Translate

Kamis, 17 April 2014

Pemain Kehidupan

Setiap orang di muka Buni ini memilikinya..
Potensi untuk Maju..
Potensi untuk Menjadi Inspirator..

Termasuk Anda..!!

Poro Sedulur..

Kadangkala kita merasa apa yg kita lakukan hanyalah titik kecil tak berarti..

Tapi Ingatlah..
Setetes Nila bisa merubah susu sebelanga..!!

Sebuah Puzzle takkan utuh jika satu saja kepingan tak ada
Andalah Kepingan Pelengkap "Puzzle Kehidupan"

Mulailah dari satu langkah kecil..
Jangan biarkan Orang lain menghalangimu..!!

Bukalah jalanmu...dan teruslah melangkah.
Beberapa orang akan menertawakannmu

So What...!?
Itu Biasa..!!

Teruslah melangkah..
Nanti akan banyak yang akan mengikutimu..!!

Jangan pernah menyerah..!!

Sukses sebenarnya adalah tentang bertahan dalam berjuang
Disaat yang lain melepaskan genggamannya

Keraguan hanya membuat Anda merasa kecil..
Larilah menerobos Keraguanmu..!!
Menuju puncak kesuksesan
Jangan hanya tetap menjadi penonton..
Karena semua orangpun bisa menjadi Penonton..!!

Tapi..
..Masuklah ke Lapangan Pertandingan..
Jadilah PEMAIN Kehidupan ini..!!!
dan Lesakkan GOAL hidupmu..!!!

Selasa, 15 April 2014

Miskinun...miskinun

Miskinun..miskinun..!!.begitu nasehat mubalegh GG tempat saya mondok dulu. Artinya: Miskin..miskin bagi bujangan.!.  Bagaimana tidak miskin, dari segi pahala dibanding orang yg berkeluarga berbeda 70 derajat. Dari segi rejeki juga...pintu rejekinya masih belum dibuka oleh Alloh.  Tapi bagi yg sudah menikah..sugih reek..!

Rasullullah bersabda: Siroorukum 'azabukum..wa ;aroozilu mautakum azabukum...
Artinya: Sejelek-jeleknya kamu sekalian adalah bujangan kamu sekalian dan sejelek-jeleknya mati kamu sekalian adalah mati bujangan..! (Rowahu Ahmad)

Kemudian datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan tahu, lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata,"Antum allazina qultum kadza wa kadza? Ma Wallohu, Inni la 'ahsyaakum wa 'atqokum lahu lakkini asuumu wa'afliru, wasolli waarkudu, watawwadunnisaa' faman rogiba an sunnati falaisa minni"
Artinya: ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”.

Kamis, 03 April 2014

cintailah orang yang kamu nikahi.


Seorang anak bernama Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah SAW) bertanya kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib; "Apakah engkau mencintai Allah?"
Lalu Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu (Rasulullah SAW, maksudnya)?"
Ali bin Abi Thalib pun kembali menjawab, "Ya".
Husain bertanya lagi; "Apakah engkau mencintai Ibuku?"
Lagi-lagi Ali bin Abi Thalib menjawab;"Ya".
Husain kecil kembali bertanya; "Apakah engkau mencintaiku?"
Ali bin Abi Thalib menjawab; "Ya".
Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya; "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?"
Kemudian Ali bin Abi Thalib menjelaskan; "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kakek dari ibumu (Nabi SAW), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT.”
 
Berkeluarga tak lepas dari masalah cinta. Dan begitu banyak perhiasan cinta dalam diri seorang anak manusia, seperti yang digambarkan Allah dalam ayatnya. Bahwa Allah menghiasi manusia dengan beberapa kecintaan mulai dari wanita, keturunan, harta benda, ternak dan kendaraan. Hal ini disampaikan dengan jelas dan arif dalam kitabNya ;
 
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imron:14)
 
Maka, ada istilah yang ngetop sebagai sebuah haluan sebelum pernikahan, yaitu menikahlah dengan orang yang kamu cintai. Rasanya, idiom ini tidaklah salah. Akan tetapi istilah ini juga tidak seratus persen benar. Cinta memang penting sebagai landasan berumah tangga, tetapi lebih penting lagi idiom yang kedua ini, yaitu cintailah orang yang kamu nikahi.
 
Beruntung bagi pasangan yang sedari awal menikah sudah berlandaskan cinta, sehingga sekarang tinggal meneruskan dan menjaga dengan terus mencintai orang yang Anda nikahi. Bagi yang awal penikahan belum dihampari dengan rasa cinta pun tetap masih beruntung, sebab belum telat untuk membangun keluarga bahagia dengan mencintai pasangan setelah menikah.
 
Bagi yang masih susah memulai mencintai orang yang kamu nikahi, simaklah dialog inspiratif di atas. Ketika kita mulai sadar bahwa semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT, segeralah mencintai Allah dengan sepenuhnya. Insya Allah cinta-cinta yang lain akan gemrudul menyusul bersamanya. Dan apa yang dikatakan Allah dalam mencari keluarga sakinah mawaddah warohmah bukan hal yang sulit. Bersama cintaNya semua bisa. Karena itu, didalam ajaran agama hal utama dalam memilih pasangan hidup adalah kefahaman agamanya. Sebab dengan kefahaman agama yang baik melempangkan jalan cinta kepada Allah dan cinta-cinta yang lain dengan indahnya, sederhana dan apa adanya.
 
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW bersabda: ”Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (Shohih Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Minggu, 16 Maret 2014

Perjalanan Umroh (Madinah)

Setelah 4 hari berada di Mekkah tibalah waktunya kami ke Madinah, berangkat dengan Bis Jam 10.00 WAS tiba di Madinah magrib dengan2x pemberhentian.  Masuk Madinah lebih dingin udaranya di banding Makkah.

Di Madinah beribadah di Masjid Nabawi dan sholat di Masjid Quba.  Walau Cuma 3 hari..Alhamdulillah bisa mengikuti sholat wajib berjamaah.


Untuk urusan makan, Travel telah menyediakan melalui catering  baik di Makkah dan Madinah.  Kami menginap di Hotel Thaibah sekitar 100M belakang  Masjid Nabawi.  Antara Hotel dan Masjid atau diluar pagar Mesjid Nabawi banyak sekali orang berjualan (PKL) terutama  setelah waktu sholat, teriakannya paling sering adalah "hamsa real, banji real (5 real)" bagi jemaah Haji atau yang pernah umroh pasti tidak asing lagi. Banyak juga ditemui orang yang cacat/peminta2 yg terpotong tangannya, mungkin juga pencuri yang tertangkap dan dipotong tangannya.

Kalau Sholat di Masjid Nabawi dan tidak sholat di Roudhah Riyaadhul Jannah (Taman Sorga) rasanya ya kurang lengkap seperti sayur tanpa garam.

Ini Dalilnya Nabi Muhammad bersabda “Maa baina baiti waa mimbari Roudhoh min riyadhil jannah waa mimbari ala haudhi”
Artinya: “Apa2 antara rumahku & mimbarku adalah Roudhoh (kebun) dari beberapa kebun sorga & mimbarku diatas telaga”

Roudhoh ini tidak terlalu besar ditandai dengan warna karpetnya yg berbeda dari karpet yang lain. Warnanya hijau agak abu2 dengan motif bunga2 dengan luas kira-kira 22 X 15M, karpet masjid selebihnya merah.  Dulunya merupakan halaman rumah Nabi Muhammad dan Siti Aisyah, Nabi sering berkhotbah ditempat ini dan sholat disini. Sholat di tempat ini sama seperti sholat di Taman Sorga karena menurut Nabi nantinya Roudhoh ini merupakan tempat/taman yg akan naik ke Sorga.


Sebelah kiri Roudhoh adalah makam/kuburan Nabi Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar shiddiq dan Umar bin Kattab. Tempat makam ditandai dengan pagar besi ber-cat ijo dan dari luar ditandai dari kubahnya yang berwarna hijau.

Ibadah di Masjid Nabawi, selain sholat lima waktu juga sholat2 sunnah, sholat malam dan beribadah di Roudhah. Sholat di Masjid Nabawi memeperoleh pahala 1000 kali di banding masjid lainnya kecuali MasjidilHarom dengan pahala 100.000 kali.

Nabi Muhammad bersabda “ Sholaatu fi Masjidi afdholu min alfi sholatin fii maa siwahu illa Masjidilharom.......Waa sholaatu fi Masjidilharom afdholu min mia’ati alfi sholatin fi ma siwahuu” Artinya: “Sholat di Masjidku (Nabawi) lebih afdol dari pada 1000 sholat selain masjid Nabawi kecuali Masjidil Harom. Sholat di Masjidil Harom lebih afdol dari pada 100.000 sholat selain Masjidil Harom”

Untuk mencapai Roudhoh bagi pria tidak begitu sulit seperti untuk wanita karena untuk wanita dibatasi waktunya yaitu pagi setelah Subuh (jam 08.00 – 10.00), setelah Duhur dan setelah sholat Isya. Masuknyapun harus melalui pintu 25 & 29 dan digilir sesuai negara asal atau ikuti petunjuk askar wanita, begitu penuturan istri saya. Bagi pria bebas, tidak ada bergilir per-negara. Antara laki – perempuan dibatasi sitroh dinding plastik putih yg di-ikat dari tiang ke tiang.

Di butuhkan kesabaran yg tinggi di Roudhoh, karena sudah biasa ketika sholat jamaah lain berdiri didepan kita sehingga tidak bisa rukuk dan sujud. Duduk berdempetan, tetapi masih saja ada jamaah lain yg memaksakan diri untuk minta duduk. Alhamdulillah saya bisa sholat sunnah tasbeh, tahajjud, hajad, witir, berdoa dll hingga satu sampai satu setengah jam disana.

Hari kedua di Madinah adalah hari tour kami ke Jabal Uhud, tempat makam Hamzah (paman Nabi), mesjid Quba, mesjid Quba ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan sebagai mesjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad dan sembahyang di mesjid ini pahalanya sama dengan 1x Umrah.
Nabi Muhammad bersabda “Man khoroja hatta ya’tiya haza masjida masjida quba..fasholla fihi kaanaa lahu adla umrotin” Artinya: “Barang siapa yang datang & Sholat di Masjid Quba maka bandingannya sama dengan Umroh”

Kemudian kami ke Pasar Kurma, Mesjid Qiblatain sampai jam 11.00 selesai. Mesjid Qiblatain ini terletak di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah mesjid dimana Nabi Muhamad mendapat perintah merubah arah sholat dari yang tadinya mengarah ke Masjid Aqsa ke Masjid Haram dimana Ka’bah terletak sehingga didalam masjid ini ada 2 tempat Imam, kejadian itu terjadi dibulan Rajab tahun 12H saat solat Zhuhur selesai rakaat kedua.

Alhadulillah kami bisa melakukan Ibadah di Masjid Nabawi dengan baik walau dengan kondisi badan yang melelahkan sampai  hari ketiga jam 02.00 kami sudah ditunggu bis untuk diantar ke Jeddah (tour di Jeddah) kemudian ke bandara  … selamat tinggal Masjid Nabawi yang indah dan luar biasa, makam Nabi Muhammad yang tercinta dan sahabat-sahabatnya, kota Madinah yang indah dan semua pengalaman indah lainnya. Kami akan selalu merindukanmua sepanjang hayat kami.

 Semoga Bermanfaat


Alex Bernadi

Sabtu, 15 Maret 2014

Perjalanan Umroh (Makkah)

Assalaamu alaikum

Alhamdulillah....segala puji bagi Alloh ...dengan berkahNya kami bisa melaksanakan Umroh pada awal Maret 2014 ini dengan lancar.Amiin

Karena pesawat kami langsung ke Mekkah sehingga Miqot Umroh dilakukan diatas pesawat atau diatas ya lamlam (kira kira 15 menit sebelum mendarat). Dengan sholat sunnah 2 rokaat dan melafalkan "Labbaik Allohumma Umrotan" niat Umroh telah syah dijalankan.  O ya sebelumnya telah mandi junub dulu yaa dan telah berganti pakaian ihrom.

Setelah sampai di hotel Olayan (300M) depan MH kami berjalan kaki untuk Thawaf dan Sa'i.  Jangan Lupa baca doa masuk Masjid dan Doa melihat Ka'bah yaa
video

Hafalin Doanya yaa...karena supaya tidak repot...Untuk doa yg panjang seperti di setelah Sholat di Belakang Maqom Ibrohim dan di Soffa ...bawa catatan aja.  O Ya doa TITIPAN teman-teman sedulur semuanya telah saya bacakan di belakang maqom Ibrohim ini...Ini adalah salah satu tempat Makbul juga. Mudah2an semua doa doa poro sedulur di kabulkan Alloh SWT...Amiiin


Setelah ibadah Sa'i Soffa Marwa ditandai dengan tahallul/cukur kemudian Lukar (lepas Ihrom).

Selanjutnya hari tersisa di Mekkah kami gunakan perbanayak ibadah di MH seperti, Thawaf sunnah, Sholat wajib, sholat sunnah, sholat lail, sholat di hijir Ismail termasuk mencari tempat mustajab untuk berdoa yaitu di Multazam dan Baca Qur'an serta Zikir/berdoa..Untuk Hajar Aswad Alhamdulillah..kami bisa membantu Isnan Putra bungsu kami untuk bisa menciumnya.

Hari terakhir di Mekkah sebelum ke Madinah kami melakukan Thawaf Wada'

Demikian sekelumit perjalanan Umroh kami di Mekkah...Mudah2an Teman2 semuanya juga akan di panggil Alloh untuk bisa beribadah di tempat yg Poool Ini...Amiiin