Translate

Jumat, 15 Agustus 2014

Tugas Suami

Allah berfirman, ”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).” (QS an-Nisa 34).

Salah satu tugas yang harus dijalankan suami dalam meraih kebahagiaan ini adalah
1. Memberikan nasehat kepada istri. dengan irama baik, pait madu dan lemah - lembut. Papan empan adepan. Melihat situasi dan kondisi. Boleh dengan bercanda. Gaya yang ringan dan lucu.  Atau waktu   khusus, pas berduaan. Atau pas pergi ke peraduan. Jangan hantam kromo.
2. Memberikan teladan yang baik. Dari tingkah – laku, unggah - ungguh, tata krama, bahasa tubuh – lebih baik dp omongan (bahasa verbal)

Rasulullah SAW bersabda, ”Saling menasehatilah kalian mengenai perempuan, sebab perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu memaksa meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya maka ia tetap bengkok. Maka saling menasehatilah kalian dengan perempuan.” (Rowahu al-Bukhari dan Muslim)

Selasa, 05 Agustus 2014

Hanya Org2 Pemberani Sanggup Menikah

Saya menemukan tulisan ini di Kompasiana yg ditulis oleh Ryan...
Mudah2an ada manfaatnya

"Menikah itu menghindarkan kita dari zina."
"Menikah itu akan membukakan pintu rezeki." 
"Menikah itu… dst dst."

Setelah selama ini menghadiri resepsi demi resepsi pernikahan dan melihat ekspresi pasangan pengantin yang dipenuhi kegembiraan, saya menemukan satu kalimat tentang pernikahan yang menurut saya pas (dengan tidak bermaksud menentang kalimat-kalimat di atas) :

"Menikah itu membutuhkan keberanian"

Keberanian?  Kenapa saya berpikir seperti itu?  Selama ini gambaran yang kita dapat tentang pernikahan adalah gambaran ideal yang manis-manisnya saja ibarat promo "Makan sepuasnya" padahal di bawahnya ada klausul kecil yang berbunyi "Syarat dan ketentuan berlaku" hehehe…

Oke, sila teruskan membaca tulisan saya ini, kenapa menikah membutuhkan keberanian :


  1. BERANI BERKOMITMEN
    Jujur saja, kebanyakan pria adalah makhluk yang tidak mau terikat oleh komitmen.  Pada dasarnya pria suka kebebasan.  Karena itu seorang pria yang memutuskan untuk menikah berarti dia sudah berani berkomitmen.  Berani berkomitmen di sini juga berarti berani mengucap janji suci pernikahan di depan orang banyak, dan berani mempertahankan sampai akhir apa yang sudah diucapkannya.

  2. BERANI MENGHADAP CALON AYAH MERTUA UNTUK MEMINTA ANAK GADISNYA
    Sepede apapun seorang pria, dia tetap down ketika harus menghadap ayah dari gadis pujaannya.  Sang ayah bisa memasang tampang sangar dan berwibawa bila ada laki-laki yang bermaksud melamar anak gadisnya.  Karena itu hanya laki-laki yang punya tekad kuat yang mampu menghadap ayah si gadis dan mengutarakan maksudnya tanpa ragu.

  3. BERANI MENERIMA ORANG LAIN DALAM KEHIDUPANNYA
    Bagi seorang wanita, menerima lamaran dari seorang pria juga membutuhkan keberanian. Keberanian untuk meninggalkan kehidupan sekitar dua puluhan tahun bersama orangtuanya untuk kemudian menjalani hidup bersama seorang laki-laki yang mungkin baru dikenalnya beberapa tahun terakhir.

  4. BERANI BERTANGGUNG JAWAB
    Dalam bahasa sederhananya kalimat ini berarti, "Berani ngasih makan anak orang".  Ya, ketika seorang pria memutuskan untuk menikah, seharusnya dia sudah berani bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan fisik isterinya.  Berani "Kerja keras.." dan berharap pertolongan Alloh (Red.)

Menikah memang sebuah pilihan, karena itu, "hanya orang-orang pemberani yang sanggup menjalaninya" kata seorang teman.  Untuk Anda yg single, jangan takut untuk menikah.  Meski datangnya keberanian berbeda-beda untuk setiap orang, jangan lupa bahwa :

"Buah paling enak dimakan ketika sudah matang, kopi paling nikmat disruput selagi masih hangat, dan es krim paling enak dinikmati ketika esnya belum mencair"

Artinya?  Yah, menikah paling afdol dilakukan selagi….......

Jumat, 01 Agustus 2014

Istri Yang Baik

Bagaimanakah istri yang baik itu?  

Yang terjaga dan tampil muda/mesra...
Yang menyenangkan ketika suami melihat pada istri...
taat jika diperintah...
tidak melanggar / mengkhianati dalam diri dan hartanya dalam apa-apa yang      dibenci suami...
menyenangkan-menyejukan hati suaminya..
bisa mujhid-muzhid...
nrimo ing pandum, dalam menjaga harta suaminya...
tampil baik dan menggairahkan pada suaminya...
terjaga (dalam farjinya)...
berpenampilan muda.

istri seperti itu yang jadi dambaan suami, di akhirat jadi Ratunya Surga.
sesungguhnya dunia ini hanya kesenangan semata, sebaik-baiknya kesenangan dunia adalah istri yang sholihat

Barokallohulakuma....
Selamat Berbahagia buat Agus dan tika

Minggu, 06 Juli 2014

Gembira..DiTolak..!

Berbahagialah ketika engkau ditolak...sebab itu berarti ada yg lebih baik menantimu di luar sana. (dg membaca istirjak tentunya!)

Berkecil-hatilah wahai engkau yg menolak, karena itu berarti ada yg lebih baik darimu di luar sana...!

Sesungguhya bagi orang yg beriman, tak ada kesedihan maupun ketakutan baginya..!         So, bergembiralah..!

Ketika anda melamar dan ditolak, maka istirjak dan  bersukurlah..! Sebab Allah akan memberikan jodoh yg lebih baik dari dia..!

Anda ingin jodoh terbaik? Maka lamarlah jomblowan terkeren yg anda tahu! Kalo dia menolak, itu berarti anda berkesempatan mendapatkan yg jauh lebih baik dari dia..
Dan kalau dia menerima.....Alhamdulillah.!!

Janji Alloh itu pasti, hanya kadangkala hati kita yg kurang mampu meyakini...jadi, tingkatkan keimananmu..!!!
#supportTimPKWsuteng

Rabu, 02 Juli 2014

Sudahkan Kita Berdoa (Dalam Mendapatkan Jodoh)

‘”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan  bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-padaKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina' ". (Al Mu'min : 60)

Ini juga janji Alloh ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.

"Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat". (Al Baqarah : 153)

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan".
(Alam Nasyroh : 5 - 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit.  Berkali-kali nglamar 'ditolak' terus.  Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan

Yang lain boleh mati. Yang lain boleh hilang. Yang lain boleh pergi. Tetapi jangan pernah mematikan harapan.