang di sekitar anda, latihlah komunikasi dengan orang lain. Lebih bagus lagi bila, anda bisa berkomunikasi dengan semua orang tanpa ada rasa canggung sesuai papan, mpan, adepan, meskipun baru pertama kenal. Kenali semua orang yang anda temui sak pol kemampuan.. berinteraksilah dengan mereka.. Jangan Cuek.. Biarkan mengalir dengan alami..
Jangan diam aja di dalam kos2an/ kontrakan
05/07/07
Menikahlah, Alloh Akan Memampukan Engkau
Dibawah ini saya lampirkan bagaimana cerita salah seorang member TDA menjalani proses 'menikah'
Menikahlah, Allah Akan Memampukan Engkau
(Sebuah motivasi bagi yang masih ragu untuk menikah)
Alhamdulillah segala puji untuk Allah SWT, yang telah memberikan kemudahan bagi kami untuk menikah, 24 Juni 2007 dan walimahan 1 Juli 2007. Kemudahan demi kemudahan kami dapatkan ketika kami memantapkan diri untuk melangkah. Saya sendiri ketika berazam untuk menikah 4 bulan yang lalu, dalam kondisi keuangan yang negatif (-). Banyak hutang disana -sini, dan saya belum berpenghasilan yang cukup untuk menghidupi ibu dan adik-adik, kondisi keluarga yang carut marut, bapak sudah hampir 4 tahun jarang pulang, kalaupun pulang hanya sebentar kemudian pergi lagi, tanpa meninggalkan bekal untuk kami bertahan hidup, hingga akhirnya kami tahu bahwa bapak sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain.
Di rumah kami berlima dengan ibu, kakak sudah menikah dan tinggal ditempat yang berjauhan dengan kami, sehingga saya adalah anak yang paling besar di rumah dengan 3 orang adik. Ibu tidak memiliki pekerjaan tetap, praktis semua kebutuhan keluarga saya yang menanggung, kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan untuk biaya sekolah adik-adik. Saya beruntung memiliki ibu yang sabar dan tabah, dengan kondisi kami saat itu kami mampu bertahan hidup untuk makan dengan rata-rata Rp 10.000,- sehari untuk 5 orang ( bisa dibayangkan ? ).
Dalam kondisi seperti itulah saya kuatkan azam untuk menikah, azam ini sebenarnya sudah muncul setahun yang lalu dan sudah saya sampaikan kepada kedua orang tua, ketika itu orang tua sedang berkumpul dirumah, tetapi tanggapannya biasa saja, tidak ada sebuah ekspresi yang mencerminkan sebuah dukungan, datar-datar saja. Ya, saya memakluminya karena mereka sedang ada masalah, hal ini terlihat dari jarangnya bapak pulang kerumah, dan seringnya bapak - ibu bertengkar. Tekad saya sudah bulat untuk menikah tahun ini, di usia 27 tahun .
Miracle pertama yang diberikan Allah untuk kemudahan pernikahan saya adalah membaiknya hubungan bapak-ibu, 3 bulan sebelum hari H, bapak sudah sering pulang, pekerjaan bapak saat itu belum jelas, sehingga meskipun pulang beliau tidak membawa uang untuk menghidupi keluarga. Sebaliknya, beliau menambah beban keluarga, artinya dengan kehadirannya dana untuk mekan bertambah, belum lagi kalau beliau pergi - pergi untuk mencari pekerjaan .. tambah ongkos.
Alhamdulillah... 1 bulan sebelum hari H, bapak sudah mendapatkan proyek untuk menggarap mebel antik, dan nilainya tidak tanggung-tanggung, kalau untuk makan keluarga selama setahun tidak habis dan hingga sekarang bapak sudah sering di rumah untuk mengerjakan proyeknya. Dengan begitu perhatian bapak-ibu kepada adik-adik bisa lebih baik dari sebelumnya, saya pun.... juga tenang dengan istri. Tanggungjawab yang selama ini saya pikul selama bapak tidak pulang, sudah kembali pada pemegang tongkat kekuasaan yang sebenarnya.
Miracle kedua, ketika khitbah (melamar) yaitu 2 bulan sebelum hari H. Pada hari yang telah menjadi kesepakatan untuk khitbah yang telah ditentukan dengan pihak wanita, kami sekeluarga benar-benar kondisi pas-pasan, jangankan untuk sewa mobil, untuk naik bus saja kami tidak punya... letak wanita yang akan saya khitbah di luar kota sehingga memerlukan alat transportasi untuk bisa sampai ke tujuan. Tidak saya duga... ada seorang teman yang telah menyediakan mobil untuk mengantar saya dan orang tua, dan hebatnya beliau tidak memungut biaya sepeserpun.
Miracle ketiga, kemudahan yang diberikan Allah adalah ketika saya bertemu seorang teman seangkatan ketika kami kuliah. Karena kami jarang ketemu, dia menanyakan nomor HP yang sekarang saya pakai, karena dia susah untuk menghubungi saya. Sambil bercanda saya berkata: " HP saya sudah laku... mau belikan...?"di luar dugaan dia menanggapi serius perkataan saya, sejenak dia terdiam, ingat HP nya yang jarang dipakai. Dia kelihatan sedang mencari sesuatu, sebuah HP CDMA yang cukup bagus di sodorkan dihadapan saya, " Rif, pakai HP ini agar saya bisa mudah berkomunikasi dengan engkau" Waduh.... saya jadi bingung, saya bertanya "Saya harus bayar berapa ? " akhirnya, dia menyuruh saya membawanya, dan dengan harga terserah saya mau kasih berapa....
Dan masih banyak keajaiban-keajaiban yang ditunjukkan oleh Allah SWT hingga ketika kami menikah, termasuk rezeki yang di lewatkan melalui member TDA, pak Imam ( Tuban)
Ingat bahwa, "Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberiannya dan Maha Mengetahui.? " (Q.S. An-Nuur 24:32)
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya...? " (Q.S. Huud 11:6)
Ayo.. siapa takut untuk menikah ..?
Arif Setiawan
0271-5841485
www.berseri.web.id
02/03/07
...MENIKAH TIDAK BISA DIMASUKKAN LOGIKA...!!!
Tak ada..!!!. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ahli. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga..
Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum siap..lah...Belum qodar lah (belum usaha..kok bilang qodar). Lagi nyicil..lah dll. Itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dulu, sebelum saya punya gaji, saya sangka baik pada Alloh, rejeki ada yg ngatur. Saya Harus menikah walau saya masih kuliah. Hidup saya hanya mengandalkan kiriman ortu (PNS). Saya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau nanti punya anak dan istri? Saya bahkan belum punya rumah?....Saya selalu sangka baik pada Alloh. Jaminannya....Anda sudah tahu Dalilnya khan.....Jaminan Alloh
Kalau kau menunggu gajimu cukup, maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki gajimu naik tiga kali lipat. Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan, tingkat kebutuhanmu juga akan naik... bahkan lebih tiga kali lipat. Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia tak berpikir pakaian berharga tertentu, televisi, laptop... atau mungkin hp merk mutakhir. Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi materinya.
Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.
Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki, ingat dalilnya luur...... Ada sabda Rasulullah, ”Irtamizu rizko binnikah”. ”Menikahlah maka kau akan menjadi kaya." Mungkin secara logika akan sangat sulit dibuktikan statemen-statemen tersebut. Taruhlah, pertanyaan paling rewel dari makhluk bernama manusia, "Bagaimana mungkin saya akan menjadi kaya sedangkan saya harus menanggung biaya hidup istri dan anak? Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan interaksi sosial juga tidak bisa lagi saya sikapi dengan simpel. Contoh saja, kalau ada tetangga atau teman yang hajatan, menikah dan sebagainya, saya tentu saja tidak bisa lagi menutup mata dan menyikapinya dengan konsep-konsep idealis. Saya harus kompromi dengan tradisi; hadir, nyumbang... yang ini berarti menambah besar pos pengeluaran. Semua itu tak perlu menjadi beban saya pada saat saya belum berkeluarga."
Saat saya dihadapkan pertanyaan 'menikah' pertama kali dalam hidup saya, saya sempat maju mundur dan gamang dengan wacana-wacana semacam ini. Lama sekali saya menemukan keyakinan -–belum jawaban, apalagi bukti–- bahwa seorang saya hanyalah menjadi perantara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya yang ditakdirkan menjadi istri atau anak-anak saya.
Harusnya memang demikian. Itulah keajaiban yang kesekian dari sebuah pernikahan. Saya sendiri menikah pada tahun 1990, saat umur saya dua puluh tiga tahun. Saat itu saya masih Ko-as/Mhs di FKH IPB Bogor.
Dengarkan...! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini.
Beberapa hari setelah saya menikah, istri saya langsung diterima bekerja. Beberapa bulan berikutnya urusan skripsi, praktek lapang saya berjalan dengan lancar...mulus... tapa hambatan. . Interval sejak KUA sampai saya benar-benar dapat pekerjaan +/- satu tahun. Padahal, saya ditempatkan di Bandung....bayangkan baru manten anyar sudah hidup terpisah.. Dilalah... saya hanya 9 bulan di Bandung kemudian saya di dekatlagi oleh Alloh, pindah ke Jakarta lagi. Saat anak lahir, saya masih menempati rumah kontrakan, lagi-lagi ada keajaiban, walau saya belum bisa bayar kontrakan, diberi keringanan oleh si empunya, boleh bayar belakangan. Miracle berikutnya...! Subhanallah...! Saya bisa mengambil rumah BTN di sawangan, saya semakin yakin bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan istri saya... juga –mungkin –orang lain. Kemudian kami bertekad untuk menabung, sampai bisa berangkat haji. Alhamdulillah bisa berangkat dengan biaya murah Rp. 7.5 juta tahun 1997 walau dengan cara jual mobil, pinjam ortu dll
”Barangsiapa yg tawakkal pada Alloh maka DIA akan mencukupinya, barang siapa yg tawakkal pada Alloh dengan sehaq-haqnya tawakkal, maka Alloh akan memberi dia rezki sebagaimana Alloh memberi rezki pada burung pagi-pagi lapar dia dan sorenya sudah kenyang....”
perkawinan-bahagia.blogspot.com




















