Translate

13/06/08

Menyingkap Akar Sejarah Poligami



Poligami merupakan topik kajian yang selalu sengit diperdebatkan dalam diskursus fiqh munakahat Islam. Tak jarang sejumlah sejarawan melancarkan serangan telak bahwa Nabi Muhammad-lah yang pertama kali memprakarsai tradisi poligami. Jelas, tudingan macam itu terlalu mengada-ada. Sejarah membuktikan bahwa tradisi poligami sudah ada jauh sebelum Islam datang di kalangan suku-suku Arab pra-Islam, Persia, Yahudi, dan lain-lain. Tak hanya oleh suku-suku primitif, poligami juga beroleh tempat di kalangan suku-suku beradab.

Inilah cikal bakal silang pendapat poligami yang didedahkan Murthadha Muthahhari dalam bukunya, Duduk Perkara Poligami. Ia menggali akar poligami sejak perkembangannya yang paling purba. Bagaimana mungkin para sejarawan berkesimpulan bahwa Islam menumbuhsuburkan adat poligami, padahal usia poligami lebih tua dari usia Islam itu sendiri.

Sayang sekali, buku ini hanya hasil terjemahan satu bab dari The Right of Women in Islam (1981), bukan gagasan utuh Murthadha yang sangat erat kaitannya dengan polemik poligami. Inilah risiko yang mesti ditanggung akibat ketergesaan penerbit dalam mengejar target tema yang sedang santer diperbincangkan, tapi abai pada bagian-bagian yang "diduga" tak punya nilai jual.

Murthadha menyangkal poligami sebagai tirani, dominasi, dan perbudakan pria atas wanita. Muasal sejarah munculnya poligami bukan karena pria mendominasi wanita, lalu mereka merancang tradisi yang menguntungkan mereka. Kemunduran poligami juga bukan karena dominasi pria sudah mulai goyah.

Dalam konteks ini, ia menggunakan logika terbalik, kalau memang dominasi pria menjadi sebab poligami, kenapa Barat tidak menerapkannya? Padahal, di Abad Pertengahan, wanita Barat adalah wanita yang paling tidak beruntung di dunia. Seperti diakui Gustave le Bon bahwa pada zaman peradaban Islam, wanita diberi kedudukan yang persis sama dengan wanita Barat jauh hari kemudian. Setelah mempelajari sejarah zaman dahulu, tak ada lagi keraguan bahwa Islam mengajari kakek-kakek kita mengasihi wanita dan menghormatinya.

Kalau memang Islam menaruh hormat pada hak-hak wanita, kenapa hanya kaum pria yang boleh menikahi lebih dari satu istri (poligami), sementara wanita tidak? Murthadha merujuk sebuah riwayat ketika sekelompok wanita menghadap Sayidina Ali dan bertanya, "Mengapa Islam memperkenankan laki-laki punya lebih dari seorang istri tapi tidak mengizinkan wanita bersuami lebih dari seorang? Bukankah ini tidak adil?"

Ali menyuruh masing-masing dari mereka mengambil cangkir berisi air, lalu meminta mereka menuangkannya ke dalam mangkuk besar. Setelah cangkir-cangkir mereka kosong, Ali meminta mereka mengisi kembali cangkir dengan air dari mangkuk besar itu, dengan ketentuan mereka harus mengambil air yang tadi ditumpahkannya. "Air itu sudah tercampur, tak mungkin dipisahkan lagi," kata mereka. Maka, Ali berkata, "Bila seorang istri punya beberapa orang suami, ia akan melakukan hubungan seks dengan setiap suaminya, kemudian ia akan hamil. Bagaimana ia menentukan ayah anak yang dikandungnya?"

Murthadha hendak meluruskan pemahaman yang keliru terhadap tradisi poligami. Ia tak berpretensi memaklumatkan poligami lebih bermartabat ketimbang monogami. Ia hanya mempertanyakan, mengapa banyak orang mengecam keras poligami, sementara pada saat yang sama seks bebas dan homoseksual justru diperkenankan. Pria-pria modern bisa gonta-ganti pacar tanpa memerlukan formalitas mahar, nafkah, atau perceraian.

Bertrand Russell, pemikir yang paling keras mengecam poligami, dalam otobiografinya berkisah bahwa dalam hidupnya ada dua wanita setelah ibunya, yaitu Alys (istrinya) dan Lady Ottoline Morell (kekasihnya). Meski Russell tidak menyukai poligami, suatu hari filsuf itu jujur mengakui: "Mendadak saya sadar bahwa saya tidak lagi mencintai Alys." Kalau sudah begini, tentu poligami tak berguna lagi. Poligami atau tidak, hubungan perkawinan tentu bukan sebatas urusan seks.

DUDUK PERKARA POLIGAMI
Judul Asli : The Right of Women in Islam
Penulis : Murthadha Muthahhari
Penerbit : Serambi, Jakarta, Cetakan I, 2007, 154 halaman

By: Damhuri Muhammad (Alumnus Pascasarjana Filsafat UGM)

04/06/08

TIPS MEMILIH PASANGAN


Ingin hubungan Anda dengan pasangan lancar dan langgeng?, Bagaimanakah cara membangun kehidupan cinta yang sehat dengan Si Dia?. Berikut tips-nya:


* Bijaksana Memilih Pasangan.
Perhatikan karakter, kepribadian, nilai diri, kemurahan hati, cara berbicara, tindakan, serta cara bagaimana dia berhubungan dengan orang lain.

* Ketahui Pandangan dan Keyakinan Si Dia.
Tentu Anda tak ingin jatuh cinta kepada seseorang yang memiliki reputasi buruk di dalam hubungan percintaannya, bukan? Misalnya saja, Si Dia sering ketahuan tidak jujur dan kerap berbohong.

* Jangan Rancukan Seks Dengan Cinta.
Terutama di awal suatu hubungan, ketertarikan dan kesenangan melakukan hubungan seks sering disalahartikan sebagai cinta yang menggebu dari pasangan.

* Mengerti Kebutuhan dan Berdiskusi Secara Jelas.
Banyak orang, baik pria maupun perempuan, takut untuk menyatakan kebutuhannya. Ingat, kedekatan tak dapat berjalan baik tanpa kejujuran, dan pasangan bukanlah seorang paranormal atau ahli membaca pikiran.

* Saling Menghargai.
Baik di dalam maupun di luar hubungan cinta, sebaiknya Anda dan Si Dia saling memperlihatkan sikap yang layak dihargai masing-masing pasangan.

* Anda dan Si Dia Bisa Menjadi Tim Kompak.
Artinya, Anda berdua merupakan dua individu yang unik, yang mempunyai perspektif dan kelebihan-kelebihan yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini merupakan nilai plus dari suatu tim yang kompak dalam melakukan banyak hal berdua.

* Tahu Cara Mengelola Perbedaan.
Belajarlah cara mengatasi perasaan negatif yang tidak terhindarkan, yang disebabkan oleh perbedaan antara Anda dan si Dia. Menutup diri atau menghindari konflik juga bukan suatu cara mengelola perbedaan yang baik!

* Jangan Malu Bertanya.
Jika Anda tidak mengerti atau tak menyukai salah satu hal yang dilakukan si Dia, tanyakan kepadanya. Bicarakan secara terbuka dan kembangkan diskusi di dalam suasana yang positif, dan jangan pernah ber-asumsi.

* Atasi Masalah yang Timbul.
Sebagian besar kesalahan yang terjadi dalam suatu hubungan cinta, dapat dilacak dari munculnya rasa sakit hati, atau sikap yang merubah menjadi defensif terhadap pasangannya, sehingga terciptalah dua orang yang saling merasa asing atau bermusuhan.

* Belajar Bernegosiasi.
Oleh karena kebutuhan manusia dan tuntutan kehidupan selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu, maka hubungan cinta yang sehat dan baik dapat dinegosiasikan ulang setiap saat bersama si Dia.

* Mendengarkan Kekhawatiran dan Keluhan si Dia
Jangan berlakukan sikap menghakimi terhadap si Dia. Buka diri dan berikan empati kepada calon pasangan Anda.

* Berusaha Pertahankan Kedekatan.
Hubungan yang baik dan sehat, bukan merupakan tujuan akhir, tetapi merupakan proses jangka panjang yang perlu selalu dijaga dan dipertahankan, melalui perhatian yang konstan dan teratur.

* Miliki Pandangan Jangka Panjang.
Perkawinan merupakan kesepakatan bersama untuk menjalani dan menghabiskan kehidupan hingga hari tua nanti. Teliti lagi impian Anda dengan si Dia secara teratur, untuk memastikan Anda berdua berada di jalan dan jalur yang selalu sama.

* Seks yang Baik.
Seks itu sangat mudah dilakukan, tetapi menjaga kedekatanlah yang justru sulit. Kedekatan membutuhkan kejujuran, keterbukaan, penyingkapan diri, berbagi kekhawatiran dan ketakutan, demikian juga kesedihan, harapan serta impian. Jadi, jangan pernah pergi tidur dalam keadaan marah.

* Minta maaf.
Setiap orang bisa membuat kesalahan. Memperbaiki, atau berniat memperbaiki kesalahan, sangat penting bagi kebahagiaan Anda berdua, juga dalam hal perkawinan.

* Hindari Ketergantungan Berlebihan.
Tergantung kepada seseorang tidaklah buruk, tetapi sangat tergantung pada pasangan untuk hal-hal kecil merupakan celah ketidakbahagiaan bagi kedua pasangan.

* Jaga Harga Diri dan Rasa Percaya Diri.
Lebih mudah bagi seseorang untuk menyukai dan berada di dekat Anda jika Anda pun menyukai diri sendiri.

* Perkaya Hubungan Anda berdua.
Ciptakan minat-minat baru ke dalam hubungan cinta Anda agar hubungannya dengan Si Dia semakin kaya. Semakin besar gairah kehidupan yang Anda miliki dan berbagi bersama pasangan, semakin kaya hubungan Anda berdua.

* Kerjasama yang Baik.
Berbagilah tanggung jawab dengan pasangan. Hubungan cinta yang sehat akan berhasil hanya jika terjadi secara dua arah, yaitu dengan saling memberi dan menerima.

* Ketahui Pasang Surut Hubungan.
Di mana pun juga, setiap hubungan cinta pasti akan melewati pasang surutnya masing-masing. Melalui masa-masa sulit bersama pasangan, akan membuat hubungan Anda menjadi lebih kuat.

* Miliki Kepekaan Atas Hubungan yang Buruk
Jangan melarikan diri jika hubungan cinta mulai memburuk. Gunakan pengalaman buruk ini sebagai cermin untuk melihat ke dalam diri, agar bisa mengerti apa yang telah Anda berdua ciptakan dalam hubungan ini.

* Tak Ada Cinta yang Mutlak.
Jika Anda belajar cara-cara atau tips baru untuk berinteraksi dengan Si Dia, perasaan-perasaan cinta akan selalu bisa muncul dan muncul lagi, bahkan dapat lebih kuat dari sebelumnya.

Sumber : Kompas Online

14/05/08

Darimana Datang JODOH..?


Darimana Datangnya Jodoh?

Sewaktu masih menjadi Dharmapria (kerja sambil antar jemput bareng istri), saya menjumpai fenomena di kantor istri yang cukup unik. Ternyata, cukup banyak high quality singles, usia 25-30, yang belum memutuskan untuk menikah. Fenomena ini cukup unik karena pria-pria ini justru bukan dari kalangan penggemar dugem ataupun aktifitas hedonisme lainnya, tapi pria-pria ini justru datang dari lingkungan yang normal, bersih, dan beberapa bahkan religius, rajin ke masjid, pengajian, ataupun beramal..

Dikesempatan lain, ketika masih mbujang, saya cukup sering datang ke ‘pertemuan jodoh’ informal, entah pengajian supernisob di masjid yang rutin diselenggarakan tiap bulan oleh alumni Gunung Gede.. Ataupun sekedar pertemuan alumni yang ‘disalahgunakan’ untuk mencari jodoh. Ataupun acara-acara walimahan yang bisa membuat si Joko berdandan rapih harisabtu/minggu.

Masalah mengatur perjodohan ini pun semakin rumit, ketika saya dan ayang sudah menikah. Setelah menikah ini, cukup banyak juga teman/saudara yang nitip untuk dicarikan jodoh, biasanya mereka lebih percaya minta tolong ‘dicomblangkan’ dengan pasangan yang sudah menikah, -iyalah kalau sama-sama nyari, diembat juga nanti- dibandingkan yang belum terbukti.

Untungnya, saya pun punya teman-teman yang juga sudah menikah, sehingga memudahkan saya menukar database. Apalagi sekarang sudah jaman internet, si target bisa diidentifikasi dengan jelas. Percaya deh sama teknologi.

Nah menurut anda, mana tempat terbaik untuk menemukan jodoh anda? Apakah:
1. Kampus, teman, adik atau kakak kelas, ini statistically proven.
2. Pendatang baru di-kelompok, di semampir cukup banyak kakak2 kelas yang menyambar adek2 kelas yg manis-manis. Cukup banyak cerita seru dan intrik terjadi disini.
3. Forum Temu Barokah, pengajian yg menjurus ke perkawinan.

Atau mungkin anda termasuk orang yang percaya love at first sight? atau cinta bisa datang kapan saja.

Kalau saya?
Ayangku? dia kaka kelasku, beda 3 tahun, paling galak dan paling pintar di kampus. (dulu saya tertantang untuk menaklukkannya..he..he..he) Engga percaya? cek aja ke Bu Alex...he..he..he (emang berani..?).

Bagi Anda yg sudah menikah/manten baru/manten lama..Bagi dong tips anda menemukan jodoh?

Salam FUNtastic

3 Comment:

Abunawas wrote :
- BE YOURSELF, jadilah dirimu sendiri, kagak perlu dipermak-permak soale kalo ntar ketahuan belangnya bakalan kuciwa si gadis. Biasanya kalo si gadis bisa nerima berarti pengertiannya tinggi.


- MAKE YOURSELF DIFFERENT, itu yang bisa jadi daya tarik, jangan ikut korban mode, kebanyakan baca novel ato baca buku bagemana cara cari pasangan akhirnya bisa membosankan bagi si gadis (kek liat pilem Get Married)


- KAMPANYE, biasalah sebelum jadi pimpinan, selalu usahakan kampanye, biacarakan tentang visi dan misi dalam berumah tangga, target jangka pendek dan panjang. Syukur-syukur bisa kampanye WAYUH, kalo nerima berarti
pan syukur pol, bisa saling melancarkan dan pengertian.

Bagi-bagi tips kampanye:
- Ndak banyak yang bisa memahami dan mengerti filosofi hidup ane, biasa pan kampanye dolo : Perjalanan Hidup ane seperti kereta express, ada awal dan akhir yang jelas, saya ingin istri saya sebagai lokomotif pembantu jadi beban yang saya angkut semakin banyak, istri bukan sebagai beban, kalo jadi beban ya ditinggal, jadi semakin banyak istri semakin ringan ... tentunya untuk urusan sabilillah hehehe..

- Kalo bisa berlari kenapa harus merangkak, misal nyari lowongan direktur ato komisaris pertamina kalo ngga ada ya mending tidur hehehe.... itu yang mengubah hidup ane jadi sekarang, jadi kenal boss-nya siemens manufaktur
cilegon, bisa berdekatan dan ngobrol dengan konjen AS, dll


- Niru kerjanya palang sepor.... tidur kalo kerja, berdiri pas nganggur.
Elmu peninggalan Soichiro Honda -> The Power of Dreams, kalo nganggur ya plesiran.

Sejarah dapet jodoh:
Doi pan senengnya olahraga, lari-lari, senam, dll. Ane berbagi elmu bagaimana menjaga stamina, menjaga napas, denyut jantung biar ndak ngos-ngosan, coba bayangin orang kek inul bisa nari sambil joget kek kuda liar, ndak sembarangnya tuh staminanya. Elmu ane sedikit demi sedikit bisa diserap dan dipraktekkan, sekalian ama kampanye jadi calon suami hehehe... trus ane tawarin nikah.... eh gayung bersambut, mau si doi. kagak pake lama nikahan deh walaupun acaranya
sederhana dan seadanya soale ane pas ketiban bencana.

ALLOHUAKBAR... KHASBIYALLOH.. ALLOHUMMA MA'ANA


Miss Ika Artha wrote:

Pengalaman pribadi ttg nemuin Jodoh :

Awalnya sering ketemu gara-gara musyawaroh Asrama Muslim diNginden, kebetulan suami dulu juga panitia Asrama. Dari situ trusjadi tambah kenal, mungkin benar ya witing tresno jalaran sokokulino. (he2x..)

Singkat cerita akhirnya sampai acara asrama berakhir, dianya maen ke rumah, nach... setelah melewati ujian (kyak sekolah aja), Finally August 2007 kita nikah dech...

Makanya buat para Jomblowan-Jomblowati yang sekarang sedang mencari pasangan hidupnya, mungkin satu tips dari saya perluas pergaulan, jangan diem aja di kontrakan, pa lagi ntar lagi kan ada asrama juga di Nginden.. ^_^

sapa tau dapet UhRo ;)


Tambahan dari Bung Aziz:

Sekadar menambahi postingnya ibu Galih:
Tetep ditata niatnya.., Ngaji tuk cari ilmu.., cari pahala..,
Kalo memang bener2 cari jodoh dan siap dah ada medianya tim PKW.
Pepatah bilang, "Waitting trisn jalran teko kulinten" mungkin maksudnya adalah terbukalah pada orang di sekitar anda, latihlah komunikasi dengan orang lain. Lebih bagus lagi bila, anda bisa berkomunikasi dengan semua orang tanpa ada rasa canggung sesuai papan, mpan, adepan, meskipun baru pertama kenal. Kenali semua orang yang anda temui sak pol kemampuan.. berinteraksilah dengan mereka.. Jangan Cuek.. Biarkan mengalir dengan alami..
Jangan diam aja di dalam kos2an/ kontrakan


13/05/08

Cinta & Perkawinan


Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan

Cinta itu adanya didalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yg lebih.

Ketika pengharapan & keinginan yg berlebih akan cinta, maka yg didapat adalah kehampaan....tiada sesuatupun yg didapat & tidak dapat dimundurkan kembali.

Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur

Terimalah cinta apa adanya...

Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta

Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yg terbaik diantara pilihan yg ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.

Ketika kesempurnaan ingin kamu dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena kesempurnaan itu hampa adanya...

06/05/08

Mimpi Seorang jejaka……




Seorang jejaka menceritakan pada saya, cerita serunya... setelah beberapa saat dia ditolak 'doi'nya...ceritanya begini:

Semalam aku tiba-tiba terbangun sekitar pukul 2:00am – 3:00am dan agak sulit untuk tidur lagi karena memang aku tidur agak lebih awal semalam. Kemudian aku berpikir…ah ini kesempatan untuk berdoa, mumpung waktunya pas banget di 1/3 malam yang akhir. Lalu ahirnya aku berdoa ya…berdoa aja ga sholat malam soalnya hawanya dingin banget (maklum lagi di Pert hehehe…) dalam doaku itu ada satu bagian, dimana kusebutkan nama si “dia” (tau lah….) dan kuminta pada Allah :

Ya Allah jika memang pilihan saya ini yang terbaik untukku, agamaku, dan kehidupanku kelak semoga Engkau mendekatkan kami dan membuka hatinya untuk menerima cintaku serta memberi barokah kepada kami berdua, namun jika pilihanku ini tidak baik untukku, agamaku, dan kehidupanku kelak semoga engkau memalingkanku darinya dan memalingkannya dariku serta memberi ganti yang lebih barokah yang datang dari-Mu. Hamba Ridho dan ikhlas menerima semua keputusan dan kehendakmu walaupun mungkin tak sesuai keinginanku tapi hamba yakin Engkau akan memberikan yang terbaik untukku.

Walaupun aku sangat menginginkan “dia” tapi aku tetap meminta petunjuk kepada-Nya agar saya bisa mencintai seseorang tetap karena Allah bukan karena nafsu dan juga memohon yang terbaik dan barokah untukku yang datangnya dari Allah.

Saya sangat menyadari bahwa doa ini sangat mudah diucapkan tapi akan terasa sangat sulit untuk dijalankan manakala keinginan kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya, tapi saya pikir at least saya berusaha melibatkan Allah dan memohon perlindungannya dalam setiap langkah…..amiin.


Eh ceritanya belum selesai lho, setelah doa itu aku mencoba untuk tertidur lagi karena esok harinya aku teringat harus pergi ke kantor dan aku ga mau terkantuk2 dan ga konsen di kantor (padahal emang tiap hari susah untuk konsen……).

Setelah beberapa menit mencoba tidur akhirnya bisa juga aku tertidur dan dalam tidurku itu aku bermimpi bahwa si “dia” telah MENIKAH dengan orang lain dan dalam mimpiku itu dengan penuh rasa tidak percaya aku datang ke pernikahannya bersama temanku (aku agak lupa klo ga salah temen sekerja). Setelah datang aku memberi selamat kepada kedua mempelai dan setelah kulihat mempelai laki-laki ya ampuuuun masih mendingan aku kemana-mana dong…..(ge-er dikit gapapa kan….).

Pada saat datang ke pernikahan itu aku disambut pertama kali oleh seseorang, yang biasa aku panggil Pak Haji. Beliau ini seorang seorang jokam yang usianya sudah sepuh dan tinggal di Jogja bahkan boleh dibilang beliau ini awalul mu’minin yang membuka dan mengembangkan agama di Jogja, aku sangat mengenal orang ini dan dari kabar yang aku denger dari ortu ku di Jogja.

Pak Haji ini mau mengenalkan aku dengan salah satu wanita anak temennya, sebut saja wanita itu Dewi (bukan nama sebenarnya, karena saya juga sama sekali belum pernah ketemu dengan wanita ini). Sebenarnya sudah lama kudengar cerita ini tapi karena aku bener2 ga sempat pulang ke Jogja ahir2 ini, pernah sekali pulang bulan lalu sebelum aku berangkat ke Australia itupun hanya semalam di Jogja dan ga sempet kemana2 jadinya niat Pak Haji ini belum kesampaian. Kalo dengan bapaknya Dewi ini aku kenal banget dan kami memang dekat dan sering ngobrol juga karena memang kami satu kelompok sewaktu di Jogja namanya Pak Sutris.

Pak Sutris ini seorang pensiunan militer AD tapi orangnya baik dan enak diajak ngobrol dan lagi dia cukup kaya lho..mobilnya aja punya dua. Sewaktu di acara pernikahan itu aku ngobrol dengan Pak Haji ya….obrolan biasa dan standart banget ga ada yang spesifik dan semua berjalan begitu saja.

Aku sendiri bingung kenapa aku datang dalam acara pernikahan itu bahkan aku sempet cerita ke temenku kalau aku sebenarnya naksir sama mempelai wanita……dan yang lebih bikin aku bingung lagi kenapa ada Pak Haji dalam mimpiku.? sebelum semua pertanyaanku itu terjawab, aku keburu terbangun dengan jantung berdegup kencang dan tubuh panas-dingin (sok dramatis…..) seolah tak percaya dengan yang barusan aku alami, sambil mengucap istighfar aku berucap Ya Allah……..pertanda apakah ini..? Semoga mimpiku barusan hanyalah pertanda baik bagiku ..amiiin

Jodoh & Perceraian

Tulisan saya ini adalah respon atas pertanyaan Mas Nanu.

Nanu: saya mau tanya beberapa hal, temen saya sempat bertanya apa itu jodoh???
lalu saya jawab jodoh itu orang yang akan jadi pasangan hidup kita.


AB: Lebih tepat kalau dikatakan jodoh itu orang/sesuatu yang menjadi pasangan hidup kita. Jodoh adalah bagian dari rejeki, dia seperti juga rejeki-rejeki yang lain spt mobil, pekerjaan, dsb. Hal ini akan mudah dipahami kaitannya dengan cerai atau bukan jodoh.

Nanu: lalu dia kembali bertanya "apakah orang yang menikah itu berarti jodohnya??"
saya jawab "ya".

AB: Betul, ikatan nikah itulah yang menjadikan istri kita sebut sebagai jodoh. Kalau belum dinikah berarti belum jodohnya.

Nanu: lalu dia bilang " mengapa ada orang yang bercerai??? , apakah itu dinamakan jodoh??" , "mengapa allah memberikan jodoh itu kalau akhirnya harus bercerai???", "apakah itu berarti bukan jodohnya??" padahal dalam surat ar-rum 21, "......Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri....."

AB: Kita bicarakan dulu Surat ar-Ruum ayat 21. Ayat ini menjelaskan bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu. Adapun istri itu bisa hanya satu dan sampai mati, tidak bercerari itu adalah suratan takdir. Berkat usaha dan rejeki orang itu seperti itu, sudah qodarnya begitu. Namun ternyata jika setelah menikah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, sampai kemudian bercerai karena sebab-sebab tertentu itu syah-syah saja. Artinya tidak berdosa. Sebab cerai itu halal, dan ada aturan kenapa mesti dicerai seperti jika aturan Allah – Rasul dilanggar. Jadi justru akan menjadi petaka bagi manusia jika tidak ada cerai, sebab kalau ada hal-hal yang keluar dari hukum kemudian tidak bisa bercerai berarti dosa. Untuk menghindari dosa itulah maka dalam islam diperbolehkan (halal) bercerai.

Jadi kalau sudah bercerai berarti itu bukan lagi jodohnya. Biar gampang anggap saja seperti kita membawa air, ketika mau kita minum terus tumpah ke tanah. Atau air itu direbut orang. Padahal kita udah siapkan dari rumah untuk bekal di jalan kalau haus. Apa yang kita lakukan agar hilang haus kita? Ya mencari air di tempat lain yang punya air. Ingat, perceraian bisa juga disebabkan karena kematian. Jadi kalau kita mengingkari adanya perceraain berarti kita mengingkari kematian. Berarti juga mengingkari qodar.

Kenapa Allah memberi jodoh, kemudian bercerai? Sebab Allah ingin memberi cobaan kepada hambanya untuk mengetahui seberapa besar iman seorang hamba tsb. Lihat Surat Ankabut ayat 2. Jadi yang perlu dipahami bersama bahwa ayat-ayat nikah dan ayat-ayat cerai itu sebagai bagian dari skenario Allah kepada hambanya. Dan kita tahu bagaimana menyikapi adanya skenario Allah yang sudah tertulis 50.000 tahun sebelum kejadian langit dan bumi ini. Tentunya dengan usaha dan doa.

Tidak seperti yang kita lihat di masyarakat umum, sebenarnya perceraian yang diperbolehkan itu jika terjadi pelanggaran terhadap aturan Allah dan Rasul. Seperti istri kita nggak mau ngaji lagi, istri kita ketahuan berzina, suami ringan tangan, atau masalah lain sepanjang bisa diterima oleh pengatur/pengurus. Sebab sudah jelas diterangkan islam melarang icip-icip (kawin cerai hanya bertujuan merasakan berbagai varietas perempuan). Dan juga tidak boleh karena alasan tidak suka lagi, seperti udah bosen, pengin cari yang lebih muda lagi atau alasan hawa nafsu yang lain. Jawaban lugasnya kenapa orang bercerai karena mereka tidak bisa lagi melaksanakan hudud Allah rasul dalm rumah tangganya.

Nanu: dia juga sempet menanyakan apa hukumnya menikah kalau keduanya sudah sama-sama cukup usia dan sudah mapan, tapi dia masih ragu karena merasa belum siap untuk menikah....

AB: Secara umum nikah sunnah hukumnya. Jika seperti kasus di atas, yang wajib adalah kedua orang tuanya untuk segera menikahkan. Dan anak berkewajiban taat kepada orang tuanya selama tidak maksiat. Selain itu, nikah diperlukan guna menjaga dan menyempurnakan agamanya. Orientasi inilah yang sangat penting diingat dan dilakukan – yaitu menyempurnakan keimanan dan memperbanyak pahala, menghindari dosa.

Dalam hadist diterangkan;

1. tidak ada yang lebih bermanfaat setelah kemianan seseroang kecuali menikah.

2. ketika telah menikah anak adam berteriaklah syaitan, telah sempurna 2/3 keimanan anak adam.

3. pahala sholat orang yang menikah lebih afdhal 72 kali dari pada bujangan, dsb.

Adanya keraguan itu karena godaan syaitan. Untuk menghilangkannya banyaklah berdoa dan berserah diri pada Allah. Tawakal adalah sebaik-baik jalan dalam menjalani semua kehidupan ini. Jika masih belum hilang hidupkanlah semangat perang fi SB dalam menempuh bahtera rumah tangga. Jangan biarkan hidup dalam kesia-sian dalam mencari pahala dan surga.

Jika masih ragu, berarti sifat kemunafiqan mungkin telah bersemayam di diri anda. Perbanyaklah dzikir kepada Allah SWT.

25/04/08

Nasehat tambahan Bagi Anda yg akan Menikah


Berikut ini adalah cuplikan Janji alloh bagi anda yg akan menikah...

Ketika akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya acara ND/walimahan, dll.

Nah.. agar dapat meredam perasaan macam tsb..Pahami dalil2 dibawah ini:

Bergembiralah wahai saudaraku...

1. "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)". (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran QHJ. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amiin.

2. "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)

Sebagian para muda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda ini telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, "apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?".

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para muda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para muda bertambah - dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya - maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. "Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (HR.Tirmidzi)

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (Ar Ruum : 21)

5. "Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina' ". (Al Mu'min : 60)

Ini juga janji Alloh ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia.

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

6. "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat". (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus sholat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid'ah-bid'ah.

7. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". (Alam Nasyrah : 5 - 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Alloh sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. "Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Muhammad : 7)

Agar Allah menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran amar ma’ruf QHJ ,membantu melancarkan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (Al Hajj : 40)

10. "Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

24/04/08

Nasehat Buat Keluarga Moslem



1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di
hadapan TUHAN

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena
anda harus berpikir untuk
mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk
BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan
bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan
bertabur bunga, tapi juga semak belukar yg
penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru
semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak
anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi
kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk
bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan
pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu
berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.

14. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua
yang tidak pernah marah kepada anak,
karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama
dengan orangtua, yang ada
adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses
pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketakwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

30/11/07

Ber Ibadah haji


InsyaAlloh saya akan pergi ke Baitulloh pada musin haji akhir tahun ini, maka saya mohon pamit untuk tidak posting dulu selama beribadah....

Saya cuti dari tgl. 3 Des 2007 - 31 Jan 2008 (luamaa pisan euy..??)..Yaah, Karena blog ini belum punya kontributor lain selain saya....

Jadi tentunya ga ada postingan selama saya pergi. Thank's telah berkunjung

22/11/07

Menikah itu sunnah Nabi


“Wahai bani Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk mesjid (untuk beribadah) dan makan minumlah tetapi jangan berlebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”(QS.Al-A’raf [7]:31).

Dari Anas bin Malik ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”


Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”.