Translate

13/02/14

Menikah...Membikin Saya Tambah Semangat

Testimony lagee..

"Saya memutuskan menikah disaat Kuliah Mentok (ga selesai2)..Alhamdulillah dengan Nikah (dapet mbok rondo lur..) dan dapet anak Menjadikan SEMANGAT.  Sekarang saya sudah selesai S2 dan dapet pekerjaan/ maisyah yang barokah & cukup.."

(Rafik Fajar, Semampir)




Dengan Menikah Tambah Kaya

Ini salah satu testimony dari saudara kita,

"Sebelum menikah uang saya habis terus...tetapi setelah MENIKAH..uang saya tambah banyak.  Benar sekali kata Bapak (P. Alex. red) dengan menikah tambah kaya dan membawa barokah.."

(P Agus, Mie Ayam Mentari)

01/02/14

Pertanyaan Bapak/Wali Sesa'at Sebelum Ijab Qobul

Di suatu pagi yang cerah….sebuah rumah sedang berlangsung perhelatan Pernikahan, Jamuan telah dihidang dan para tetamu undangan telah berdatangan, Rupanya sedang berlangsung Akad Nikah
Seorang Bapak sebelum menikahkan anak perempuannya, bertanya

Bapak : “Nduk…sebelum bapak menikahkan kamu sebentar lagi dengan seorang laki-laki ini..Bapak pengen tahu…Apakah kamu betul-betul mencintai orang laki-laki ini?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu siap taat kepada orang laki-laki ini..walau kondisimu sedang keadaan capek/payah…walau kamu sedang tidak senang..?”
Anak Pr: Ya pak..
Bapak:  “Nduk…Apakah kamu bisa mensyukuri pemberian orang laki-laki ini ..walaupun itu hanya sepiring nasi..?”  Karena nduk…beberapa detik lagi Bhaktimu pada Bapakmu ini akan segera berakhir….beberapa detik lagi ketho'atanmu pada Bapak akan segera beralih ke orang laki-laki ini.  Kalau kamu bilang TIDAK.. ga pa pa..!! Bapak akan batalkan semua ini.!!  Lebih baik kamu berterus terang dari pada kamu dibawa orang laki-laki yang kamu tidak bisa tho'at padanya.!
Anak Pr: Ya Pak…saya siap Tho'at pada mas Agus (nama orang laki-laki ybs).


Lalu si Bapak bertanya pula pada si orang laki-laki.
Bapak : Mas…Sebelum saya menikahkanmu dengan anak perempuan saya ini …saya akan bertanya padamu.…Apakah kamu nanti setelah menikah dengan anak saya…benar-benar bisa mencintai anak saya ini..?
Org Laki: Ya pak..saya benar-benar mencintainya
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa memaafkan kekurangan-kekurangan anak saya ini..?
Org Laki: Ya..bisa pak..
Bapak: Mas…Apakah kamu bisa menerima anak saya apa adanya..?
Org Laki: Ya pak..bisa..

Bapak: Mas…Apakah kamu nanti jika keadaan susah/sulit  atau kedadaan senang tetap akan bersamanya dan mau menafkahinya..?  Sebab Mas…Kalau kamu bilang GA BISA..sekarang…saya Tidak akan marah…Saya akan batalkan semua ini…biarlah anak saya masih menjadi tanggungjawab saya.  Karena saya tidak mau pada orang laki-laki yang tidak bisa meramut pada istrinya..! Sebentar lagi kamu akan mengambil alih tanggungjawab saya  terhadap siti (nama anak si bapak)

30/01/14

Keseriusan & Keteguhan Hati Mampu Mengalahkan Batu Karang

Terkait dengan judul tsb....Persoalan ini masih seputar PERNIKAHAN.

Cerita ini pernah terjadi ...!

Dulu didaerah Sobosana ada seorang Dokter muda Muslimah yang berpraktek dan kerja di salah satu RS swasta terbesar.  Dengan parasnya yg ayu..insyaAlloh tidak sulit baginya untuk mendapatkan jodoh.  Tetapi hingga usianya yg 26 th belum ada juga seorang lelaki yg menyatakan cintanya dengan surat lamaran. Banyak pria2 yang 'pdkt' padanya dan menyatakan isi hatinya...tetapi mereka semuanya hanya berupa ucapan belaka...belum ada satupun yang menyatakan dengan SURAT LAMARAN


Ada seorang pemuda cah sobosana yang mengetahui hal ini.  Pemuda ini hanya tamatan SMA yang hidupnya biasa saja (keluarga petani). Sehari-hari ia bekerja membantu orangtua dan sore hari ia Amal sholeh ngajar ngaji di Masjid dekat rumahnya.  Cah sobo adalah pemuda yang taat beribadah dan banyak membantu orang lain (banyak amal sholehnya).

Akhirnya setelah melalui beberapa pengamatan dan info2 dari tim pkw dan orang lain, Cah sobo tertarik dengan dokter muda muslimah tsb.  Setelah beberapa minggu cah sobo melakukan ibadah sholat istikhoroh, dia bermimpi dan mendapatkan ilham...dan dalam hati ia berkata.."saya harus melamar mba dr ini..".  Setelah mengutarakan niatnya pada tim pkw...langsung SL (surat lamaran) di tandatangani...tinggal tim pkw bekerja.

Tim pkw memang agak ragu/khawatir meneruskan SL ini.  Setelah melakukan musyawaroh bahkan sampai tingkat daerah diputuskan untuk tetap menjalankan SL tsb pada ybs.  Alhamdulillah ...tidak sampai satu minggu SL jawaban sudah ditandatangani oleh sdri mba dr.

Walimahan berjalan lancar....tetapi tim2 pkw masih penasaran...Kenapa sih..mba dokter muda ini mau menerima lamaran seorang pemuda tamatan SMA..?

Mau tau Jawabannya...?? ikuti saja blog ini yaa

09/01/14

Nikah Jangan (tunggu) Tua Yaaa...(surat dr seorang pertua)


Luuur,

Dulu itu ada pameo diseputar mahasiswi
Jika ada Mhsi yg disenangi....
Kalau masih Tingkat I (satu) dia akan berkata heh.."Siapa saya..?" Siapa luu..? berani2nya...
Kalau Tingkat II mulai: 'Siapa diaa.."
Udah Tingkat III : Siapa sajaa.."
Setelah Tingkat IV : Siapa mauu dapet hadiah deeh.."

Dibawah ini ada kutipan dari sebuah milist tentang ...Derita seorang Pertua

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari
neraka perawan tua..
Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis
lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten
dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun
pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan…
dan… seterusnya.

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah
melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan
kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku
melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya
aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang
dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan
kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak
ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita
lain menyertaiku dalam suamiku.

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara
suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun
mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna
(uda –minang) impianku, namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu
sementara umurku sudah mendekati 30 tahun.

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari
marapulai (penganten laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan
mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa yang aku
lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku
duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah
sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah…
sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si
fulanah itu taunya namaku

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok / trauma
yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan
bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah
perawan tua.

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara
waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak,
aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang mana aku
berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku,
aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku.

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: “hari ini telah datang
seorang marapulai untukmu, tapi aku telah menolaknya” dengan
spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan
kepadaku: “karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu
memerangi poligami”. Hamper aku berteriak di hadapan wajahnya: “
kenapa abang tidak menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua,
atau ke tiga, atau keempat.

Sekarang aku mengatahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah
satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan hikmah
yang lain???? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak
mengetahui.”
Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada
kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan
syarat ( ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari
neraka pertua, kami adalah manusia, kami merasakan, kami pilu,
lindungilah kami, sayangilah kami.
Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah…

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan
neraka pertua, aku berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti
ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia,
akan tetapi doronglah ia.

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di
sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda
kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka? Anggaplah dia
saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan
kesabaranmu..
Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan
akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: “lihatlah kepada
sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada
laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja,
pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti
memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami.

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam
tangan istrinya, perasaanku bergejolak, tapi tanpa manfaat???

Saudari kalian / Perawan tua

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk
menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan
rezki yang banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah
ia kepada siapa yang anda anggap mampu.

Lihat juga fatwa Syekkh bin Baz
Nasehat Syeikh Bin Baz bagi istri tersayang

Pada waktu sahur di salah satu malam sepuluh terakhir ramadhan tahun
1408 dalam program Tanya jawab ( Nur ala darb), Syeikh Abdul Aziz bin
Baz ditanya dengan satu pertanyaan, dimana pertanyaan itu datang dari
penanya di kota Bahah, ia berkata: saya memilik seorang istri dan
dikaruniai beberapa anak dari dia, sementara jiwaku berkeinginan kuat
untuk menikah lagi, setiap kali aku membicarakannya dengan istri ku
akan keinginan saya ini , maka istri berubah sikap dengan saya dan dia
mengancamku untuk pergi pulang kerumah orang tuanya dan meninggalkan
anak-anaknya itu, apa nasehat syeikh untuk saya dan untuk istri saya
wahai syeikh yang mulia?

Syeikh menjawab: “ takutlah kalian wahai hamba Allah perempuan (para
istri) dalam hal itu (poligami), sesungguhnya menikah lagi adalah hak
suami, istri tidak boleh menghalangi suaminya untuk menikah istri
kedua, ketiga, dan keempat. Yang telah menyariatkan poligami itu
adalah Allah dari atas langit ke tujuh, Dia mengatahui apa yang baik
untuk kondisi laki-laki dan kondisi wanita, oleh karena itu Allah
membolehkan dan menghalalkannya disebabkan (dalam poligami itu)
terdapat kemaslahatan yang banyak untuk diri istri sendiri:

1). terkadang suami orang yang pelit dan kikir, maka apabila ia
menikah dengan istri kedua, maka Allah membukakan tangannya untuk
memberi nafkah kepada istri pertama karena harus bersikap adil,

2). dan terkadang bermanfaat untuk suamimu, sehingga ia pun bisa
berbuat baik kepada janda kematian suami, atau janda cerai atau
perawan tua, maka dengan demikian anda akan mendapatkan pahala
disebabkan meridhoinya.

3). Dan terkadang Allah memberinya rezki keturunan anak laki-laki dan
perempuan dari pernikahannya itu, dimana pada masa depan tidak ada
yang berbakti dan membantumu kecuali mereka itu.

4). Boleh jadi suamimu tidak menyukai sebagian karakter dan tabiatmu,
ketika ia sudah hidup dengan istri kedua, maka baru jelas baginya
kelebihanmu ketika dia melihat kekurangan pada istri keduanya dalam
beberapa sisi, sehingga berubahlah penilaiannya kepadamu setelah
mencoba istri selainmu.

5).Ada perkara yang sangat penting dari itu semua, yaitu kebencianmu
terhadap pernikahan suamimu merupakan bahaya yang besar yang bisa
menimpamu, yaitu Allah akan menghancurkan dan menggugurkan amal
kebajikanmu disebabkan kebencian terhadap sebagian ajaran yang
diturunkan Allah. Perintah berpoligami sangat jelas bisa dibaca dalam
firman Allah :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (HAK -hak)
perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka
(kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang
demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS
An-Nissa’ : 3)

Membenci apa yang telah Allah turunkan menyebabkan kehancuran amal
kebajikan, Allah berfirman:

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa
yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan
(pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS Muhammad: 9)

(Sumber milist PM)



02/01/14

Beranilah MENIKAH..!

Orang yg menikah berarti menyempurnakan setengah Imannya..!

Hal ini ga disukai oleh Syetan..!! Duh penyesalanku..."sudah terjaga sepasang anak Adam"

Sebelum Menikah banyak kata kata Negatif dan Ketakutan ketakutan yang akan ngendon-ngendoni kita.

JANGAN TAKUT..!!!

Menikah itu Betul-betul Qodar..!
Menikah itu adalah hasil Takdir dan Doa kita yang sudah lama kita panjatkan.

Cintailah istrimu..!
Cintailah orang yang kamu Nikahi..!

Lihatlah istrimu sebagai Sorgamu..! Hidup jadi ringan
Kalau ada kejelekan/kekurangan ....maafkanlah

Hidup itu ringan....Hidup itu indah
Mudah memaafkan dan bisa Menerima

Manusia tidak ada yang sempurna

Fr: Nasehat cak Emir
Ps: Barokallohulakuma buat Fauzan

06/09/13

Ber-Keluarga

Keluarga, terbentuknya diawali dengan suatu prosesi yang disebut perkawinan.
Yaitu bertemunya dua sejoli untuk berjanji setia menyempurnakan agama dan saling menjaga dengan prinsip saling menghormat dan taat di dalamnya.



06/07/13

Mar atussholihah

Punya istri sholihah…sebaik2nya kenikmatan dunia

1.Imroatan chofifatan…. 
     Istri yg bisa menjaga ibadahnya… juga taat pd suaminya……akan dimintakan ampun….burung2 yg ada dilangit, dan ikan2 yg ada di laut, juga malaikat yg ada dilangit

2. Termasuk juga…..yg mana’an….
     "Sakitnya/pahalanya wanita yg melahirkan…Pol 
      …pahalanya tidak diberi tahu Alloh (pdd LB)

3. Banyak sabarnya / bisa menerima /syukur
4. Punya anak yg baik

21/05/13

Menikah itu Sunnah Nabi

“Wahai bani Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk mesjid (untuk beribadah) dan makan minumlah tetapi jangan berlebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”(QS.Al-A’raf [7]:31).

Dari Anas bin Malik ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata, ”Saya akan selalu shalat malam terus menerus. Yang lain berkata, ”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun”. dan yang lain lagi berkata, ”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya”.

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”..!
 

25/04/13

Perkawinan erat hubungannya dengan AGAMA

Allah menyuruh mengawini seorang perempuan bukan saja karena cantiknya, banyak harta kekayaannya dan tinggi kedudukannya, tapi ialah yang baik iman dan akhlaknya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, mungkin kecantikan itu akan membinasakan, janganlah kamu mengawini mereka karena harta kekayaannya mungkin harta kekayaan itu akan menyebabkan mereka durhaka dan keras kepala. Tetapi kawinilah mereka karena agamanya (iman dan akhlaknya). Budak perempuan yang hitam, tetapi beragama, lebih baik dari mereka yang tersebut di atas”. (HR Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amr

Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari).