Translate

Minggu, 31 Agustus 2014

Pilihlah Yg Baik Agama dan Akhlaqnya

"Perempuan itu di nikah atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya.  Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat" (H.R.Bukhori dan Muslim)

Dari hadits diatas Alloh dan Rasulnya memberikan petunjuk dengan memilih yang baik agamanya (dalam hal ini adalah paham agamanya dengan benar dan istiqomah dalam mengamalkannya).

Hal ini juga berlaku bagi wanita apabila memilih seorang pria, bahkan ada tambahan dengan penegasan dari sebuah Hadits:

"Kalau datang kepadamu seorang pria yg meminang yang kau senangi agama dan akhlaqnya, maka terimalah.  Kalau tidak, bisa terjadi fitnah diatas bumi dan kerusakan yang besar" (H.R Tirmidzi)

Dari hadits diatas dijelaskan bahwa apabila ada seorang laki-laki yg engkau senangi dan baik AGAMA dan AKHLAQnya maka diperintahkan untuk dipilih.

Kenapa kok dikatakan agama dan akhlaqnya.? Kenapa kok bukan agamanya saja atau akhlaqnya saja?

Karena apabila baik agamanya tetapi akhlaqnya tidak baik akan timbul kerusakan, dan begitu pula apabila akhlaqnya baik tetapi agamanya tidak baik maka akan timbul kesesatan.



Sabtu, 30 Agustus 2014

Fakta Orang Menikah

Penelitian ilmiah mengenai latar belakang pria-pria berprestasi telah mengungkapkan fakta penting yaitu:..dibalik tokoh pria yang telah berhasil mencapai kekayaan luarbiasa dan menjadi terkenal dibidang sastra, industri, arsitektur dan berbagai profesi lainnya biasanya terdapat sosok seorang perempuan yang memberi motivasi dan pengaruh kuat. 

Hampir semua para pemimpin selalu didukung dan mendapatkan inspirasi dari seorang wanita.  Dan wanita yg dimaksud adalah Istri yang santun dan rendah hati, yg tidak mementingkan dirinya sendiri yang kehadiran dan kiprahnya tak banyak didengar publik.


Sabtu, 23 Agustus 2014

Bahagia Berkeluarga

Pahamilah ayat dibawah ini:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum 21)

Ayat ini menyatakan bahwa tiap-tiap manusia itu ada jodohnya (azwaajan), maka agar tenang mereka (litaskunuu ilaihaa) Alloh manjadikan mereka ber kasih sayang (mawaddatan warohmah).  Inilah Anugrah dari Alloh bagi laki dan perempuan yang telah menikah sehingga timbul rasa simpati dalam pribadi mereka.

Dengan ayat tsb, timbul rasa cinta suami kepada istrinya dan sebaliknya. Sehingga mereka menyatu bisa merasakan nikmat oleh suami juga dirasakan oleh istri juga sebaliknya..

Rasa simpati dan cinta ini oleh karena ikatan perkawinan yang mempertemukan keduanya.  Ketika bertemu keduanya atau ber 'amal sholeh' keduanya membawa barokah.  

Bagi si perempuan/istri...ia merasakan telah menjadi bagian dari laki-laki/suami tersebut.  

Bagi si suami tsb juga sangat senang dan menambah cintanya, sehingga ia selalu berusaha memberi kemewahan dan membahagiakan istrinya.

Maka hilanglah hal-hal yg membedakan dan rintangan-rintangan diantara keduanya. Dan keadaan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah

Barokallohulakuma buat Fany dan Tya..

Jumat, 15 Agustus 2014

Tugas Suami

Allah berfirman, ”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).” (QS an-Nisa 34).

Salah satu tugas yang harus dijalankan suami dalam meraih kebahagiaan ini adalah
1. Memberikan nasehat kepada istri. dengan irama baik, pait madu dan lemah - lembut. Papan empan adepan. Melihat situasi dan kondisi. Boleh dengan bercanda. Gaya yang ringan dan lucu.  Atau waktu   khusus, pas berduaan. Atau pas pergi ke peraduan. Jangan hantam kromo.
2. Memberikan teladan yang baik. Dari tingkah – laku, unggah - ungguh, tata krama, bahasa tubuh – lebih baik dp omongan (bahasa verbal)

Rasulullah SAW bersabda, ”Saling menasehatilah kalian mengenai perempuan, sebab perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu memaksa meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya maka ia tetap bengkok. Maka saling menasehatilah kalian dengan perempuan.” (Rowahu al-Bukhari dan Muslim)

Selasa, 05 Agustus 2014

Hanya Org2 Pemberani Sanggup Menikah

Saya menemukan tulisan ini di Kompasiana yg ditulis oleh Ryan...
Mudah2an ada manfaatnya

"Menikah itu menghindarkan kita dari zina."
"Menikah itu akan membukakan pintu rezeki." 
"Menikah itu… dst dst."

Setelah selama ini menghadiri resepsi demi resepsi pernikahan dan melihat ekspresi pasangan pengantin yang dipenuhi kegembiraan, saya menemukan satu kalimat tentang pernikahan yang menurut saya pas (dengan tidak bermaksud menentang kalimat-kalimat di atas) :

"Menikah itu membutuhkan keberanian"

Keberanian?  Kenapa saya berpikir seperti itu?  Selama ini gambaran yang kita dapat tentang pernikahan adalah gambaran ideal yang manis-manisnya saja ibarat promo "Makan sepuasnya" padahal di bawahnya ada klausul kecil yang berbunyi "Syarat dan ketentuan berlaku" hehehe…

Oke, sila teruskan membaca tulisan saya ini, kenapa menikah membutuhkan keberanian :


  1. BERANI BERKOMITMEN
    Jujur saja, kebanyakan pria adalah makhluk yang tidak mau terikat oleh komitmen.  Pada dasarnya pria suka kebebasan.  Karena itu seorang pria yang memutuskan untuk menikah berarti dia sudah berani berkomitmen.  Berani berkomitmen di sini juga berarti berani mengucap janji suci pernikahan di depan orang banyak, dan berani mempertahankan sampai akhir apa yang sudah diucapkannya.

  2. BERANI MENGHADAP CALON AYAH MERTUA UNTUK MEMINTA ANAK GADISNYA
    Sepede apapun seorang pria, dia tetap down ketika harus menghadap ayah dari gadis pujaannya.  Sang ayah bisa memasang tampang sangar dan berwibawa bila ada laki-laki yang bermaksud melamar anak gadisnya.  Karena itu hanya laki-laki yang punya tekad kuat yang mampu menghadap ayah si gadis dan mengutarakan maksudnya tanpa ragu.

  3. BERANI MENERIMA ORANG LAIN DALAM KEHIDUPANNYA
    Bagi seorang wanita, menerima lamaran dari seorang pria juga membutuhkan keberanian. Keberanian untuk meninggalkan kehidupan sekitar dua puluhan tahun bersama orangtuanya untuk kemudian menjalani hidup bersama seorang laki-laki yang mungkin baru dikenalnya beberapa tahun terakhir.

  4. BERANI BERTANGGUNG JAWAB
    Dalam bahasa sederhananya kalimat ini berarti, "Berani ngasih makan anak orang".  Ya, ketika seorang pria memutuskan untuk menikah, seharusnya dia sudah berani bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan fisik isterinya.  Berani "Kerja keras.." dan berharap pertolongan Alloh (Red.)

Menikah memang sebuah pilihan, karena itu, "hanya orang-orang pemberani yang sanggup menjalaninya" kata seorang teman.  Untuk Anda yg single, jangan takut untuk menikah.  Meski datangnya keberanian berbeda-beda untuk setiap orang, jangan lupa bahwa :

"Buah paling enak dimakan ketika sudah matang, kopi paling nikmat disruput selagi masih hangat, dan es krim paling enak dinikmati ketika esnya belum mencair"

Artinya?  Yah, menikah paling afdol dilakukan selagi….......